Subscribe

Senin, Januari 26, 2009

Tenggelam di panorama Curug Sewu


Hari kedua liburanku, selama seharian waktu aku habiskan di tempat yang bernama " Curug Sewu ". Sebuh obyek wisata yang berada di kecamatan patean, dekat perbatasan Kabupaten Kendal. Lokasinya tidak jauh dari sukorejo. Kira kira 1,5 jam dari kota Temanggung Jawa tengah.

curug sewu adalah nama sebuah air terjun yang konon adalah yang tertinggi di Jawa tengah. Aliran air terjun ini cukup deras dan besar, Sehingga cukup indah untuk dipandang. Panorama alam dengan hijaunya hutan tropis di bawah kaki pegunungan juga disuguhkan dengan apiknya.

Gardu pandang disediakan bagi para pengunjung untuk melihat lepas bentangan alam.Beberapa fasilitas lainnya juga di suguhkan sebagai pelengkap wahana rekreasi alam ini. Kolam renang misalnya.Sekalipun bukan ukuran sandart internasional akan tetapi jika diperuntukkan sebagai pelengkap rekreasi. Di sebelah kolam renang ada juga jet coaster, hanya mungkin sudah tidak difungsikan lagi.Hal ini terlihat karena tidak adanya aktifitas alat tersebut. Dan tampak sekali bahwa beberapa perangkat disitu terlihat sudah berkarat. Panggung hiburan dengan suguhan lagu dangdut live bersama artis artis lokal.

Di belakang kolam renang ada kebun binatang seperti ular, burung dan Gajah. Sedangkan monyet berkeliaran bebas di areal wisata curug sewu ini. Habitat monyet yang berada di Hutan disekitar air terjun menjadi pemandangan menarik bagi para pengunjung, Aku jadi teringat "sangeh " di Bali. Akan tetapi keberadaan monyet ini justru menjadi hama bagi para penjual di object wisata. Hal senada juga di keluhkan oleh para petani yang selama ini kebunnya dirusak oleh kawanan monyet yang lepas bebas ini.

Mobil renteng yang didesign bak kereta api mini juga turut mewarnai dan melengkapi taman rekreasi. sempat aku dibawa berkeliling seputar sawah yang bertingkat di belakang objek wisata.

Yang membuatku nyaman dan adem adalah rindangnya pohon pohon besar yang menaungi jalan jalan didalam objek. Beberapa spesies anggrek tumbuh menempel pada pohon pohon tersebut. wow sangat keren bagi pecinta bunga anggrek. Cuaca yang dingin dan lembab mungkin sangat cocok bagi tumbuhnya tanaman anggrek disini. kabut adalah keseharian memperkuat citra pegunungan yang identik dengan udara yang dingin dan sejuk. Jeprat jepret photo tak bosan bosannya aku ambil.
Duren buah favoritku sangat mudah aku temui disini. Apalagi ini adalah musim duren. Para petani disekitar object wisata ini kebanyakan mempunyai pohon duren dikebunnya. Kopi dan cengkeh menjadi hasil perkebunan tulang punggung kebanyakan petani disini. Urusan makanan, aku sangat dimanjakan disini. Mulai dari sate ayam kampung, nasi goreng babat pete, tonseng kambing dan sate sapi pun ada. Ayam oreng dan sambal khas yang yamiie banget udah aku cicipin, he he rakus ya? Yang menarik adalah belibis goreng. wah ini lezzat bgt.
Hujan yang sebentar bentar datang dan pergi tak mengusikku untuk terus menikmati indahnya alam curug.Tempat duduk disediakan dengan cukup. Sempat aku duduk dan menggunakan waktuku untuk membaca. Nyaman dan tenang sehingga membaca terasa sangatlah nyaman ditempat ini. sesekali si monyet mendekat untuk mengambil makanan yang terbuang. Jagung bakar menjadi teman bersantai.

Akan tetapi ada pemandangan yang sangatlah tidak menarik disini, bahkan mengganggu. Sampah, plastik dan bekas bekas makanan ada berserakan. Mungkin sebagian orang akan berpendapat bahwa hal tersebut biasa, selayaknya tempat rekreasi lainnya.

Tapi apa memang benar bahwa sampah berserakan merupakan kelayakan? Sehingga pembenaran buang sampah sembarangan merupakan kebiasaan yang akan di budayakan? lalu apa bedanya manusia pembuang sampah sembarangan dengan monyet monyet disini ya?

3 komentar:

Ramon mengatakan...

untuk itu harus selalu dibiasakan buang sampah pd tempatnya...

segala sesuatu dimulai dr diri sndr

Novan mengatakan...

sepakat, ramon bener bahwa segala sesuatu dimulai dari diri sendiri..

Anonim mengatakan...

seneng mas anda menulis objek wisata daerahku, salam kenal,kunjungi blog aku kalo sempet di www.bingungsaatini.blogspot.com