<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364</id><updated>2012-01-25T05:59:16.852+07:00</updated><title type='text'>A Piece of Life</title><subtitle type='html'>serpihan kisah hidup yang hilang, untuk membangun kembali harapan.....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-448624289046532764</id><published>2010-02-04T00:22:00.003+07:00</published><updated>2010-02-04T00:26:57.960+07:00</updated><title type='text'>Saat Orang Bilang Mereka Sampah, Kami Bilang Mereka Keluarga</title><content type='html'>Tehnologi pengobatan HIV kini telah maju, sejak penemuan ART ( Antiretroviral ) obat pengendali Virus dalam tubuh manusia. Tetapi test adalah Hak, hak anak jalanan untuk memilih, mau melakukan diawal, atau menundanya. Tetapi semua ada kosekuensinya, semangat konselor VCT PKBI mengawali acara VCT Mobile, di MiLas cafe, 17/11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsep yang agak berbeda dengan layanan VCT yang telah ada, kegiatan ini memikat 18 remaja jalanan melakukan test HIV dengan sukarela, dari sekitar 25 yang hadir. Konsep yang mengedepankan konseling group diawal sebagai ruang diskusi dan interaksi untuk mereduksi kekuatiran dan memberi dorongan melakukan test. Hak memilih klien yang juga diprioritaskan, memberikan ruang bagi klien untuk menolak jika merasa belum siap, semua ditegaskan tidak ada paksaan, jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eby, koordinator Milas, di akhir acara menyampaikan rasa puasnya, akan layanan vct mobile ini. “ saya benar benar puas melihat semua proses, penjelasan diawal  sangat jelas, padat dan mudah dipahami, apalagi ada konseling dan pemberian informasi dalam bentuk bentuk group, sangat interaktif,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam kritikannya, dia menceritakan  keterbatasan akses layanan kesehatan Rumah sakit bagi anak anak ini. Konseling yang terbatas dan juga kebijakan anggaran yang masih minim. Akan tetapi dirinya juga merasa lega saat dijelaskan , bahwa layanan VCT  semakin banyak disediakan di beberapa Rumah sakit lain, dan bukan hanya RSUP Dr Sadjito saja. Bahkan searang telah ada layanan VCT mobile seperti  PKBI ataupun dinkes kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada disampaikan oleh Kresna, konselor Puskesmas Gedong tengen, pada kesempatan yang terpisah. “ Kemaren ada nak jalan yang mengeluh, mengalami kencing nanah. Kemudian anak ini malah bertanya , apakah kami bawa ambulan atau tidak.  Ambulance dengan pikiran berarti bisa periksa keluhannya, “  kata Kresna menggambarkan kejadian dikomunitas. Sayangnya kami memang tidak membawa alat alat, untuk periksa,” sesalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milas adalah wadah yang bergerak untuk misi sosial khususnya untuk remaja jalan. Ada berbagai kegiatan seperti play group, seni dan handcraft, Resto vegetarian dan pertanian organik. Semua di fokuskan untuk anak anak jalanan. Dari mereka ada yang telah berhasil mengembangkan pertanian maupun usaha kerajinan, jelasnya panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-448624289046532764?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/448624289046532764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=448624289046532764&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/448624289046532764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/448624289046532764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2010/02/saat-orang-bilang-mereka-sampah-kami.html' title='Saat Orang Bilang Mereka Sampah, Kami Bilang Mereka Keluarga'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-5542274090303228306</id><published>2010-02-04T00:19:00.000+07:00</published><updated>2010-02-04T00:20:52.607+07:00</updated><title type='text'>Tak Ada Tempat VCT, Mobilpun Jadi</title><content type='html'>Hujan deras yang mengguyur jalan magelang Minggu sore 27/12, tidak mengurungkan niat komunitas remaja jalan untuk mengikuti post saat pengambilan hasil test HIV. Diteras rumah berukuran 2 x 5 meter di pojok perempatan Jombor,  sekelompok remaja yang basah kuyub menunggu. Perempuan dan laki laki bahkan ada juga balita yang ikut bersandar didinding teras, dengan tangan mendekap dada, menggigil menahan dingin, terkatuk gemetar menghindar dari genangan air dan atap teras yang bocor .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang remaja jalanan,  Budi (17)  menyampaikan cerita tentang kasus yang menimpa temannya . “ ngopoe matamu njendol biru gedhe banget?” . Razia remaja jalanan dilakukan aparat satpol PP sabtu malam kemarin. Gundul merupakan salah satu dari yang tertangkap razia. Saat tertangkap keadaan Gundul sedang tertidur dengan mendekap Kencrung andalan nafkahnya untuk mengamen. Tulisan “ Bubarkan Satpol PP “ mengundang kemarahan petugas razia. Tak elak bagi gundul , akhirnya menjadi sasaran kekerasan dengan pemukulan oleh petugas. “ gara gara tulisanmu ki aku diantemi “ ujar  Budi menirukan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali persoalan tempat menjadi  masalah. Jaminan kerahasiaan dengan sarana tempat sebagai pendukung menjadikan masalah tersendiri bagi pelaksanaan voluntary conseling and testing (VCT) dikomunitas ini, apalagi dengan cuaca hujan. Keadaan ini memang berbeda jauh jika dibandinkan dengan kondisi komunitas lainnya seperti gay ataupun Pekerja seks. Tempat banyak tersedia dengan kondisi lebih nyaman, ujar konselor VCT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara , community orginizer PKBI DIY mengatakan, sebenarnya pendekatan sudah dilakukan untuk meloby beberapa warga sekitar yang mempunyai rumah ataupun tempat untuk sekedar bisa digunakan komunitas ini melakukan VCT. Berbagai masalah dengan warga yang akhir akhir ini terjadi membuat mereka enggan untuk meyediakan tempat bagi remaja jalanan, ujarnya.&lt;br /&gt;Mobil Klinik keliling PKBI DIY merupakan alternatif jawaban. Selain sebagai sarana transportasi ternyata mobil bisa dipergunakan sebagai ruang konseling. PKBI DIY mempunyai dua sarana alat transportasi yang sering digunakan sebagai layanan klinik mobile, kata Yustin admin griya lentera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-5542274090303228306?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/5542274090303228306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=5542274090303228306&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/5542274090303228306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/5542274090303228306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2010/02/tak-ada-tempat-vct-mobilpun-jadi.html' title='Tak Ada Tempat VCT, Mobilpun Jadi'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-1471892399259236224</id><published>2010-02-04T00:15:00.001+07:00</published><updated>2010-02-04T00:17:18.301+07:00</updated><title type='text'>Keroncongpun Wadah Ekspresi Kaum Muda</title><content type='html'>Ruang kreasi seni musik keroncong untuk anak anak hampir tak pernah terdengar. Kesuksesan group musik keroncong Trisnawara di ajang Festival Keroncong DIY seakan memberikan angin segar bagi munculnya kelompok remaja yang ingin berkecimpung dalam musikal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stigma yang melekat bahwa keroncong miliknya para orang tua kini tidak lagi. Terbukti munculnya kelompok baru yang menamakan dirinya “KANAYAN” Keroncong Alternatif Anak Muda Godean, telah memebrikan warna tersendiri bagi penikmat musik, khususnya keroncong.&lt;br /&gt;Imoeng, dosen ISI ( institut Seni Indonesia ), mulai mirintis kecintaan anak anak muda pada aliran musik ini. Kanayan adalah generasi II dari kesuksesan Trisnawara menjuarai beberapa festival tingkat Pronpinsi tahun ini. “ anak anak muda ini perlu wadah untuk berekreasi, sehingga mereka tidak hanya dihakimi para orang tua dengan tuduhan negatif, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, disela sela persiapan mereka untuk pertunjukan di hotel Sheraton  dalam rangka sebagai group pengisi acara Workshop Dinas Pendidikan, Ahmad, dosen Vokal  ISI juga telah menyiapkan beberapa anak SD dan SMP yang pernah menjuarai lomba vokal, ikut berperan serta meramaikan acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga acara nanti, 09/12 akan memberikan nuasa tersendiri, syukur bisa membuat para peserta workshop jatuh hati pada keroncong , kata Imoeng.  Latihan akan dilakukan secara intensif beberapa hari ini di benteng Vredeburg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-1471892399259236224?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/1471892399259236224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=1471892399259236224&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/1471892399259236224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/1471892399259236224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2010/02/keroncongpun-wadah-ekspresi-kaum-muda.html' title='Keroncongpun Wadah Ekspresi Kaum Muda'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-2884521301938239823</id><published>2010-02-03T22:35:00.003+07:00</published><updated>2010-02-04T00:11:48.992+07:00</updated><title type='text'>KPI Tuduh Program Tak Tepat Sasaran, Benarkah Demikian ?</title><content type='html'>Bantuan Dana sosial acapkali menuai masalah. Apalagi jika perencanaan program hanya merupakan gelontoran kebijakan yang sifatnya dari atas ke bawah, tanpa keterlibatan komunitas sebagai sasaran program.Program perekonomian produktif yang diluncurkan Departemen sosial untuk pekerja seks telah berjalan selama 2 bulan. Hibah dana sosial ini menurut rencana , sifatnya hanyalah sementara, dan merupakan pilot project dengan mengambil beberapa kota sebagai sample dari sekian propinsi saja. Kucuran dana masing masing sebesar 10 juta rupiah diberikan pada lima belas pekerja seks yang berada di empat titik sentinel di Jogja secara bertahap. Akan tetapi ternyata program ini sempat menuai protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang aktivis divisi pekerja seks PKBI DIY mengatakan, program ini sempat membuat kecemburuan pekerja seks perempuan lain yang tidak mendapat bantuan. Bahkan sebagian pekerja seks perempuan di jalan Magelang pernah menggelar demo di kantor PKBI DIY untuk meminta kejelasan penerimaan dana Depsos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penjelasan aktivis, diawal proses sosialisasi program telah dilakukan pada para pekerja seks, PKBI tidak menyebutkan berapa besar angka nominal yang akan diberikan. Hal ini dilakukan untuk mengukur keseriusan pekerja seks mengikuti program, apakah benar benar karena komitmen ataukah karena besarnya jumlah uang. “Bahkan ada pekerja seks yang bilang, opo yo tenan? Jangan jangan hanya omongan lagi,” katanya menirukan mbak mbak PS yang pernah dikecewakan janji janji pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses seleksi penerima bantuan bukan dilakukan PKBI, melainkan oleh pengurus organisasi pekerja seks di masing masing titik sentinel. Perencanaan jenis usaha, pemilihan peserta penerima bantuan, hingga pengelolaan hasil semuanya dibuat oleh komunitas pekerja seks saat berembug didalam organisasinya masing masing. PKBI DIY hanyalah memfasilitasi pelatihan dan membantu di pendampingan managemen keuangan yang dilakukan oleh para community orginizernya (CO ), bahkan buku rekening mereka sendiri yang pegang dan atas nama mereka pula, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKBI DIY , lembaga yang ditunjuk untuk mengawal program tersebut membuat sebuah pelatihan untuk membantu penerima dana mampu untuk mengolah keuangan yang diberikan, di hotel kayu manis beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan tidak tepat sasaran juga sempat dilontarkan oleh koalisi perempuan Indonesia (KPI ) yang mungkin mendengar laporan dari beberapa pekerja seks yang kecewa pada PKBI DIY. Lembaga ini mempertanyakan penerima bantuan yang sebagian besar bukanlah pekerja seks yang masih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukhotib MD , Dirpelda PKBI DIY justru membatahnya dengan menjawab, “ pertanyaan yang salah, tidak tepat sasaran menurut siapa ? kalo mau bertanya tepat tidak tepat sasaran bukan dengan PKBI, tapi bertanyalah pada pengurus organisasi pekerja seks dimasing masing titik itu!” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya justru mempertanyakan kembali nalar tentang pekerja seks sebagai perempuan yang dilacurkan pada lembaga KPI. “ Jika nalar pekerja seks merupakan perempuan yang dilacurkan, maka memberikan bantuan  pada mantan pekerja seks merupakan hal yang tepat. lho inikan upaya agar mereka tidak kembali lagi menjadi pekerja seks, kalo kita mau berpikir menggelitik dalam konteks perempuan yang dilacurkan seperti bayangan KPI”, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nining ( bukan nama sbenarnya ), salah satu penerima bantuan ekonomi produktif mengatakan,” memang susah mas, orang orang disini tuch. Dulu saat diajak aktif di organisasi tidak ada yang mau,diajak pelatihan pasti banyak alasan yang akhirnya ndak ikut, tapi saat uang turun semuanya berebut, njur protes.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisai terkait dana Depsos ini telah disampaikan, bahkan dengan undangan. Tapi sedikit sekali pekerja seks yang tertarik untuk bergabung. Pengalaman akan kekecewaan dari janji pemerintah yang berulangkali terjadi menjadi penyebab keengganan mereka. Akhirnya berimbas pada program  DepSos yang secara serius dikawal PKBI DIY ini, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ dulu saya hanya momong mas, kini sedikit sedikit bisa punya penghasilan. Lumayan jual matengan sama sembako, ya kadang ramai kadang sepi.” Ujar Nining tersenyum. Kesulitan yang masih dihadapinya hanyalah masalah pencatatan, karena banyak buku. Tapi karena ada CO PKBI yang terus mendampingi dan membantu kesulitan tersebut bisa teratasi, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-2884521301938239823?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/2884521301938239823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=2884521301938239823&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2884521301938239823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2884521301938239823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2010/02/kpi-tuduh-program-tak-tepat-sasaran.html' title='KPI Tuduh Program Tak Tepat Sasaran, Benarkah Demikian ?'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-2543763330600763822</id><published>2010-02-03T22:29:00.002+07:00</published><updated>2010-02-03T22:34:49.968+07:00</updated><title type='text'>Persoalan Perempuan Terinfeksi  HIV di Indonesia Belum menjadi Prioritas</title><content type='html'>Persoalan HIV pada perempuan belum menjadi prioritas perhatian pemerintah. Program KPAN    ( Komisi Penanggulangan AIDS Nasional )  tahun 2010 – 2014 dititik beratkan pada dua program besar Penasun (pengguna napza suntik ) dan seksual transmisi  ( gay,waria dan pekerja sex ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aji, koordinator media dan komunikasi KPAN mengatakan, kampanye pencegahan  untuk  perempuan dan ibu rumah tangga masih mengunakan media cetak seperti buletin dan leaflet . Baru baru ini KPAN juga telah memproduksi 3 film dokumenter tentang kasus pada perempuan, katanya. Rencananya KPAN  akan membangun juga radio komunitas di lima daerah.&lt;br /&gt;Data Direktorat jendral  pengendalian penyakit menular dan penyehatan lingkungan ( DITJEN PP&amp;amp;PL) mencatat, hingga September 2009 angka HIV di Indonesia mencapai 18442 kasus , dengan rincian 4701 kasus perempuan dan 13564 kasus pada laki laki, sedangkan 87 kasus tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentase kasus AIDS pada penasun berdasarkan jenis kelamin sampai dengan September 2009, laki laki 91,72 %, perempuan 7,67 %, yang tidak diketahui  0,63%. Dari  7498 kasus pada penasun, terpilah data perempuan 574 kasus dan laki laki 6877 kasus .&lt;br /&gt;Angka rasio 1:3 antara kasus pada perempuan dan laki laki yang ditunjukkan Depkes, tampaknya  akan berubah sama atau bahkan bisa lebih tinggi pada perempuan,  jika ditarikan benang merah transmissi seksual sebagai faktor resiko antara penasun laki laki  pada pasangannya . Tentunya angka kasus pada perempuan juga akan semakin meningkat.&lt;br /&gt;Pemberi tahuan status HIV pada pasangan yang masih menjadi persoalan ditengarai menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka pada perempuan , dan hingga kini masih menjadi polemik tersendiri.“ Apakah benar  laki laki mau memberitahukan status hiv pada pasangannya ? Jika tidak , bagaimana perempuan menolak  para suami yang tidak mau  menggunakan kondom saat berhubungan seks?’, kata Dr. Evalina Sp.GKj,Depkes RI pada Swaranusa.net, 21/12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inang Winarso,( Koordinator program KPAN wilayah Jawa dan Bali  ) juga membenarkan peningkatan kasus HIV pada perempuan merupakan akibat penularan dari pasangannya yang positif.  “Kerentanan perempuan untuk tertular dari pasangan yang positif lebih tinggi jika dibandingkan dari kebalikannya,” katanya. Merespon penularan yang terjadi pada ibu rumah tangga, menurutnya  PICT  (provider initiation counselling and testing ) merupakan cara yang paling efektif, sekalipun program ini masih pula diperdebatkan.&lt;br /&gt;Dalam keterangannya, Inang mengatakan, konseling pasangan dalam PICT , tetsnya  di inisiasi oleh dokter ataupun konselor . Konseling akan memberdayakan pasangan yang positif  dan membantu melakukan  beban tanggung jawab yang diberikan   untuk memberitahukan status HIVnya pada pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana tentang Program pemberitahuan status HIV pada pasangan yang bersifat  wajib , hingga kini belum ada. Menurutnya, akan lebih baik untuk memberikan tanggung jawab lebih pada klien positif dengan mekanisme waktu yang ditentukan. Jika  tindak sanggup maka dokter  atau konselor bisa mengambil tanggung jawab itu, tapi masih hal inipun masih dalam bahasan, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada kemungkinan pendekatan lain  menurutnya, seperti pengembangan model ,pemberitahuan pasangan oleh klien dengan batasan waktu tertentu atas pilihan yang didasari atas kesepakatan bersama antara  klien dengan provider. “ Tapi pilihan waktunya jangan terlalu lama,” katanya. Jika waktu yang telah disepakati nantinya telah habis, dan klien juga belum mampu untuk mengatakan status hivnya maka konselor mempunyai hak untuk memberitahukan pada pasangan klien yang positif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi , layanan konseling hiv ternyata masih dihadapkan pada fakta tentang kualitas yang dinilai kurang baik oleh sebagian masyarakat.Mufi , Petugas Outrech PKBI DKI, mengatakan dari 17 orang konselor yang tugasnya tersebar 6 lapas dan rutan Di DKI, yang dikenal baik kualitasnya hanyalah 6 konselor saja.  Dirinya mengatakan, konselor yang lain kurang disukai ,oleh komunitas . “ tahu hiv ? .....Tahu aids?....udah test “  ucapnya menirukan konselor tersebut. Semua terkesan hanyalah textbook , bahkan informasi yang diberikannyapun tidak terlalu banyak, kata Mufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depresi berat pasca test , sangat berpotensi terjadi sebagai dampak rendahnya  kualitas konseling yang diberikan . Sudah dua orang dampingannya yang mengalami depresi tersebut pasca mengetahui status hiv dengan kualitas layanan yang kurang baik, katanya.&lt;br /&gt;Inang winarso memang tidak menampikkan fakta adanya kualitas konseling  yang kurang baik di banyak VCT center. Tetapi dirinya memandang , akan butuh waktu lama, juga biaya yang besar untuk membangun konselor yang buruk menjadi baik. Padahal  epidemi virus ini perlu segera direspon, Menurutnya akan lebih efekti dan efisien jika metodenya saja yang digeser dari konseling personal menjadi  konseling pasangan atau kelompok, dengan mengefektifkan konselor berkualitas baik yang telah ada. Dirinya mencontohkan keberhasilan konseling kelompok di Bandung, dan Makasar ,disana tidak menunjukkan  dampak negatif, menjadikanya  bukti, untuk menepiskan kekuatiran masyarakat..” Jika satu kampung melakukan test, proses dialog akan terjadi jika istri dan suami saling sama sama melakukan test “ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimpangan gender dan potensi kekerasan terhadap perempuan ,yang berdampak pada  perceraian sepenuhnya disadari  Inang. Perempuanpun menjadi korban dan harus pula menanggung beban ganda yang semakin menumpuk pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perceraian merupakan masalah ikatan hukum, tak bisa  dihilangkan karena  telah diatur dalam hukum perkawinan,  jikalaupun terjadi maka tanggung jawabnya bisa di berikan pada masyarakat dengan membangun semangat gotong royong, katanya.Kalaupun terjadi masalah kekerasan dalam rumah tangga, karena status HIV perempuan maka suami  harus dipidanakan, karena merupakan tindakan kriminal, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inang berpendapat, jika masalah ini tertunda sama saja dengan menyimpan bom atom lama lama, dan perceraian merupakan hak laki laki seperti di atur dalam undang undang. “Dan ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama” , katanya. Proses tersebut akan menempatkan perempuan pada pemiskinan yang sesungguhnya.Banyak sekali program, untuk menurunkan angka pemiskinan di Indonesia, katanya. Program Pemberantasan Pemiskinan Perempuan ( PM PM ) merupakan salah satu, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah keterkaitan masalah HIV sebagai fakta medis , dengan masalah HAM khususnya hak sosial Ekonomi  dan persoalan gender, kata Inang. Sayangnya sinergitas persoalan belum disadari oleh  oleh Donor . Dalam masalah HIV mereka hanya mau mendanai program klinisnya saja, sedangkan di isu pemiskinan hanya berjalan sendiri pada treknya. Hingga kini menurut Inang belum ada lembaga donor yang mau mendanai ketiga isu tersebut secara sinergis.&lt;br /&gt;Menanggapi wacana adanya konspirasi Global yang dilakukan negara donor ,Inang membenarkan .  Konferensi Internasional tentang iklim dunia di Kompenhagen, menunjukkan hal tersebut  saat tidak mencapai kesepakatan, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Lembaga donor mendikte kita hanya untuk menangani masalah medisnya. Hal ini terjadi disebabkan 70% anggaran penanggulangan aids di negara ini tergantung donor , kata Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta lain, bisa dilihat pada tingginya angka di negara Afrika. Seakan akan epidemi virus ini dibiarkan mengembang. Dengan semakin tingginya kasus Aids maka kebutuhan penggunaan obat obatan yang diproduksi oleh negara maju akan menguntungkan perusahaan Farmasi yang ada di negara maju, kata Inang. Angka kematian yang tinggi menurutnya akan mengurangi jumlah penduduk dan membawa negara afrika pada income perkapita yang meningkat, dengan begitu maka daya beli masyarakatnya untuk mengkonsumsi barang barang import dari negara donor juga meningkat, jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleksitas permasalahan HIV merupakan konspirasi global  yang menurut Inang sangat sulit untuk terlepas dari jeratan. Cara cara  penjeratan yang menggunakan  hutang luar negeri  dan mengatasnamakan bunga sebagai hibah bersyarat untuk mendikte Negara penerima bantuan, untuk melakukan program program dari negara donor. Guideline yang menjadi standart kerja untuk dilakukan  negara miskin , tidak mempunyai perspektif gender didalam implementasinya dan pada akhirnya berdampak pada pengabaian hak hak  perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-2543763330600763822?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/2543763330600763822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=2543763330600763822&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2543763330600763822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2543763330600763822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2010/02/persoalan-perempuan-terinfeksi-hiv-di.html' title='Persoalan Perempuan Terinfeksi  HIV di Indonesia Belum menjadi Prioritas'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-3146623026515968496</id><published>2009-11-05T17:23:00.002+07:00</published><updated>2009-11-05T17:30:43.807+07:00</updated><title type='text'>Catatan Kecilku dari Asia Pasifik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Epidemi  HIV yang semakin meluas  telah menjadi masalah yang cukup serius. Disebutkan oleh Menteri  Kesehatan Siti fadilah Supari, bahwa pemerintah Indonesia telah mencatat sebanyak 12,493 orang terinfeksi yang mendapatkan pengobatan HIV,bahkan mereka telah mendapatkan subsidi penuh untuk akses pengobatan khususnya ARV. Hal tersebut pernah disampaikannya ditengah simposium ICAAP IX, 10/8 Nusantara 2, BICC, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentulah jika dihitung, anggaran tersebut pasti sangatlah besar . Sekalipun sebagian besar anggaran tersebut adalah dana sumbangan. Seperti yang disampaikan oleh Prof .Michael Kazatchkine , direktur eksekutif GF – ATM, ditengah konggres Asia Pasifik bahwa hingga pertengahan tahun ini, lembaga dunia tersebut telah menyetujui dana sebesar 16 milyard US dolar, yang mana 8 milyard US dolar telah  siap didistribusikan ke 140 negara penerima termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti banyak dikutip oleh banyak pihak, ternyata dana yang tampaknya sangat besar tersebut ternyata sangatlah minim jika dibandingkan dengan besaran masalah di kawasan Asia Pasifik saja. Dr.Samsuridjal ( KPAN ) mengatakan dana bantuan GF ATM yang diterima Indonesia , hanyalah mampu untuk operasional program MTCT di 9 propinsi dari puluhan propinsi yang ada. “Lalu bagaimana dengan kasus hiv pada Ibu dan anak di propinsi lain?” pertanyaannya pada saat simposium Univesal Accses , ICAAP IX beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan PMTCT,  masalah akses Universal , dana bukanlah satu satunya hambatan, ternyata masalah kebijakan juga dirasakan sangatlah mendesak untuk diperhatikan.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Seberapa banyak dari pasangan usia subur dengan HIV positif mempunyai&lt;br /&gt;problem dengan kehamilan yang tidak diinginkan karena kecelakaan kontrasepsi, dengan membayangkan data yang telah disampaikan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini problem semacam tersebut hanyalah ditanggapi dengan enteng dan dingin saja oleh kalangan kesehatan. PMTCT menjadi terkesan sebagai satu satunya penyelesaian tanpa menyadari pemaksaan yang dilakukan karena tidak mengindahkan hak hak perempuan terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kasus baru baru ini, seorang ibu rumah tangga positif HIV, tertular dari suaminya yang baru saja meninggal karena AIDS. Bebannya berlapis saat dirinya harus membesarkan 2 orang anak yang masih balita, yang mana anak keduanya juga terinfeksi virus ini. Kondisi ibu rumah tangga ini memang memprihatinkan, bahkan secara klinis tidak begitu baik. Selain angka CD4 nya yang menurun rendah, kini bertambah berat dengan kehamilan yang ada padanya. Saat kasus ini dikonsultasikan kepada dokter ahli yang menangani  HIV dan AIDS, secara sadar para ahli ini berpendapat hal yang sama tentang kondisi  berat pada perempuan ini. Kan tetapi masalahnya adalah “ terminologi regulasi “ ujar  dokter konsultan HIV itu. Belum ada satupun regulasi yang memberikan payung hukum terhadap tindakan terkait dengan kasus ini, tidak pula UU kesehatan sekalipun telah mengalami revisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukhotib MD, direktur pelaksana daerah ( dirpelda ) PKBI DIY, mengatakan pentingnya menggunakan perspektif gender  dan HAM didalam merespon  tantangan epidemi  hiv dan aids.&lt;br /&gt;Contoh kasus diatas membuktikan bahwa selama ini respon yang dilakukan semata mata hanya&lt;br /&gt;menggunakan cara pandang medis semata. Hak hak perempuan yang terabaikan hanya dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan, mengingat angka yang tercatat minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja perda HIV dan AIDS yang akhir akhir ini sedang ramai dibahas dikalangan penggiat epidemi, bisa bersuara banyak dengan mengunakan perspektif tadi tentulah problem kesehatan reproduksi akan mampu diselesaikan dengan berpihak pada hak hak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-3146623026515968496?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/3146623026515968496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=3146623026515968496&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3146623026515968496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3146623026515968496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/11/catatan-kecilku-dari-asia-pasifik.html' title='Catatan Kecilku dari Asia Pasifik'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-798263731712174096</id><published>2009-11-03T23:36:00.009+07:00</published><updated>2009-11-04T00:31:05.633+07:00</updated><title type='text'>Akankah Surveilans HIV terpuruk sebagai tradisi</title><content type='html'>Surveilans sentinel 2008 telah meninggalkan sejarah baru. Sejarah dimana pelaksanan waktu itu diserahkan kepada lembaga Non pemerintah, berbeda dengan sebelumnya dilakukan oleh dinkes kota sebagai pengampu kebijakan yang ditunjuk dalam Pedoman surveilans sentinel depKes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai orang yang terlibat, saya merasakan betapa besarnya tanggung jawab itu. pengalaman serosurvei tahun tahun sebelumnya telah membekali saya untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hingga kemudian semua pekerjaaan besar tersebut selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi saat itu, saya bukanlah sebagai koordinator. saya tetaplah relawan untuk kepentingan konseling 9 konselor vct ). Akan tetapi saya merasakan betapa besarnya porsi pekerjaan dan tanggung jawab yang harus saya jinjing mengingat pengalaman, protap dan skill semua ada padaku. catatan evaluasiku menuliskan, banyak konsep yang ku buat. Kan tetapi justru masukan dariku saat itu selalu saja di reject oleh forum, dengan alasan yang aku rasakan sebagai penolakan subyektif. Aneh, ini konspirasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah konspirasi agar aku tidak muncul, berada di garda depan, sekalipun aku tak mengharapkan posisi itu. saya hanya ingin diajak bicara, diskusi atau berbagi ide. Tapi memang hal tersebut sering kali disalah artikan menjadi ambisi oleh bebrpa orang yang tak suka dengan penilaian subyektifnya. walahh wwueek cuiih.. kesalku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benar sekali dugaanku, kemudian prediksi tentang ketidak beresan didalam pelaksanaan satu persatu mulai bermunculan. Carut marut koordinasi mengkondisikan kerepotan yang amat sangat pada diriku. Tapi seakan ketija kuteriak tak ada peduli...kecewa memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada sharing hasil dalam forum resmi, tak ada evaluasi, tak ada masukan untuk membuat sejarah dalam melangkah ke depan, semua adem adem saja, tak ada yang tergelitik. Yang kemudian membuat diriku diam dengan membungkus rasa kecewa yang dalam.&lt;br /&gt;Jerih payahku hanyalah tergambar sebagai kerja kuli, tanpa meninggalkan perubahan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua tadi berlalu, Bulan agustus saya mulai cuap cuap tentang surveilans rutin ini, kog belum dibahas?. jawaban yang kudapat sangatlah cetek dan tak menggambarkan keseriusan, karena hanya dijawab, iya ya mungkin belum , karena belum ada rasan rasan dinkes buat meeting, kata temenku, manager program. Huh, bukan itu yang ku maksud, tetapi desakan lembaga untuk mengingatkan dinkes melalui komikasi yang baik ttg surveilans ini. Karena saya yakin bahwa nantinya surveilans akan tetap dilakukan, dan ketidak beresan pasti akan diatas namakan "Waktu yang mepet ". dodol ga sech......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah beberapa bulan, terdengar desas desus, surveilans akan dilakukan lagi, undangan terkirim pada lembaga. Saat itu masih ingat di memoryku, bahwa kata pelda , ada undangan tersebut tapi kita tak akan mengirimkan satu orang pun , karena semua sibuk. "Tak pula mengirimkan diriku, karena dikhawatirkan bakal ribut karena kekritisannku" ujar pelda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beberapa hari yang lalu, pelda mendapat undangan buat meeting dengan dinkes terkait dengan pelaksanaan surveilans. Dua hari sebelum acara tersebut pelda meminta diriku membuatkan konsep surveilans 2008. Aku berpikir, "wuuehh kog aneh? " Bukankah koordinator saat itu di pegang olehnya, atau penggantinya adalah masrul or jacky? harusnya merekalah yang dimintain tolong untuk membuatnya, bukan diriku?"&lt;br /&gt;tetapi dengan jiwa besar ku buat sebaik mungkin untuknya, dalam bentuk power point, aku serahkan, akan tetapi hasil itupun dia edit untuk tidak menampilkan foto foto kegiatannku pada vct mobile di gunung kidul, dimana sebenarnya aku pakai sebagai ilustrasi yang memudahkan pemahaman dari prentasi yang aku buat tersebut. 'Ono opo ini?" aku hanya berkata dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini , sore ini tadi, aku mendapat telpon dari pelda yang meminta diriku untuk menyiapkan form form yang dibutuhkan, dan membicarakan tehnis pelaksanaan dengan usulan dari dinkes yang meminta Tim klinik akan bergerak dengan koordinasi dari masing masing layanan VCT.&lt;br /&gt;lha piye? hal itu yang belum bisa kupahami dalam koordinasinya nanti, tapi okelah...&lt;br /&gt;"Nanti kita lihat di dalam rapat persiapannya nanti," usulku mengendorkan pikir. Telpon ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-798263731712174096?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/798263731712174096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=798263731712174096&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/798263731712174096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/798263731712174096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/11/akankah-surveilans-hiv-terpuruk-sebagai.html' title='Akankah Surveilans HIV terpuruk sebagai tradisi'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-420006738281953228</id><published>2009-11-02T22:26:00.000+07:00</published><updated>2009-11-02T22:26:23.940+07:00</updated><title type='text'>Cerita Cerita Munajat</title><content type='html'>Sepulang kerja  seperti biasa, tiba tiba kaki ini membawaku ke tempat temen yang kebetulan rumahnya dideket Malioboro. Uki nama temenku , dia punya usaha penginapan yang dikenal dengan nama " Munajat Hotel ". disinilah banyak temen teman berkumpul, dari teman teman komunitas hingga aktivis LSM. Dulu memang Uki pernah bersama samaku menjadi aktivis PKBI DIY khususnya di pendampingan kominitas gay yang kini nama kegiatannya berganti menjadi (community orginizer ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira kira waktu itu pukul 15.00 sore. Saat aku datang, terlihat Uki sedang duduk dengan seseorang yang bertubuh agak boncel, yang tak asing bagiku. Mira...... teman lamaku satu divisi denganku, saat Uki pernah menjabat korordinator divisi. lama sekali aku tak jumpa anak ini. seiingatku kami bertemu di Angkringan Pendo Dalem, saat pembahasan HAS ( hari aids sedunia ) bersama teman teman JAC ( jogja aoutomotif club ).&lt;br /&gt;Basa basi kami bertiga, sambil udad udud dengan sitomboy ini. Tak lama tuan rumah menawarkan soup buatannya sendiri, langsung saja kami tak segan ntuk menolaknya, mungkin karena lapar juga ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya mulut ini memang sudah tersetting otomatis kayaknya, dimanapun kaki berpijak selalu saja obrolan LSMnya keluar. Apalagi Mira bercerita tentang LSM barunya yang kini bergerak diisu kesehatan bersama Nukman dan Netty yang keduanya mantan PKBI juga.&lt;br /&gt;lapangan yang dijangkau Mira kali ini berbeda dengan waktu dia bersamaku dulu, kini dia memasuki kelompok perempuan usia subur. Bernostalgia dengan cerita cerita lama memang sangatlah asyik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba giliranku bercerita tentang apa yang kujalani bersama PKBI, mulai dari VCT, Lesbian, LGBT, mainstream heteroseks patrarki, audio visual hinggga multikulturalisme yang sudah menjadi "dagangan cangkem ". Saatku berbagi data , Mira pun berkomentar, Kog sampai hapal banget sech? "namanya juga dagangan, " jawabku ngekek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukipun punya cerita lain, dirinya kini lagi hobby mengedit film, sudah beberpa film yang dia garap. salah satunya yang pernah aku lihat, Tragedi KKWK . Hal ini dilakukannya disela sela mengelola hotelnya. Lucu juga cerita Uki, bagaimana tidak ? Dia terkadang mengeluhkan begini, aku tuch salah apa sech, dalam membuka hotel ini, maunya bisnis hotel kog malah jadi penitipan anak? kita berdua ngekek , senyum lucu mendengarnya.&lt;br /&gt;Memang sejarah keluhan itubeginii, Uki menerima tamu hotel , kakek kakek yang membawa anak kecil (cucunya). Sering kali nak yang berusia 4 tahun ini berkenalan dengan teman temen Uki yang datang kesitu, Yudha, kenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu kehadiran anak ini, sering kali tetangga tetangga Uki yang mempunyai anak seumuran Yudha bermain di Lobby tempat Uki usaha, alhasil hotel itu jadi ramai sekali, bukan karena tamu hotel, akan tetapi berubah jadi TPA ( tempat penitipan anak ).&lt;br /&gt;Wkkk kk kk kk memang terkadang lucu juga, apalagi Uki sempat menuliskannya sebagai Status facebook, Otomatis beberapa teman mengomentarinya..,.Buka TPA aja Mak, jadi bisnis baru, Mungkin udah bakat itu. ....dalam kelakarnya temanku ini menjawab, " kalo yang ini belum cukup umur, mungkin kalo anak anak SMP atau SMA bisa jadi serius nech," kkkk kkk kamipun tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang, pukul 16.00 akhirnya memaksaku pergi dari reuni divisi kecil. Karena sore itu aku berjanji untuk menghadiri syukuran "Trisnawara", group keroncong muda yang kemarin mendapatkan juara III di ajang Festival keroncong tingkat propinsi DIY. Paling tidak untuk evaluasi sorenya , aku bisa nyonthong lagi, dan membawa semangat gerakan sosial pada kelompok baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan sesuatu untuk perubahan dimanapun kakimu berpijak, perubahan untuk sesuatu yang lebih baik, buat dirimu maupun sekitarmu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-420006738281953228?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/420006738281953228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=420006738281953228&amp;isPopup=true' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/420006738281953228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/420006738281953228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/11/cerita-cerita-munajat.html' title='Cerita Cerita Munajat'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-1863048285588973260</id><published>2009-11-01T19:49:00.002+07:00</published><updated>2009-11-01T21:16:29.893+07:00</updated><title type='text'>Berbagi Sore di Perempatan Tugu</title><content type='html'>Jogja memang kota yang asyik untuk nongkrong. Apalagi jika waktu telah menjelang petang. banyak tempat ditawarkan dari trotoar jembatan Gondolayu hingga perempatan Tugu bisa menjadi pilihan bersantai atau hanya sekedar ngobrol ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu kami kedatangan seorang teman lama, bisa dibilang seniorlah. Namanya Ferry mantan aktivis Lentera Sahaja ( PKBI ) era tahun sembilan puluhan.&lt;br /&gt;Kini sahabat lama ini bergabung dengan NGO skala International, Fammily Health International (FHI ) yang berkantor di Jakarta. Saat itu kami berkesempatan untuk ketemuan  di Hotel Phonix temapatnya menginap, disela sela waktu kosongnya mengikuti workshop yang dilakukan oleh KPAN di Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai kami diHotel, tawaranpun diberikan, mau ngobrol dimana ne?" pintanya. Tempat yang asyik deket deket sini, and bisa duduk sembari ngobrol ngobrol bebas," lanjutnya. Ku tawarkan lesehan gudeg di deket perempatan Tugu, tempatnya nggak jauh dan enak buat ngobrol," usulku. Semua setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan kaki kami menuju temapt yang disebutkan tadi. kebetulan kami berenam orang, karena memang kami barusan rapat bersama membahas HAS ( hari aids international ) untuk bulan Desember nanti. Ada Netty ( SPAY ), Gama ( korprog High risk group), Masrul ( korprog lentera ), supri ( pelda ) , Mukhotib ( dirpelda ) dan diriku ( relawan )..   Feri mulai bercerita tentang tugasnya di Jogja sekarang ini, dengan panjang lebar dan semangat dia berbagi tentang pengalaman barunya di FHI. Sesekali kemudian dia bertanya. Apa yang sekaarang dikerjakan PKBI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukhotib selaku pentolan kepala suku mulai angkat bicara. gayanya yang semau gue selalu diiringi gelak tawa lepasnya." Gini kang", katanya yang selalu menjadi awalannya.&lt;br /&gt;PKBI sekarang sudah lain dari yang dulu, ujarnya menjelaskan. Sekarang yang kita kerjakan adalah pengorganisasian."wah bagaimana tuch,?" feri dalam  selanya. kalau dulu kita selama dua puluh tahun selalu melakukan program outreaching, kini gerakan itu mulai kita geser. kenapa kita geser, karena bagaimana nalarnya jika pendampingan komunitas itu dilakukan hampir dua puluh tahun berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja seks yang selama ini didampingi pastilah jauh lebih pintar dibandingkan dengan relawan yang tiap tahunnya sering kali berganti. Lebih pintar komunitasnya, kang. Oleh sebab itu pengorganisasian harus dijalankan untuk melangkah pada tahapan berikutnya yaitu CBO ( community based organization ). dengan CBO lah nantinya program perjuangan identitas itu dimulai. Feri mulai berpikir yang kemudian bertanya, Jelasnya bagaimana tuch ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah mukhotib bercerita tentang multikulturalisme barunya. panjang dalam penjelasannya saat itu, hingga sampai pada strategi advokasinya. teman lama kita mengangguk tanda bahwa dia paham tentang hal baru yang disampaikannya tadi. Dahinya terlihat berkerut dan kembali dirinya melempar pertanyaannya. Dalam bahasa program, bagaimana kita bisa mengukur keberhasilannya?" tanya dia. Biasanya dalam bahasa program ada outcome yang bisa dijadikan verifikasi bahwa program tersebut berhasil? lanjut pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FHI didalam mengukur program jelas, dari beberapa indikator klinis bisa diukur baik dengan menggunakan surveilans HIV, survei IMS ataupun data data klinis lainnya. Bisa pula dari survei perilaku ( behavior survey ) seperti yang sedang dirancang didalam workshop di Jogja sekarang ini, " dia mempertajam pertanyaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan semakin berat dan panas. Mukhotib menjawab santai," gampanglah kalau kita mengukur atau membuat indikator indikator capaian itu." Hanya problemnya adalah kita selalu dihadapkan pada indikator indikator capaian dalam bentuk angka angka kwantitatif. Data kualitatif sering tampak sebagai hal yang tidak menarik , terkadang malah diabaikan," dirinya menambahkan. Contoh misalnya, sekarang yang namanya pekerja seks, sudah berani bertanya pada petugas yang sedang melakukan razia, " mana surat tugasnya, saya mau lihat !" ujar Mukhotib menirukan gaya pekerja seks yang terazia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya, sekarang pembahasan perda hiv dan aids, mulai melibatkan komunitas untuk diajak dialog, tak ada lagi model model arogansi penaklukan yang dilakukan pihak pemerintah dalam hal pembuatan perda. "Surveilans hiv dan IMS kini telah diserahkan dinkes kota, selaku dinas yang berwenang dalam pelaksanaan ke pihak PKBI DiY untuk memastikan hak hak pekerja seks supaya tidak terlanggar," Ujarku menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian obrolan bergeser ke topik lainya. Mukhotib menjelaskan rencana PKBI kebulan depan Agenda PKBI akan membuat workshop nasional untuk sinergitas 3 gerakan, gender , HAM dan hiv dan aids," ungkapnya. dari sana antinya akan lahir tools yang akan mengukur bagaimana layanan konseling yang berperspektif sinergitas 3 gerakan tadi. Memang diakuinya hal ini bukanlah hal yang gampang dalam membuat toolsnya. Mukhotib menceritakan tentang kasus perempuan yang diperkosa dan mempunyai potensi terpapar hiv dan aids, dimana si pemerkosa memiliki perilaku yang rentan dan berpontensi terinfeksi HIV. Wow, dalam kasus seperti ini mana dulu yang akan diselesaikan? kekerasannya dulu ataukah HIVnya? belum lagi jika disana muncul keluhan terkait dengan IMS ( infeksi menular seksual ) akibat perkosaan, beginilah gambaran susahnya menyusun tools tadi.&lt;br /&gt;Nah pelatihan atau apapun namanya , nantinya akan didorong untuk membuat tools yang sesuai dengan kebutuhan tadi. "Dari pelatihan ini, akan lebih mudah lagi membuat indikator capaian yang lebih lengkap dari data yang terkumpul nantinya," Ujarku menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya lagi, PKBI pernah membuat pelatihan audio visual. Mendorong komunitas untuk mampu membuat video komunitas. Kalo diputar ulang, kita bisa melihat perlawanan dari komunitas Pekerja seks, anak jalanan maupun waria. Bagaimana dalam pembuatannya seorang anak jalanan sengaja memasang dirinya di jalan saat razia tengah berlangsung. Kamera tersembunyi sengaja tetap menyala untuk merekam kejadian tersebut, ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan perlawanan semacam tadi menggambarkan tentang perjuangan identitas yang selama ini disulut untuk membakar semangat mereka didalam perjuangan identitas, ujarnya.&lt;br /&gt;Akan tetapi mukhotib menyatakan kekecewaannya saat bercerita tentang hasil video komunitas yang dibuat oleh kelompok gay. Dia mengatakan, " bagaimana kelompok gay, yang dipandang lebih mapan dari sisi itelektual, sosial dan ekonomi, hasil peroduksi videonya menggambarkan kekalahan." Diceritakannya bahwa apa yang difilmkan oleh komunitas ini adalah cerita, walaupun gay masih ada yang bisa dibanggakan, walaupun gay masih ada sisi positif yang diangkat, karena bisa jadi juara badminton dll. Kekecewaanya mencuat karena gambaran kekalahannya oleh karena orientasi seks yang berbeda. Bukan semangat perlawanan seperti kelompok lainnya. kalau saja ini terjadi pada kelompok waria, tentulah tidak membuat kaget. karena kelompok gay ini dipercaya memiliki talenta yang lebih baik dari kelompok marjinal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman lama tadi menggangguk, raut mukanya sangat antusias menyimak cerita cerita tadi. sempat dia menanyakan keberadaan video hasil produksi teman teman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik berganti lagi disaat feri menceritakan kegelisahannya terkait dana yang sangat besar, yang sedang menggelinding digelontorkan bagi program penanggulangan aids di negara ini. Kekhawatirannya mencoba menganalisis tentang ketidak efektifannya dana yang besar dengan haasil yang dicapai selama ini. Ulasan panjang coba diurai dengan menganalisa beberapa hal yang membuat ketidak efektifan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Mukhotib berpandangan lain, dia tidak sesederhana dengan apa yang dibayangkan oleh teman lama ini. Dia bilang, "Saya malah mensinyalir tentang Kolonialisme baru didalam respon HIV dan aids ini."Ungkapnya. Ada indikasi kuat bahwa sekarang ini negara yang kaya, dengan angka prevalensi rendah sedang mengintervensi negara negara miskin dan angka prevalensinya tinggi. Mereka seakan akan berhak untuk mengatur dan membuat negara negara penerima donor ini, menurut. Ini penaklukan baru, dan ini yang disebut&lt;br /&gt;"KOLONIALISME BARU"&lt;br /&gt;Huakk kk kkk kk kami pun tertawa, jangan jangan karena hiv maka ada program untuk gay? Atau karena gay maka program hiv itu ada? " tanya feri sembari berkelakar.&lt;br /&gt;( Huh ,Sangat bias , kata Mukhotib padaku sembari mencibir temanku itu ). "bagaimana bisa seorang sekelas Ferri masih saja bias dengan carapandang yang selama ini tengah dibongkar habis dalam gerakan PKBI?" tanyaku pada Mukhotib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih banyak cerita lagi yang carut marut mengisi malam itu. Hingga saatnya kami pulang karena orang orang dirumah juga mempunyai hak untuk menikmati kebersamaan yang luar biasa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-1863048285588973260?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/1863048285588973260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=1863048285588973260&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/1863048285588973260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/1863048285588973260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/11/berbagi-sore-di-perempatan-tugu.html' title='Berbagi Sore di Perempatan Tugu'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-6207900067405130358</id><published>2009-10-31T19:39:00.004+07:00</published><updated>2009-10-31T21:39:30.440+07:00</updated><title type='text'>Mendobrak multikulturalisme liberal</title><content type='html'>Saat nyantai bersama dengan si Bos PKBI DIY, diruang bal bulnya alias smoking room, tak terduga olehku akan ajakannya untuk ikut menemaninya disebuah pelatihan di Hotel Satya Nugraha yang diselenggarakan lembaga ELKIS ( edukasi lembaga kajian Islam ).&lt;br /&gt;Dengan berkendaraan roda dua kami masing masing meluncur ke tempat pelatihan. Hanya berselang kurang lebih 25 menit tibalah kami disana. Sambutan hangat panitia menghampiri dan menggiring kami langsung keruang makan lantai satu hotel tersebut.&lt;br /&gt;Obrolan santai kembali berlangsung sebagai mengawali makan malam yang kuharapkan sejak tadi, karena perutku yang mulai berontak kelaparan sejak siang tadi. Memang gaya direktur yang nyantai selalu mengundang gelak tawa ditengah obrolan yang terkadang cukup serius sebenarnya. Najib dan nita dua orang teman Elkis yang sempat berkenalan denganku. Walaupun sempat roaming mencoba mengingat dan bertanya tentang siapa mereka, akhirnya kudapatkan jawabannya. Paling tidak aku mengenalnya sebagai panitia di pelatihan tersebut. Tak banyak yang kuingat, selain sindiran bosku yang mengkritisi tentang apa yang lembaga tersebut lakukan didalam kerja kerjanya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 19.00 , saatnya sesi pelatihan dimulai kembali. Ini merupakan hari ke enam dari pelatihan panjang ,"ujar panitia membuka sesi. Beberapa pesan berupa pengumuman sengaja disampaikan , sebagaimana biasa terjadi dibanyak pelatihan. Seorang peserta bertanya, Bisakah nantinya kami mengirimkan tulisan tulisan ke Elkis nantinya untuk dimuat, jikalau peserta ini telah kembali ke daerahnya?".  Panita kemudian menjawab, " ya boleh tetapi kita tidak menjajikan bahwa akan dimuat lho ya." Justru kemudian hal ini di review oleh Mukhotib sebagai bahan kritikan, sebagai suatu jawaban yang bijak akan tetapi sebenarnya sedang lari dari kenyataan, katanya sambil berkelakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multikulturalisme Baru&lt;br /&gt;Berawal dari pertanyaan, " apa yang menjadi alasan sesuatu itu menjadi sebuah kultur ?"&lt;br /&gt;Agama, suku, ras, budaya, ideologi dll merupakan sebuah kultur yang perlu di" bela bela", kemudian patut untuk diperjuangkan ? Peserta dengan lugas menjawab, dari apa yang telah diperolehnya selama pelatihan enam hari tersebut. Organisasi, budaya yang sama, kelompok sosial, cita rasa , apresiasi, identitas.  Lalu kalau saya menulis kata "WARIA" apakah ini ini bisa di sebut atau bahkan di akui sebagai sebuah kultur? Mukhotib melanjutkan pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua peserta hening dan berpikir. Serentak jawaban mengatakan ya, adapula yang hanya mengangguk angguk tampak ragu mengatakan ya! Saaat pertanyaan tersebut dibalik dengan bertanya kembali mengapa? karena waria juga mempunyai karakter, dan persyaratan yang tadi disebutkan oleh peserta sebagai sebuah kultur.  Sebagai sebuah kultur, bagaimana kelompok waria tersebut juga perlu diperjuangkan?  Semua peserta terhenyak menjadi bingung dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multikulturalisme yang selama pelatihan ini mereka dapatkan, adalah multikultural stagnan. Multikultural mainstream yang dipahami sebagai multikultural liberal. Agama, ras , suku, bangsa, ideologi dsb.&lt;br /&gt;Akan tetapi saat waria, anak jalanan, gay, pekerja seks juga memenuhi kriteria sebagai sebuah kultur, masih berat didalam kepala peserta untuk berpikir tentang perjuangan untuk mereka.&lt;br /&gt;Mengapa? berbagai pertanyaan dan pendapat disampaikan oleh peserta yang mengatakan hambatan Agama menjadi hal dominan melandasi beratnya perjuangan untuk kelompok marjinal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat kembali dari apa yang termasuk didalam multikulturalisme liberal, agama adalah salah satunya yang dibela bela, untuk ikut diperjuangkan. Akan tetapi disaat kelompok waria disebut sebagai salah satu kelompok yang perlu juga ikut diperjuangkan , mengapa agama sendiri melakukan fundamentalisme pada kelompok ini? Mukhotib mempertanyakan.&lt;br /&gt;Menyikapi kegelisah saat berbenturan dengan agama, adalah dengan memandang agama sebagai bagian dari spiritualitas yang bukan selalu bernama agama. Biarkan kelompok ini memiliki spiritualitasnya sendiri, tanpa kemudian terinvensi dengan kata agama yang melakukan peradilan bagi keyakinan yang dipaksakan atas dasar fundamentalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan multikultaralisme baru yang bukan liberal tadi akan mendorong kelompok kelompok yang termarjinalkan tadi menjadi identitas sosial baru, katanya. Lalu bagaimana strategi advokasinya? mukhotib melanjutkan.&lt;br /&gt;Pengorganisasian, kampanye publik dan legislasi sebagai suatu cara, yang harus dikerjakan bersama. Pengorganisasian akan mendorong komunitas pada sebuah kesadaran bahwa untuk perjuangan identitas tidak akan mungkin dilakukan sendiri. Berorganisasi adalah jawaban untuk hal itu. Maka dengan cita rasa, apresiasi dan cita cita yang sama organisasi ini akan menjadi sebuah identitas yang diakui sebagai identitas baru.&lt;br /&gt;Kampanye publik, adalah upaya upaya untuk mempengaruhi opini publik. Bisa menggunakan media cetak hingga audio visual. Bisa pula menggunakan aksi aksi turun kejalan untuk menarik perhatian publik, jelasnya. contah media di jelaskan panjang lebar olehnya.&lt;br /&gt;Legislasi, dalam bentuk legal draft, judicial review maupun counter draft legal dijelaskan runtut sebagai upaya mempengaruhi para pengambil kebijakan untuk membuat aturan aturan yang melindungu hak hak kultur sosial baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya perjuangan ini, akan mampu pada akhirnya melahirkan sebuah blok sosial baru yang setara dengan blok sosial masyarakat yang selama telah ada. Keberadaanya mempunya hak hak yang sama didalam sebuah proses kehidupan, misalnya dalam hal lapangan pekerjaaan , membina keluarga, akses layanan publik bahkan didalam hal berpolitik. tidak ada kemudian pembatasan pada sektor sektor riil, hak mereka sama. Impian besar semacam ini akan mampu memberikan kontribusi bagi terciptanya penurunan angka prevalensi hiv dengan lebih nyata, jika dipandang dari penanggulangan hiv dan aids. Hal ini didasarkan pada sebuah kesadaran bahwa ternyata problem hiv dan aids bukannlah masalah di dunia klinis semata, akan tetapi merupakan relasi dengan problem HAM dan masalah Gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya memperjuangkan  multikulturalisme baru, untuk kehidupan bernegara yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan aku pulang, teringat gaya guyonan dan kelakar pada kemasan sebuah pembelajaran yang berat, menjadi suatu hal yang menarik untuk ditulis didalam blog ini. Kesempatan yang jarang sekali didapatkan oleh relawan sejadul diriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian dari bunga bunga idealisme meletup meledak terbawa didalam tidur panjangku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-6207900067405130358?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/6207900067405130358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=6207900067405130358&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6207900067405130358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6207900067405130358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/10/mendobrak-multikulturalisme-liberal.html' title='Mendobrak multikulturalisme liberal'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-9121671547150728005</id><published>2009-10-04T00:37:00.004+07:00</published><updated>2009-10-04T01:39:54.144+07:00</updated><title type='text'>Padang kenangan sejarah yang kembali terulang</title><content type='html'>Gempa Padang, Jambi dan Bengkulu , membuat saya kembali pada kejadian bencana yang dialami oleh Daerah istimewa Yogyakarta 3 tahun yang lalu. Kekuatan 7,6 scala richter tersebut lebih dasyat dari apa yang terjadi di kota saya, 5,9 scala richter. Walaupun demikian kerusakan yang ditimbulkan saat itu luar biasa parahnya, bahkan lebih dari 5000 orang meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan itu, sangatlah membekas dalam ingatan saya. Pukul enam pagi disaat saya baru saja terbangun dari tidur, dikejutkan dengan bunyi gemuruh bagaikan suara hujan deras yang kemudian diikuti goyangan tanah dimana rumah terasa bergoyang hebat. Dengan cepat ku ambil langkah segera keluar dari rumah yang terdengar berdenyet , kretak kretek.Mencoba meraih pintu yang masih terkunci untuk segera dibuka supaya ku bisa keluar dari rumah yang saya kuatirkan bakal rubuh tersebut. " Gempaaaaaaa, KELUARRRRRRRRRR, Semua KELUARRRR, GemPaaaa....." teriakku sambil berlari keluar...&lt;br /&gt;Semua orang, termasuk tetangga sudah juga berlari keluar rumahnya. Terlihat rumahku yang masih bergoyang, memang terasa agak lama goyangan itu. Kaki saya masih merasakan tanah yang bergoyang membuat kepalaku terasa sedikit pusing seperti orang yang mabok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu, gempa berlalu. Bersyukur dalam hati saya, melihat semua orang selamat. Bahkan rumah tua yang saya tempatipun tak mengalami kerusakan yang berarti.&lt;br /&gt;Pandanganku segera beralih ke arah utara rumah, disana ada hamparan sawah luas sehingga  sangat mudah bagi saya untuk melihat kokohnya gunung merapi kebanggan Jogja. Terlihat asap tebal mengepul dari puncaknya. Segera ku berpikir," oh gunung Merapi meletus, to "&lt;br /&gt;Radio dan televisi segera menyiarkan gempa yang barusan terjadi. Ternyata mereka menyebutkan bahwa gempa tadi adalah gempa tektonik yang berpusat di selatan kota jogja, jadi bukan karena merapi meletus.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa saya bergegas menuju Rumah sakit, tempat kerjaku. Karena gempa tadi tak membuat masalah dilingkungan atau bahkan rumah tuaku, sehingga saya bisa berlenggang pergi tanpa kekuatiran yang berlebihan. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, mata saya tak hentinya memandang kiri dan kanan jalan. Mencoba mengamati dampak gempa yang barusan terjadi. Tak ada kerusakan yang berarti hanya beberapa genteng yang merosot atau kaca kaca yang pecah di beberapa estalase, selebihnya aman. Jalan begitu sepi, kosong tak sepadat biasanya pada jam jam seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dirumah sakit, saya parkir ditempat biasanya. Beberapa karyawan lain, terlihat sedang membicarakan gempa yang barusan terjadi pagi tadi. Dengan tak banyak basa basi segera saya menuju ruang kerja. Sama karyawan sedang membicarakan topik gempa. Tak lama waktu berselang , puluhan pasien datang pada waktu yang bersamaan. Terjadi kepanikan yang luar biasa. Dalam waktu yang tak lama ratusan pasien telah tergetak di UGD yang biasanya hanya menampung sekitar 15 - 20 pasien saja. Mereka adalah korban gempa di Kab,Bantul. Kini jumlah pasien yang masuk hampir mencapai seribu orang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berteriak minta tolong, banyak dari mereka minta didahulukan, semakin padat, semakin banyak. bahkan lorong lorong jalan di dalam rumah sakit penuh dengan korban gempa tadi.&lt;br /&gt;Pusing, prihatin dan sedih jadi satu. saya tak tahu, bingung mana yang akan ditolong, semua harus ditolong. Kedaaan saat itu begitu kacau, tak ada tempat lagi. Ratusan orang bergeletakan didalam maupun diluar rumah sakit. Halaman parkirpun menjadi tempat korban korban dengan bergeletakan di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas rumah sakit yang terbatas itu harus melakukan pekerjaan yang sudah diluar batas kemampuannya, akan tetapi korban tetap harus mendapatkan pertolongan saat itu.&lt;br /&gt;Berjalan dilorong dengan melompati para korban. Infus yang bergelantungan tak beraturan. Oabat obatan yang semrawut juga harus keluar dari apotik. beratus ratus botol di sebarkan di berbagai lorong dan halaman parkir. menjahit luka bagaikan menjahit baju robek saja. Ruang radiologi terjadi antrean panjang dari pasien. Tak elak lagi mesin foto rongent itu cepat sekali panas, hingga gambarnyapun tak begitu baik, akan tetapi memang harus berjalan, demi memberikan pertolongan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiang semakin panas, kini ribuan orang bergeletakan. Tidak ada air minum buat korban, apalagi makan. Banyak orang yang tak membawa identitas semakin membuat sulit para pekerja rekam medis yang sedang membuat catatan medis pasien...&lt;br /&gt;selang beberapa waktu, beberpa orang luar menawarkan bantuan sebagai relawan.&lt;br /&gt;Beruntunglah mereka membantu mengangkat, memeindahkan bahkan mendorong bed ke radiologi maupun kamar operasi. Tak tanggung tanggung ratusan orang harus menjalani operasi tulang. Jenazah jenazah yang bergeletakan berbaur dengan pasien lain, segera dipindahkan ke kamar jenazah di belakan rumah sakit. Dan saya sendiri , tak hentinya berkeliling membantu korban yang harus segera mendapatkan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sore hari itu posko bantuan segera dibuka. siaan radio yang terus menerus menyiarkan berita bencana membuat sebagian orang datang ke rumah sakit dengan membawa bantuan seaadanya, mie instant, berasa, uang, roti, air mineral, baju apapun semua dibawa. Tak mau ketinggalan novotel Hotel yang terletak di depan rumah sakit juga menyubangkan nasi bungkus masakan mereka sendiri. dan hal itu terjadi setiap harinya. Relawan relawan juga tak henti hentinya bekerja dengan waktu. Kelelahan itu tak muncul diraut wajah mereka, hanya semanagt dan menolong yang tampak di depan mata. Tiga hari terus menerus saya bekerja, hampir 24 jam kita semua bekerja, hingga seminggu kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bencana tadi melanda kota Padang, Jambi dan Bengkulu. Tayangan TV memberikan gambaran yang jelas seperti apa yang tengah terjadi. Sejarah Jogja terulang kembali di Padang. Sebagai orang Jogja yang pernah mengalami hal serupa, tentunya saya bisa merasakan seperti apa yang dialami oleh orang orang Padang saat ini. Air mata saya seringkali tak sadar menetes keluar disaat  saya menyaksikan tayangan beberepa stasiun TV yang terus menerus memberitakan bencana di Ranah Minang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya pengalaman yang saya alami saya bagikan melalui situs pertemanan sosial "Facebook" untuk sekedar berbagi, dengan apa yang pernah saya alami, saya rasakan, dan saya lakukan." hendaknya kekeurang dimasa yang lalu bisa menjadi tonggak untuk mengantisipasi hal hal yang mungkin saja terjadi disaat merespon keadaan darurat yang diakibatkan oleh bencana Gempa. harapan kita semua , pastilah jangan ada gempa lagi, akan tetapi jika hal tersebut kembali harus terjadi, pengalaman dari rentetan sejarah akan segera bisa memberikan respon yang lebih cepat, lebih baik dengan mengutamakan misi kemanusiaan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan Duka cita yang sedalam dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan oleh saudara saudara kita yang meninggal , semoga seluruh keluarga di berikan kekuatan dan ketabahan didalm menerimanya. Turut prihatin atas keluarga, sahabat, handai taulan yang menjadi korban dari bencana gempa di awal oktober ini.....semoga diberikan kepulihan dalam waktu yang lebih cepat, sehingga bisa kembali didalam berkarya dan melanjutkan cita cita ke depan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-9121671547150728005?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/9121671547150728005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=9121671547150728005&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/9121671547150728005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/9121671547150728005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/10/padang-kenangan-sejarah-yang-kembali.html' title='Padang kenangan sejarah yang kembali terulang'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s72-c/signatr.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-4308013773578893928</id><published>2009-03-24T23:46:00.006+07:00</published><updated>2009-03-25T00:00:17.207+07:00</updated><title type='text'>Angkringan Pedopo Dalem</title><content type='html'>Tempat nongkrong di Jogja mulai bertebaran.  Ada warung lek Man di utara stasiun tugu, yang terkenal denga kopi josnya. Ada oyot doyong miliknya raminten , mirota batik. Ada lesehan code yang memanjang sepanjang bantaran sungai code, sebelah selatan jembatan gondolayu. Ada warung tinong dengan tawaran harga yang serba limaribu, dll.&lt;br /&gt;kali ini saya ada di angkringan Pendopo dalem. Letaknya hanya limapuluh meter timur pasa ngasem, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQBFK-7ZI/AAAAAAAAARM/UV7gtAXt13U/s1600-h/DSC01504_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQBFK-7ZI/AAAAAAAAARM/UV7gtAXt13U/s320/DSC01504_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316798445841739154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendopo Dalem ini buka pada jam 18.00 sampai pukul 00.00 wib. Menu yang disajikan bermacam macam, mulai dari jajanan pasar hingga nasi brongkos.Minuman dengan nama aneh seperti wedang bleduk sampai es teh ataupun es jeruk. Semua disajikan dalam gaya angkringan, ambil sendiri, comot mana yang suka dan bayar di akhir tongkrongan. Fasilitas yang disediakan cukup unik. Mulai dari kursi ala jawa, ornamen klasik jawa seperti gamelan, gunuk angkringan hingga wifi gratis pun ada. Harga relatif murah disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQMu9wYBI/AAAAAAAAARU/uWILF038PMI/s1600-h/DSC01502_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQMu9wYBI/AAAAAAAAARU/uWILF038PMI/s320/DSC01502_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316798646039109650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buat para pencinta gaya gaya etnik jawa, temapat ini menarik untuk dipilih menjadi pilihan. Suasana yang tenang, gaya yang lebih santai didukung dengan temapat yang luas terbuka. Untuk parkirpun mudah dan luas, soal keamanan tidak diragukan lagi pastilah terjamin aman. TEmpat yang berlokasi didalam regol, kangungan dalem memang pas untuk menyelenggarakan berbagai aktivitas seperti rapat,kongko kongko ataupun sekedar ngenet gratis. Tidak jarang partai partai politik menggelar rapat dengan kadernya disini, afiliansi beberbagai komunitas juga sering meramaikan tempat yang njawani dan murah ini. ada komunitas fiat, komunitas blogger, hingga forum LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckRC3mjg4I/AAAAAAAAARs/mh_Tmen2J04/s1600-h/DSC01503.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckRC3mjg4I/AAAAAAAAARs/mh_Tmen2J04/s320/DSC01503.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316799576070652802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tertawa, diskusi hingga ngobrol santai terekam oleh ketenangan Angkringan unik ini. Kalangan muda dan tua, perempuan dan laki laki, sering berkumpul menikmati layanan dan sajian yang tampak ramah bersahabat. Sering kali waktu tak terasa telah habis hanya karena terlalu asyik dengan aktifitas yang mengalir disela sela makanan yang tersaji. Gagasan gagasan besar terkadang lahir di tempat seperti ini. Teringat misalnya gagasan teman teman aktifis saya yang melahirkan gagasan besar dan kemudian mengembangkannya dalam program pers ccrnner ataupun kantor berita swara nusa.net , lahir ditempat seperti angkringan pendopo dalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQW67ngRI/AAAAAAAAARc/AhNSfx0H_ic/s1600-h/DSC01505_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQW67ngRI/AAAAAAAAARc/AhNSfx0H_ic/s320/DSC01505_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316798821050056978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semakin jarang rasanya menemukan tempat dengan tawaran semenarik disini. Murah, enak, mempunyai ke khasan, bahkan juga didukung dengan wifi yang tergolong modern. Jika di bandingkan dengan kafe kafe lain yang mulai berjamuran dijogja, maka Angkringan pendopo dalem menjadi menonjol karena khas, murah dan free hotspot lagi...&lt;br /&gt;Soal harga wah wah ah, tidak sebanding dengan kelas kafe pada umumnya, apalagi kalo kafe itu ada di Jakarta ataupun kota kota besar lainnya, tidak ada seperduapuluhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja banyak sekali temapt seperti ini di Jogja, tentunya akan menjadi salah satu daya tarik wisata tersendiri bagi wisatawan. Buat penduduk jOgja sendiri akan sangat bermanfaat jika banyak hal hal positif bisa dikembangkan dan dikerjakan dengan layanan seperti tadi. Sejumlah paparan menunjukakan bahwa potensi sisi ada dan banyak. Tinggal menunngu respon yang lebih baik bagi pengunjung ataupun pemerintah yang sensisif terhadap lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQhv7zzqI/AAAAAAAAARk/ywC9kfdQn9E/s1600-h/DSC01506_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQhv7zzqI/AAAAAAAAARk/ywC9kfdQn9E/s320/DSC01506_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316799007076634274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;angkringan Pedopo Dalem, ruang diskusi modern dengan tata etnik dan ke khas an budaya Jawa. Bukan saja telah  ikut mendukung upaya pencerdasan bangsa akan tetapi memberi nilai bagi pelestarian budaya Jawa. Pariwisata akan berkembang dengan hadirnya Angkringan unik, seunik Emperan NDalem Kasultanan Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-4308013773578893928?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/4308013773578893928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=4308013773578893928&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4308013773578893928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4308013773578893928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/03/angkringan-pedopo-dalem.html' title='Angkringan Pedopo Dalem'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SckQBFK-7ZI/AAAAAAAAARM/UV7gtAXt13U/s72-c/DSC01504_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-7932115223264387524</id><published>2009-03-23T04:28:00.009+07:00</published><updated>2009-03-23T19:56:57.041+07:00</updated><title type='text'>Sopir dan dompet</title><content type='html'>Sabtu malam kira kira jam 22.00 wib, saya tiba di kota kendal, tepatnya Sukorejo, kota kecil yang menghubungkan kota Weleri dan Parakan Temanggung, tempat dimana kakakku tinggal.  Sehabis dirawat di RS.Bethesda kemarin, saya disuruh untuk tinggal beberapa hari di rumah kakak perempuanku ini. Alasannya supaya saya bisa benar benar istirahat hingga fit, dan tidak terganggu dengan aktivitas kerja apalagi keluyuran....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian kakak perempuanku ini memang luar biasa, sewaktu saya operasipun dia menunggui hingga semuanya kelar. Tak sedikit semangat yang terlontarkan olehnya karena memang saya adalah adiknya yang paling dimanjanya. Tersenyum saya saat mengingatnya, karena bermanja  seperti masa kanak kanak mempunyai keindahaannya sendiri. Jikalau ini hanyalah mimpi, ingin rasanya saya tetap terpejam dan tak terbangun dari benaman sayang seorang kakak yang menghanyutkan  penuh peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Sukorejo kali ini saya tempuh dengan jasa layanan travel Ramasakti. yang berkantor di Jl.Diponegoro,  Yogyakarta, atau sebelah barat tugu Jogja. Awalnya kakak menyarankan saya menggunakan jasa taksi saja, dengan alasan bahwa biasanya pada hari hari weekend jasa layanan tersebut penuh, selain itu juga bahwa menggunakan taksi pastilah lebih nyaman. Tetapi saya berpikir bahwa lebih hemat meggunakan jasa travel dari pada taksi yang jauh lebih mahal. Coba saja bandingkan jika membeli tiket travel paling paling hanya mengeluarkan kocek Rp.50.000 , tetapi jikalau menggunakan jasa taksi paling minim saya harus bayar Rp.460.000 , untuk tujuan Jogja - sukorejo. Harga ini terlalu banyak , walaupun kakakku sendiri yang membayar semuanya, saya hanya berpikir hemat saja sich...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Travel berangkat jam 18.00 dari jam 17.00 yang dijadwalkan. Kadang kesel juga sich, dengan molornya waktu tadi. Kekesalan bertambah saat teryata si driver yang namanya pak.Wasono minta ijin untuk mampir kerumahnya, di daerah dekso kalibawang,sebelah barat Godean. bagaimana tidak kesal , karena sejak sebelum berangkat saya sudah telpon kantor , dan menanyakan apakah saya bisa dijemput didaerah Godean , walau dengan tambah ongkospun tidak jadi soal. Akan tetapi pihak kantor mengatakan tidak bisa, sehingga saya calling taksi untuk mengantarkan ke agen travel ini sekalipun jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari Godean.&lt;br /&gt;Grubyak ...permintaaan Si wasono tadi saya ijinkan walaupun dengan kesal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceFRE4lqSI/AAAAAAAAAQ8/tiplL4G-QHM/s1600-h/42-19345345.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceFRE4lqSI/AAAAAAAAAQ8/tiplL4G-QHM/s320/42-19345345.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316364413549521186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berjalan merambat, kedaerah yang bukan reute travel Jogja pekalongan. mampir kerumah wasono si driver untuk mengambil bebebrpa lembar pakaian ganti. Cuaca seharian hujan, semakin membuat lamban perjalanan. saat itu jalanan sangat gelap dan diperparah kondisi kendaraan yang tidak satndart lagi. Pintu kanan di tahan dengan tali plastik rafia supaya tidak buka sendiri. Lampu depan sudah tidak terang lgi alias burem. AC yang mati membuat driver berdoble job untuk mengelap kaca depan , seperti weepear. wah pokoke hancurlah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama terasa perjalanan kemaren, biasanya jarak Jogja Sukorejo bisa saya temapuh hanya dengan waktu 2,5 jam dengan menggunakan roda dua alias sepeda motor. Akan tetapi dengan travel ini terasa hanya merambat dengan memikul beban sabar. Saya tidak berani komplain dengan driver saat itu, karena relasi kuasa dan keselamatan ada di tangan dia. Semua coba saya pahami karena sebelum berangkat, si driver mengeluh bahwa dia capek dan belum istirahat. Tampak sekali guratan kelelahannya, dengan mata menahan berat karena kantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba menikmati perjalanan seperti biasa, akan tetapi perasaan ini telah dilingkupi oleh rasa kecewa, jadi susah. Pemandangan jendela luar tidak tampak, terhalang oleh kaca film yang tebal dan buram. Hingga akhirnya saya beristirahat di kota Parakan,  warung eny dimana travel tadi melepas lelah sejenak. Sambil melepas penat akibat perjalanan yang lelot lamban tadi saya mencoba semangkok soto dan teh panas sebagai penghangat. Lumayan, badan bisa lebih fit, beberapa lembar uang dibayarkan ke warung dan kemudian saya kembali melanjutkan dengan si travel putih, rama sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pak driver dari kaca spion , saya lebih agak tenang karena cahaya redupnya mulai terang kembali sesaat setelah segelas kopi menghangatkannya. Kurang lebih pukul 22.30 wib, saya sampai tujuan dengan kakak yang telah dari tadi menungguiku, bahkan selama perjalanan selalu sms menanyakan saya samapi dimana, huih seperti saya ne anak kecil yang baru sekali berpergian jauh dan sendirian....geleng geleng saya, bila mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tiba di Sukorejo sudah sangat malam, maka tanpa babibu saya menyelonggorkan badan dikarpet depan TV kakak, dan kemudian melemaskan semua sendi yang kaku karena perjalanan jauh tadi. Minum keluar dibuatkan mbak yem ( pekerja rumah tangga ) , kemudia makan malam yang memang telah disiapkan dari sebelum saya sampai disitu. ada sesuatu terjadi malam itu, yang mengganjal tanpa pernah saya tahu apa penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdorong keinginan saya untuk akses internet, dengan kondisi laptop yang sedang trouble dengan PC Suiteya, maka dompetlah yang kemudian saya cari... Bongkar sana sini tidak juga ketemu, bertanya pada kakak juga tidak tahu. semua orang dirumah itu saya tanyain juga jawabanya sama tidak tahu....tambah dongkol campur jengkel, tidak karuan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceEjFO-UbI/AAAAAAAAAQ0/Smhe3qpPpaI/s1600-h/42-16605779.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceEjFO-UbI/AAAAAAAAAQ0/Smhe3qpPpaI/s320/42-16605779.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316363623369429426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dompet itu berisi beberapa lembar  uang pecahan. STNK mobil dan motor, KTP, SIM, Kartu debet, Kartu kredit dan bahkan semua buku tabungan nyantol didalam dompet saya yang panjang dan lebar itu. Bergeretak rasa kesal didalam benak dan otak.  Sempat juga curiga ma kakak, mungkin saja dia sengaja ngerjain supaya saya bingung seperti biasanya "gojekannya" padaku. Apalagi kakak hanya menjawab dengan tenangnya," wis wis besok pagi juga balik, tenang aja wis, sana tidur aja gak usah dipikir banget banget...."&lt;br /&gt;Saya rebahkan badan ini ketempat tidur , akan tetapi mimpi indah itupun tak segera bersambut..hingga akhirnyapun pagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi pagi sekali sya sudah terjaga dari tidur yang tak nyenyak. Segera keluar kamar dan membuka pintu depan untuk segera menengok ke jalan. Saya curiga dan sedikit berharap bisa menemukan dompet yang hilang semalam di jalan depan rumah saat saya turun dari travel.&lt;br /&gt;Hasil nihil, dengan sedikit kuatir, jangan jangan jika memang jatuh di jalan ini ,tentunya sudah keduluan diambil orang? Harapanku sedikit ku rubah untuk menenangkan hati, moga moga aja itu dompet jatuh di dalam travel dan sisopir berbaik hati untuk mengembalikannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan, saya ambil handphone dan segera memencet tombol 108. Informasi yang kudapat adalah nomor rama sakti pekalongan dan jogja. Segera waktu itu saya hubungi kedua kantor tersebut. Jawaban dari kantor Jogja memberikan harapan yang lebih baik. Saya mendapatkan nomor si Wasono, sang driver. Buru buru nomor bang driver saya pencet. Jawaban muncul., " maaf telfon yang anda hubungi sedang tidak aktif ".&lt;br /&gt;Mungkin sedang tidur, karena kecapekan, makanya handphone di matiiin, pikir saya. Mengulur sabar berharap segera bisa menghubungi sang sopir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceGzTwoELI/AAAAAAAAARE/_FkfSDdzaTc/s1600-h/42-18910047.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceGzTwoELI/AAAAAAAAARE/_FkfSDdzaTc/s320/42-18910047.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316366101169836210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berkali kali saya coba tetap tidak bisa terhubung. Coba telpon kantor lagi dan titip pesan pada mbak operator. Tinggalin SMS buat si sopir juga. Pokoknya segala upaya di lakukan agar segera bisa mendapat kepastian dompet yang hilang tadi.&lt;br /&gt;Kira kira pukul 12.00 siang, saat saya nongkrong depan rumah kakak, terlihat travel warna putih parkir di depan rumah. Ramasakti tulisan yang menempel pada mobil tersebut. sontak saja sambil berdebar berharap bahwa ini si sopir yang bakalan balikin ataupun kasih kabar tentang dompet hilang. Si Wasono keluar mobil putih itu dan membawa benda kotak, panjang berwarna hitam persis seperti dompet saya. " Mas ini dompetnya, tadi saat bersih bersih saya menemukannya di bawah kursi", jelas Sopir. "tolong di chek dulu ", Sambil menyerahkan dompet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceEcDbrSuI/AAAAAAAAAQs/_xLt7ySWGqA/s1600-h/AX050741.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceEcDbrSuI/AAAAAAAAAQs/_xLt7ySWGqA/s320/AX050741.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316363502626753250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Luar biasanya leganya saat itu, semua lengkap, tidak ada yang kurang. Tidak terbayang sama sekali dompet tadi bisa kembali. sambil berteriak teriak gak jelas, "WOOOOO DOMMPETNYA Ktemuuuuuuuuuu......." berulang ulang aking senangnya........&lt;br /&gt;Si sopir senang melihat kegirangan saya, terima kasih terima kasih terima kasih.........Dengan mengambil beberapa lembar uang kertas segera ku slipkan dikantong pak Wasono, .....Entah tidak tahu lagi saya bagaimana megucapkan terima kasihnya.&lt;br /&gt;bagi saya , its amazing.....................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pak Wasono, sopir yang jujur tadi pergi melanjutkan pekerjaaannya. Lambaian tangan dan anggukanku memberikan hormat atas kejujuran yang mungkin sudah jarang ditemukan pada jaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-7932115223264387524?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/7932115223264387524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=7932115223264387524&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7932115223264387524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7932115223264387524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/03/sopir-dan-dompet.html' title='Sopir dan dompet'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SceFRE4lqSI/AAAAAAAAAQ8/tiplL4G-QHM/s72-c/42-19345345.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-4640038810519553377</id><published>2009-03-22T23:57:00.016+07:00</published><updated>2009-03-23T02:46:27.590+07:00</updated><title type='text'>Sepintas menengok mencolek sadar</title><content type='html'>Seminggu sudah saya melewati hari setelah beberapa hari sebelumnya terbaring dirumah sakit, karena harus menjalani operasi sinusitis. Tindakan operasi telah memaksa saya untuk merelakan diri tergolek dalam ketidak berdayaan walaupun hanya untuk sesaat lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaJmUD5ndI/AAAAAAAAAO8/buD_ZBAm3P4/s1600-h/DSC01463.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaJmUD5ndI/AAAAAAAAAO8/buD_ZBAm3P4/s320/DSC01463.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316087701470551506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bermacam tindakan yang memerlukan anestesi secara umum harus saya jalani untuk sekedar lepas dari masalah yang terkait dengan sinusitis ini. Bahkan dua hari pasca operasi saya harus menjalaninya kembali untuk melepas tampon yang sebelumnya dipasang pada rongga hidung dan mulut , sembari merasakan bahwa ternyata pakaw itu indah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinusitis adalah suatu peradangan yang terjadi pada rongga paranasal. Menurut dokter ,dalam kondisi normal  dilihat dari hasil CT- Scan maka akan terlihat beberapa rongga kosong di sekitar hidung, dipipi kanan kiri ataupun di bawah otak. Akan tetapi pada kasus  sinusitis biasanya ditunjukkan dengan terisinya rongga rongga tadi oleh cairan , yang bisa terjadi akibat infeksi ataupun alergi. Secara kasat mata hal ini tidaklah terlihat, kecuali menggunakan alat penunjang yang berkemampuan untuk melihat isi jeroan kepala seperti CT-Scan ataupun MRI ( magnetic resonance imaging ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaPxY5aikI/AAAAAAAAAPk/oKc90f9DTIo/s1600-h/Gray859.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 277px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaPxY5aikI/AAAAAAAAAPk/oKc90f9DTIo/s320/Gray859.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316094488817076802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tampilan fisik hanya bisa dilihat dari gejala ataupun keluhan yang dihadapai oleh penderita.  Dokter spesialis THT merupakan orang yang pas untuk mengetahui hal tersebut, karena bidang keilmuan yang mereka kuasai dan pelajari dari akademisi.&lt;br /&gt;Saat pertamakali sayapun tidak menyadari bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah sinusitis. Keluhan yang saya alami adalah hanyalah pilek yang berkepanjangan, namun tidak sembuh sembuh walaupun bermacam obat telah di tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaLduys3hI/AAAAAAAAAPE/J5YkxNCEdL0/s1600-h/DSC01459.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaLduys3hI/AAAAAAAAAPE/J5YkxNCEdL0/s320/DSC01459.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316089753050603026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hingga pada akhirnya sakit kepala yang amat sangat, migrain yang terus menerus terjadi, suara sampai sengau, karena adanya lendir yang terus mengganggu rongga hidung bahkan sempat juga saya mengalami ganguan bau busuk dihidung, dan ganguan pendengaran di telinga sebelah kiri. Semua tadi membuat saya curiga dan kembali membawa masalah tadi ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali saya tidak menyadari dengan apa yang terjadi pada tubuh ini. Bahkan tidak  jarang saya menyepelekan keluhan keluhan jika belum benar benar parah atau tampak beresiko sekali.&lt;br /&gt;Akan tetapi dokter Arin Sp.THT RS.Bethesda yk,mengatakan bahwa jika radang seperti sinusitis ini dibiarkan maka resikonya akan lebih berat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaMORg_CYI/AAAAAAAAAPM/rufgYxNCbUM/s1600-h/200px-Maxilar_sinusites.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaMORg_CYI/AAAAAAAAAPM/rufgYxNCbUM/s320/200px-Maxilar_sinusites.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316090587005258114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Betapa tidak, jika cairan dan infeksi tadi menjalar sampai memenuhi rongga rongga tadi bukan tidak mungkin akan berakibat pada gangguan penglihatan yang bisa berujung pada kebutaan, atau bahkan gangguan lain karena infeksi pada selaput otak. Begitu menyeramkan penjelasannya, akan tetapi segala sesuatu bisa dicegah jika kita mampu dan mau untuk melakukan pemeriksaaan ataupun treatment awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaO0aNY73I/AAAAAAAAAPc/pcbXjtd8ZPI/s1600-h/250px-Gray1199.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 206px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaO0aNY73I/AAAAAAAAAPc/pcbXjtd8ZPI/s320/250px-Gray1199.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316093441197272946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa kali saya melakukan chek dan konsultasi dengan dokter THT.  Beliau mengatakan bahwa sinusitis bisa diakibatkan dari suatu infeksi ataupun reaksi alergi. Dijelaskan bahwa pemicu dari masalah yang saya alami adalah alergi. Ada beberapa penyebab dari alergi itu sendiri. Alergi bisa dipicu oleh makanan, udara  ataupun polutan.&lt;br /&gt;Memang sejak lama saya mengalami ganguan alergi pada makanan. Dari hasil skin test alergi yang pernah saya lakukan di klinik alergi waktu itu, hasil menunjukkan bahwa saya alergi terhadap serbuk bunga rumput, debu, wortel,nanas, kopi, coklat, telur, daging boiller, susu, kacang dan sekian makanan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaSl6basuI/AAAAAAAAAPs/R25xRYWwSLQ/s1600-h/42-21657799.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaSl6basuI/AAAAAAAAAPs/R25xRYWwSLQ/s320/42-21657799.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316097590194516706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut saya saat itu,tidak mungkin jika harus menghindari sekian makanan yang menjadi konsumsi keseharian itu. Maka babat habis saja dan persetan dengan hasil test, pikir saya saat itu. Memang untuk beberapa makanan seperti nanas , saya hingga kini masih menghindarinya, karena reaksi akibat akan nanas tersebut langsung muncul seperti sariawan di mulut dan radang tenggorok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaMtgFT35I/AAAAAAAAAPU/RdRQEI0Ji10/s1600-h/DSC01478.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaMtgFT35I/AAAAAAAAAPU/RdRQEI0Ji10/s320/DSC01478.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316091123491659666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Informasi yang saya dapatkan juga, bahwa pembakaran bensin yang tidak sempurna oleh kendaraan bermotor telah meninggalkan residu yang terpapar di udara jalanan. Residu tersebut mengambang dan terhirup oleh saluran pernafasan yang tidak terlindungi oleh masker. Kejadian yang berlangsung terus menerus tersebut menyebabkan menempelnya sebagian residu pada bagian paranasal yang kemudian memicu timbulnya sinusitis.&lt;br /&gt;Mungkin secara teori bisa dipahami bagaimana kondisi polusi udara dijalan yang setiap harinya macet dengan kepulan asap knalpot yang langsung menyerang rongga hidung ini, apalagi saya adalah pengguna sepeda motor yang aktivitasnya cukup tinggi di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian akibat sinusitis tadi , membuat saya harus terbaring di rumah sakit beberapa hari lamanya. Bermacam macam obat juga harus saya konsumsi selama perawatan. Tindakan operasi juga bukan resiko yang sederhana dengan segala konsekuensinya. Seluruh aktivitas , menjadi terganggu, mulai dari layanan VCT , kegitan kegiatan di rumah sakit ataupun nongkrong hanya untuk sekedar "ngangsu kaweruh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaTTCbEYKI/AAAAAAAAAP0/hmo7bnEjXhM/s1600-h/42-20878464.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaTTCbEYKI/AAAAAAAAAP0/hmo7bnEjXhM/s320/42-20878464.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316098365434650786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Belum lagi dengan biaya yang harus di keluarkan. Walaupun sekarang saya diuntungkan dengan jaminan kesehatan, akan tetapi tidaklah semua tunjangan tersebut didapatkan utuh sesuai dengan haknya, sehingga sisa pembayaran cash pun harus ditanggung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian informasi mungkin saja bisa dipelajari untuk diketahui. Akan tetapi pada kenyataannya pengetahuan tersebut belum tentu  mendorong untuk melakukan pencegahan atas resiko yang bakal dihadapi. Perlu adanya pemahaman bukan sekedar pengetahuan, karena hal inilah yang bisa membuat perubahan pada diri sendiri agar terhindar dari sekian resiko yang telah di ceritakan tadi. Urusan kesehatan ternyata tidak hanya berdiri sendiri sebagai suatu masalah. Akan tetapi merupakan keterkaitan satu dengan yang lain. Masalah lingkungan, masalah sosial, masalah ekonomi dan budaya menjadi masalah kompleks terkait dengan masalah kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaUCNaLPkI/AAAAAAAAAP8/8eDFppjg0Sc/s1600-h/DSC01440.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaUCNaLPkI/AAAAAAAAAP8/8eDFppjg0Sc/s320/DSC01440.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316099175837548098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Peran serta individu merupakan konstribusi awal dari perubahan kolektif . Untuk itu berikan semua sumberdaya dan kemampuan bersama untuk mengatasi masalah masalah tadi bermula dari diri, lingkungan dan keluarga sendiri. Sekecil apapun peran serta tersebut, pastilah akan berdampak pada lingkungan sosial kita bersama. Lakukan mulai sekarang sebelum semuanya terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencegah lebih murah, lebih mudah dan lebih baik daripada mengobati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-4640038810519553377?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/4640038810519553377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=4640038810519553377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4640038810519553377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4640038810519553377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/03/sepintas-menengok-mencolek-sadar.html' title='Sepintas menengok mencolek sadar'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaJmUD5ndI/AAAAAAAAAO8/buD_ZBAm3P4/s72-c/DSC01463.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-6319023390148638861</id><published>2009-03-10T17:26:00.005+07:00</published><updated>2009-03-23T03:08:03.300+07:00</updated><title type='text'>Tariyah @ International women days</title><content type='html'>Bertepatan dengan peringatan hari perempuan internasional yang jatuh pada tanggal 08 maret berbagai acara di lakukan, ada aksi turun jalan dari jl.mangkubumi hingga mallioboro, seminar yang diadakan di JEC di sore harinya. Begitu meriah dengan  melibatkan banyak stake holder dan keberagaman isu didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaZFzTdMSI/AAAAAAAAAQc/MOsC4CNhjTU/s1600-h/DSC01418.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaZFzTdMSI/AAAAAAAAAQc/MOsC4CNhjTU/s320/DSC01418.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316104735107658018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada peristiwa lain yang mewarnai hari perempuan ini. Saya mendapat telepon dari kakak saya yang sedang mengantarkan pasien perempuan dari kendal menuju ke Jogja. Kakak saya menanyakan rumah sakit mana yang bisa merawat kasus pasien yang dibawanya. saya memberikan beberapa altenatif dan kemudian RSUP.Dr.sardjito yang menjadi pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat di rumah sakit tersebut, kembali kakak saya menelpon. " pasien ditolak", katanya. Kenapa? tanya saya, kemudian kakak saya menjelaskan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaWlJGJ4nI/AAAAAAAAAQM/rIrhJ1g7in8/s1600-h/DSC01410.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaWlJGJ4nI/AAAAAAAAAQM/rIrhJ1g7in8/s320/DSC01410.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316101974998508146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasien ini adalah Tariyah gadis uia 30 tahun, dia menderita gangguan kejiwaan. Jiwanya terguncang saat dia berusia enambelas tahun. Saat ini pasien merintih kesakitan karena ada sesuatu didalam perut bagian bawahnya. Ternyata pasien ini telah dirawat di RS PKU Kendal selama seminggu.Dari hasil foto rogtennya terlihat ada beberapa benda tak dikenal didalam rongga genitalnya. Entah kenapa selama seminggu itu tindakan tidak segera dilakukan oleh rumah sakit PKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah lebih dari tiga juta rupiah telah dibayarkan untuk membayar perawatan di rumah sakit tersebut. Sementara pasien terus menjerit kesakitan dan keluarga hanya bisa menunggu 24 jam tanpa tahu harus berbuat apa. Menurut orang tua gadis,hal tadi membuat mereka memutuskan untuk memindahkan perawatan anak gadisnya ke Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua gadis ini adalah teman kakak saya, karena mereka bertetanggaan. Kehidupan hariannya ditopang dari hasil bertani. Mereka tidak sempat menikmati pendidikan di bangku sekolah. Empat orang anaknya dibesarkan dengan hasil pertanian tersebut. anak pertama adalah perempuan yang mengurusi yang menunggui adiknya yang sakit tadi.Dua orang adik yang lain adalah laki laki.  Mereka semua tidak mengenyam dunia sekolah seperti teman teman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaWOI9JiUI/AAAAAAAAAQE/8213m6fnrRQ/s1600-h/DSC01409.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaWOI9JiUI/AAAAAAAAAQE/8213m6fnrRQ/s320/DSC01409.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316101579823745346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya memutuskan untuk segera membawa pasien yang ditolak tadi ke RS.Bethesda. Di ruang gawat darurat rumah sakit ini, tindakan emergency di lakukan oleh dr.Harry Sp.B dan dr Nanik.  Mereka tercengang setelah mengetahui bahwa benda di dalam genital gadis ini adalah tutup tabung Baygon Spray dan tiga buah batu kali yang ukurannya sekepal genggaman orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan sulit untuk mengangkat benda tersebut disaksikan oleh kakak perempuan dan  si ibu gadis itu.Betapa shocknya mereka melihat jeritan anak gadisnya menahan rasa sakit atas tindakan diruang UGD yang dilakukan petugas medis tersebut, walaupun semua telah dilakukan sesuai dengan standart tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua gadis ini terkulai lemas, tak kuasa menahan pilu atas peristiwa yang menimpa anak gadisnya. Mereka hanya bisa pasrah, sementara sayahanya bisa berusaha untuk mendampingi dan memotivasi agar beban mereka bisa agak terkurangi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaXGlH6WEI/AAAAAAAAAQU/mPpy8m8dUyg/s1600-h/DSC01411.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaXGlH6WEI/AAAAAAAAAQU/mPpy8m8dUyg/s320/DSC01411.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316102549457754178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanggal 9 maret tepat jam 12.00 siang,Tariyah menjalani operasi untuk membenahi kebocoran usus besar dan rongga vaginanya.  Bahkan dokter Hary mengatakan bahwa sementara waktu gadis ini dibuatkan anus buatan di perut kirinya.&lt;br /&gt;Bahkan dokter tidak bisa memberikan jaminan bahwa kondisinya akan bisa dikembalikan seperti semula, karena kondisi yang parah. Tariyah hingga kini masih menjalani perawatan dirumah sakit Bethesda, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat realita semacam ini, Kebanyakan masyarakat mengatakan " kog bisa ya, dia memasukkan barang barang itu ke dalam vaginannya, mungkin karena ketidak warasannya." Hal itu seringkali dipahami masyarakat bila terjadi pada orang yang sering disebut sebut, gila ,sinting dan tidak waras. Jarang sekali masyarakat kita menggunakan kewarasannya untuk tidak menyalahkan korban dalam kasus kasus seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua tariyah menceritakan pada saya, bahwa gadis ini pernah pergi dari rumah selama empat hari dengan kondisi ganguan kejiwaannya. Kejadian itu kira kira tiga tahun yang lalu. Gadis ini menghilang di tengah hutan di kawasan sukorejo, dimana disana banyak Orang orang tak dikenal. selang kemudian gadis ini di temukan oleh dua orang adiknya jauh dari desanya dengan kondisi yang tidak karuan. Bukan hal yang tidak mungkin Tariyah mendapat perlakuan pelecehan seksual dari entah siapa orang tak dikenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr.Harry sendiri mengatakan," sebaiknya anak anak gadis dengan gangguan kejiwaan seperti ini diberikan kontrasepsi agar tidak terjadi kehamilan jika terjadi sesuatu yang kita tidak ketahui dan tidak diinginkan, ini untuk berjaga jaga."&lt;br /&gt;Hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya secara klinis, dokter telah mengisyaratkan adanya pelecehan tersebut.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin tiga buah batu dan tutup botol bagyon spray yang ukurannya besar dimasukkan dalam vagina, kalau bukan orang lain yang melakukannya. Bagaimanapun kondisi seseorang tentunya mempunyai rasa sakit yang akan menghentikan tindakan itu jika dilakukannya sendiri, sangat dimungkinkan kalau tindakan tersebut&lt;br /&gt;dilakukan oleh orang lain dan dengan kekerasan dan pemaksaan.&lt;br /&gt;Tariyah adalah korban...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan kesehatan kita ternyata juga tidak berpihak pada orang orang seperti Tariyah dan keluarganya. Pelayanan di berikan bukan atas dasar pemenuhan hak dasar atas kesehatan. Akan tetapi dominasi dunia bisnis  yang berbicara. Status sosial telah dinilai dari penampilan seseorang. Gaya perlente, kulit bersih yang bersih masih dijadikan ukuran dalam memberikan kualitas layanan. Bagaimana dengan nasib orang orang yang mengalami keadaan demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan petugas kesehatan yang minim dan superioritas telah mengabaikan kondisi Tariyah. Dengan lamanya dan keterlambatan tindakan telah mengancam jiwa gadis ini. Bilamana Bidan yang telah juga sebelumnya hanya memberikan obat yang sama dalam waktu yang lama dengan mengatakan bahwa itu hanya keputihan biasa maka sebenarnya telah terjadi malpraktek dimana gadis ini tidak pernah mendapatkan perlindungan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tehnologi kedokteran di bidang pengobatan pada gangguan kejiwaan belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat luas. Dunia klenik ataupun jampi jampi "orang pinter " masih kuat dipercaya sebagai pengobatan yang paling ampuh untuk kasus kasus seperti ini. Keluarga Tariyah telah banyak mengeluarkan biaya untuk mengobati dan mendapat kesembuhan dari kepercayaan ini. Terbukti pula bahwa kasus "Ponari" yang sempat mewarnai dunia media kita. Sementara ini pemerintah seakan tidak peduli dengan keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak kasus kasus Tarsiyah lainnya yang keadaannya tidak pernah terpedulikan oleh Negara. Seperti cerita cerita lapangan yang menyebutkan nasib perempuan perempuan ini dilecehkan secara seksual, seperti dimandikan dan kemudia diperkosa ramai ramai dalam perilaku " tatasan". Belum lagi bentuk kekerasan lainnya seperti dilempar batu, diejek dan di usir dari kehidupan bermasyarakat. Mereka bahkan rentan terhadap segala macam penyakit termasuk HIV/AIDS, dan kehamilan yang tidak diinginkan. Layanan kesehatan dan lembaga sosial belum pula memberikan mereka ruang dan martabat sehingga mereka dilayakkan sama dengan masyarakat lainnya. Negara seakan menutup mata pada fenomena semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaaXuyAkHI/AAAAAAAAAQk/V0Yayyu-8WY/s1600-h/42-15155575.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaaXuyAkHI/AAAAAAAAAQk/V0Yayyu-8WY/s320/42-15155575.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316106142642901106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari perempuan Internasional masih menjadi peringatan seremonial semata, manakala kasus kasus Tariyah dan perempuan lainnya hanya terlewatkan dan menjadi bagian cerita belaka. Dongeng tentang kisah yang mengenaskan. Tatkala nasib manusia seperti Tariyah dianggap sebagai binatang yang menjijikkan. Perempuan yang ada masih dipilah pilah pada tatanan perempuan dunia normatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dunia sudah lebih maju, sudah saatnya untuk membuka pikiran dan wawasan dari fenomena yang ada disekitar kita. Berikan suara dan uluran tangan bersama untuk memperjuangkan martabat mereka yang telah lama terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiada kata terlambat untuk mengulurkan tangan pertolongan pada saudara saudara kita ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-6319023390148638861?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/6319023390148638861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=6319023390148638861&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6319023390148638861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6319023390148638861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/03/tariyah-international-women-days.html' title='Tariyah @ International women days'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/ScaZFzTdMSI/AAAAAAAAAQc/MOsC4CNhjTU/s72-c/DSC01418.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-5710321398906490086</id><published>2009-03-06T22:28:00.008+07:00</published><updated>2009-03-07T01:34:02.731+07:00</updated><title type='text'>ARV antara harapan dan perjuangan</title><content type='html'>Indonesia adalah salah satu negara yang mendapatkan dukungan dana dari GF - ATM ( Global Fund for fight Aids Tb and malaria ) untuk penanggulangan HIV/AIDS. Tercatat angka kasus HIV Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, bahkan epidemi ini disebutkan sebagai yang tercepat di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmiCIM6QI/AAAAAAAAAOM/brqHGQRnqtA/s1600-h/42-20316203.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmiCIM6QI/AAAAAAAAAOM/brqHGQRnqtA/s320/42-20316203.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310138170519382274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dana bantuan $130 juta, bukanlah dana yang besar jika dibandingkan dengan persoalan hiv negara ini, apalagi jika dilakukan perhitungan anggaran bagi 12 propinsi yang dianggap angka prevalensinya paling tinggi. Padahal program tersebut masih dan hanya di fokuskan pada kelompok high risk pekerja seks, pengguna napza suntik, waria, anak jalanan dan gay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmTo2H3VI/AAAAAAAAAOE/8spJMtGYk9c/s1600-h/42-21550230.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmTo2H3VI/AAAAAAAAAOE/8spJMtGYk9c/s320/42-21550230.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310137923214499154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dana bantuan ini akan bisa menjawab semua kebutuhan penanggulangan epidemi? Bantuan GF ATM adalah dana stimulus untuk penanggulangan epidemi bagi negara penerima. Pada perjalanan waktu nantinya bantuan tersebut akan semakin berkurang dan diganti dengan anggaran negara dengan porsi yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini dominasi anggaran masih dibebankan ke lembaga donor GF ini. Negara dengan dana APBN hanya memberikan porsi yang sangat kecil, kira kira hanya20% dari seluruh dana penanggulangan epidemi hiv. . Jika di hitung hitung bahwa estimasi HIV di Indonesia sudah mencapai 210.000 orang dengan kebutuhan ARV( obat HIV ), maka negara ini harus menyediakan dana kira kira Rp. 300 milyard perbulan untuk pengadaan ARV saja, bila dihitung harga obat perbulan adalah satu setengah juta per orang, lalu bagaimana dengan kebutuhan lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmGJ5N3mI/AAAAAAAAAN8/SX3YfD_M-g4/s1600-h/42-16376177.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmGJ5N3mI/AAAAAAAAAN8/SX3YfD_M-g4/s320/42-16376177.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310137691567677026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Problem itu semakin bertambah berat manakala, pada bulan November tahun lalu, bantuan GF ini dialihkan oleh donor ke negara Afrika, secara tiba tiba. APBN yang belum siap dengan peralihan tersebut, menyebabkan ketersediaan ARV Indonesia waktu itu guncang. Hampir di semua propinsi mengatakan ARV langka. Hal tersebut membuat odha ( orang denga hiv/aids ) gelisah. Kegelisahan tersebut dikarenakan mereka tahu bahwa obat ini tidak boleh sekalipun berhenti dalam konsumsi karena bisa berakibat resistensi, dan membahayakan dirinya dengan virus yang semakin berkembang dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi diatas menjadi headline news bagi para penggiat hiv/aids. Kepedulian akan masalah ini menjadi perbincangan ditingkat nasional melalui KPAN ( komisi penanggulang AIDS Nasional ). Rakernas Surabaya yang dipimpin Menteri kesehatan akhirnya mendapatkan jawaban atas problem tersebut dengan menggunakan dana kesra yang waktu itu sifatnya sangatlah sementara. Dana talangan hanya akan bertahan hingga bulan maret 2009, guna mencukupi  pengadaan obat ARV nasional .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bulan Maret telah berjalan. Belum ada keterangan resmi dari pejabat di KPAN yang menyatakan bahwa ARV nasional akan aman dalam hal ketersediaan. Belum ada jaminan negara dalam alokasi dana APBN untuk penyediaan ARV. Serangkaian postingan di milis akhirnya memunculkan dr.Dyah mustikawati ( &lt;a href="http://www.blogger.com/dmustika_2007@yahoo.co.id"&gt;dmustika_2007@yahoo.co.id&lt;/a&gt; ) salah satu pejabat di KPAN yang mengungkapkan bahwa sedang ada proses pengadaan ARV melalui UNICEF dalam alokasi dan GF ATM yang saat ini sempat tertunda. Pertengahan Maret ini akan datang batch pertama ( Aluvia dan Didanosin ) dan batch kedua akan datang di bulan Mei mendatang, semua surat surat terkait tersebut sedang dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmrTt_WiI/AAAAAAAAAOU/9r9eAAN1E6M/s1600-h/42-19120283.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 268px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmrTt_WiI/AAAAAAAAAOU/9r9eAAN1E6M/s320/42-19120283.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310138329860102690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berpegang pada SK menkes 1190/2004 tentang penyediaan obat gratis, maka pemerintah pusat sedang mengupayakan dan mengamankan ketersediaan ARV dengan bantuan mitra dari UNICEF dan Clinton foundation, begitulah tulis beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa ironisnya negeri ini, disaat epidemi hiv semakin meluas. Bagaimana ancaman besar akan bahaya resistensi virus terhadap obat, bagi negara dengan jumlah penduduk yang terbesar kelima didunia ini hanya digantungkan pada bantuan lembaga donor asing? Memang masalah ini telah mengundang perhatian dunia untuk ikut serta dalam upaya stop epidemi, akan tetapi  negara tetap mempunyai tanggung jawab yang besar bukan kemudian menggesernya dengan menggantungkan penyelesaian seluruh masalah hiv pada lembaga donor asing . Apakah masalah dibulan November tahun lalu belum memberikan pelajaran bagi bangsa ini untuk berpikir bahwa epidemi ini adalah masalah yang menjadi tanggung jawab negara?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFnDHBP-2I/AAAAAAAAAOc/F58qKtjWAM0/s1600-h/42-20878671.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFnDHBP-2I/AAAAAAAAAOc/F58qKtjWAM0/s320/42-20878671.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310138738768083810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang masih terbatas pada penggiat hiv/aids membuat respon ini hanya dilakukan oleh orang orang yang berkecimpung didalamnya saja, hal ini justru membuat keterpisahan yang membuat program yang dijalankan menjadi tidak efektif, karena setiap elemen masih berkutat pada kepentingannya sendiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah tugas kita bersama untuk berperan aktif didalam upaya penangulangan epidemi ini. Peran aktif inilah yang nanti akan mendorong negara untuk  merespon tantangan epidemi dengan segala keterkaitan masalah yang melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-5710321398906490086?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/5710321398906490086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=5710321398906490086&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/5710321398906490086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/5710321398906490086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/03/arv-antara-harapan-dan-perjuangan.html' title='ARV antara harapan dan perjuangan'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SbFmiCIM6QI/AAAAAAAAAOM/brqHGQRnqtA/s72-c/42-20316203.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-4011701082123092632</id><published>2009-02-28T15:43:00.009+07:00</published><updated>2009-02-28T18:13:47.638+07:00</updated><title type='text'>Kabut Situ Patenggang</title><content type='html'>Sejenak melepas lelah setelah seharian berkutat dengan masalah HIV. Menikmati suasana alam kabupaten Bandung mungkin terasa menyenangkan.Kebetulan pak Edi sutrisna berbaik hati untuk meminjamkan mobilnya. Bersama dengan beberapa teman staff KPA kabupaten Bandung , kami berjalan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Bandung, adalah salah satu kabupaten di Jawa barat yang mempunyai potensi wisata yang luar biasa. Mulai dari waduk siguling, kawah putih, danau situ patenggang, situ cileunca, dan wisata agro wisata seperti perkebunan teh maupun strawberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena waktu kami tidaklah longgar, maka Situ patenggang menjadi tujuan utama tour ini.&lt;br /&gt;Menyusuri jalan ke arah selatan kota Soreang, kami temui pemandangan alam yang indah.&lt;br /&gt;Suasana pengunungan dengan pertanian dan teras siring memadukan keelokan hijau daun dan tata tanam yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakaEcJ8ypI/AAAAAAAAANE/rqShDmOE_78/s1600-h/DSC_0319_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakaEcJ8ypI/AAAAAAAAANE/rqShDmOE_78/s320/DSC_0319_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307802299412564626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesampai di kecamatan Ciwidey, banyak sekali perkebunan strawbery yang terhampar di kanan kiri jalan. Banyak sekali papan iklan menawarkan hasil perkebunan tersebut, bahkan diantaranya menyajikan wisata petik buah ditempat.  Tak henti hentinya guide kami " Kang Wawan" berceloteh semua potensi wisata di daerahnya. Kang Wawan adalah salah satu staff KPA kabupaten Bandung. Gayanya yang nyantai abis, membuat perjalanan kami terasa sangat menyenangkan. Bahkan gelegar tawa seakan menyatukan perbedaan suku, budaya yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali mobil berhenti di perkebunan teh yang kami lewati. Sejumlah gambar sebagai kenangan diabadikan dengan beberapa jepretan dari kamera yang telah disiapkan.&lt;br /&gt;Tak henti hentinya pemandangan itu memukau kami. Ternyata tinggalan kolonial Belanda masih menyisakan keindahan, bukan hanya gedung tua saja akan tetapi haparan tanaman teh  yang subur. Seakan ini tak adil bagi para leluhur. Dulu keindahan ini mereka yang ciptakan, namun tak banyak orang mengerti dan menghargai bahwa keringat dan penderitaan pendahulu bangsa menjadi tumbal pada hamparan teh yng kami lewati sekarang. Perjalanan kami teruskan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/Sakaxk7aDPI/AAAAAAAAANc/7fRjHrpt3NE/s1600-h/DSC_0325_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/Sakaxk7aDPI/AAAAAAAAANc/7fRjHrpt3NE/s320/DSC_0325_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307803074861599986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah danau yang cukup luas, dengan pulau yang tampak di tengahnya,  Situ Patenggang.&lt;br /&gt;Berdecak menahan kagum. sebuah danau diatas pegunungan dengan hawa dingin ada di hadapan kami. Sejumlah warung dan toko buah tampak berjejer di pintu masuk lokasi wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami turun dari mobil, sejumlah pedagang Strawberry bergegas menghampiri rombongan. Salah seorang teman kami langsung memborong buah mungil, merah dan rasnya asam manis tersebut. Katanya murah, beda jauh dengan harga di Jogja , satu kotak besar strawberry hanya seharga 5000 rupiah. Pantaslah temanku menyambar diskon dan langsung memborongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakaldZ-9sI/AAAAAAAAANU/x1hRWBhkjLc/s1600-h/DSC_0360_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakaldZ-9sI/AAAAAAAAANU/x1hRWBhkjLc/s320/DSC_0360_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307802866683934402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejumlah warung kecil juga menjajakan minuman dan makanan. Bandrek, minuman khas daerah bandung, sangatlah cocok diminum sebagi penghangat badan di cuaca dingin seperti tempat wisata situ patenggang. Harganya, hanya 3000 perak saja untuk ukuran gelas kecil dan kita bisa langsung meneguknya. Wuah enak sekali rasanya seperti ada rasa rempah dan aroma khas dan hangatnya langsung bisa terasa di tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang perahu juga sudah siap mengantarkan kami untuk berkeliling danau. Akan tetapi karena cuaca sudah berkabut, dan hari mulai tampak gelap, akhirnya kami memutuskan untuk mengurungkan niatan berperahu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakaWlghAyI/AAAAAAAAANM/HsfbgQbUz3E/s1600-h/DSC_0322_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakaWlghAyI/AAAAAAAAANM/HsfbgQbUz3E/s320/DSC_0322_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307802611160777506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terheran aku dengan sosok Kang Wawan ini, selain penuh rasa humor, rupanya satff KPA ini sangat terkenal. dari sejak kami berangkat hingga Lokasi situ patenggang banyak sekali orang bertegur sapa dengannya. dari percakapan mereka, tampak sekali kedekatan diantaranya. Mulai dari sopir angkot, tukang parkir, pedagang buah, tukang perahu, anak anak motor, sampai pejabat pemda. Dan tidak tanggung tanggung, hal ditunjukkan dari kota Soreang hingga Situ pategang yang jaraknya jauh sekali.&lt;br /&gt;Kenapa tidak mencalon caleg aja Kang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca sudah gelap, kabut mulai turun. Jarak pandang mobil hanya beberpa meter saja karena tebalnya kabut. Bertepatan dengan suara Adzan Magrib kami berhenti sejenak untuk melaksanakan ibadah bagi teman teman Moeslem. Sesampai di Ciwidey, rombongan mampir ke LSM remaja PKIRR. Semacam LSM remaja yang bergerak di isu kesehatan reproduksi. Semua anggotanya kebanyakan anak sekolah. KIE ( komunikasi informasi dan Edukasi ) aktivitasnya. Kebetulan kakang Wawan yang membinanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakbLiE7dqI/AAAAAAAAANs/9kauvwkiT7I/s1600-h/DSC_0379_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakbLiE7dqI/AAAAAAAAANs/9kauvwkiT7I/s320/DSC_0379_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307803520772830882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah beberapa waktu kami berdiskusi, pesanan bakso segede kepala bayi disuguhkan. Wah gimana rasanya nich? Kebetulan di depan PIKRR ada warung bakso tempel yang menjual bakso dengan ukuran segede kepala orang. Isinya ternyata ada ati sapi dengan daging cincang. Baru makan satu saja di jamin teler, gaimana tidak neg kalo ukurannya diluar kewajaran. kalo soal harga, murah kog.. apalagi saat itu gratis, jadi murah banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan banyak catatan menarik tentang kabupaten Bandung trans situ patenggang. Bahwa perilaku beresiko adalah fenomena sosial yang faktual dibalik potensi alam dengan daya tarik wisatanya. Ada potensi eidemi yang mengancam.  Disaat informasi seksualitas masih ditabukan, cara pandang belum di bongkar dan stigma kuat masih mengekang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakbAz9OFNI/AAAAAAAAANk/jOWQ5RiNUO4/s1600-h/DSC_0381_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakbAz9OFNI/AAAAAAAAANk/jOWQ5RiNUO4/s320/DSC_0381_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307803336593773778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah respon sangat dibutuhkan untuk upaya upaya pencegahan maupun penanggulannya. Kabupaten Bandung yang berslogan " Kota Beragama" akan menina bobokkan masyarakatnya terhadap epidemi HIV  jika, semua stigma yang menempel pada penyakit satu ini tidak segera direduksi  tau bahkan akan berakibat pada meluasnya epidemi  dan mengancam seluruh fasilitas, tatanan kehidupan dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang waktunya berbuat, dan lakukan perubahan.&lt;br /&gt;Situ patenggang peace luv and u&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-4011701082123092632?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/4011701082123092632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=4011701082123092632&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4011701082123092632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4011701082123092632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/kabut-situ-patenggang.html' title='Kabut Situ Patenggang'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SakaEcJ8ypI/AAAAAAAAANE/rqShDmOE_78/s72-c/DSC_0319_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-2222987619020689909</id><published>2009-02-27T22:16:00.008+07:00</published><updated>2009-02-27T23:02:47.241+07:00</updated><title type='text'>Jejak kaki di kota Soreang</title><content type='html'>Selepas dinas malam di RS, ternyata waktu belum berpihak padaku untuk, segera tidur.&lt;br /&gt;Waktu kini jam 11.00 siang, sekelompok anak anak play group begitu ceria bersama orang tua dan guru mereka bertandang ke rumah salah seorang temannya yang sedang merayakan hari ulang tahunnya. Tampak keceriaan itu dengan sejumlah anak yang lari kesana kemari mengejar angsa yang lalu lalang dirumah si teman yang ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara yang teduh , ditengah hawa pedesaan membuat diriku kembali menulis.&lt;br /&gt;Teringat minggu lalu saat perjalanan membawaku ke kota soreang, ibu kota kabupaten Bandung, Jawa barat. Jika dibandingkan kota tersebut, kesejukan disini tidaklah seberapa, akan tetapi suana desa yang tenang seakan mengembalikan memoriku akan kota soreang dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagKQGNCJ7I/AAAAAAAAAMc/zbThT5KhqGQ/s1600-h/DSC_0291_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagKQGNCJ7I/AAAAAAAAAMc/zbThT5KhqGQ/s320/DSC_0291_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307503432515594162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kota yang tenang, dengan tata wilayah yang rapi, jauh jika dibandingkan dengan kota Bogor. saat itu aku tinggal di sebuah hotel kecil yang bernama " Antik ". Antik sesuai dengan keadaanya, serba sederhana bahkan lebih tepat jika disebut losmen daripada hotel. Fasilitas yang terbatas, dengan bed dan kamar mandi yang jauh dari kata bagus layaknya sebuah hotel. Walaupun begitu menurut keterangan orang setempat, hotel Antik ini merupakan satu satunya penginapan di kota soreang, yang berdekatan dengan kompleks Pemda.&lt;br /&gt;Saat kami menginap disitu, ada serombongan pemain bola yang kebetulan juga menginap di Hotel, Persib kata orang. Klub bola kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Maklumlah hari itu mereka akan bertanding di Stadion yang tidak jauh dari penginapan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagK76YK_7I/AAAAAAAAAMk/xUY94nQShE8/s1600-h/DSC_0260_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagK76YK_7I/AAAAAAAAAMk/xUY94nQShE8/s320/DSC_0260_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307504185255329714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi pagi kami sudah sampai ke lokasi tempat pelatihan merespons tantangan epidemi HIV/AIDS dalam konteks HAM yang berperspektif gender. Tempat tersebut ada di gedung sekda.. tepatnya, balai Kandaga di lantai III. Sebuah ruang sidang yang luar biasa luas,&lt;br /&gt;biasanya di gunakan untuk meeting besar, mungkin kapasitasnya bisa menampung dua ratus orang, pokoknya sangat lega. Sejumlah panitia  dan  staff KPA juga sudah hadir dan siap ditempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagLVqPRaaI/AAAAAAAAAMs/SzEGYchpni8/s1600-h/DSC_0252_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagLVqPRaaI/AAAAAAAAAMs/SzEGYchpni8/s320/DSC_0252_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307504627599632802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Acara pertama kali di buka dengan sambutan, baik dari penyelenggara maupun dari KPA. Drs. Edi Santoso selaku sekertaris KPA memberi sambutan dan sekaligus membuka acara.&lt;br /&gt;Trainningpun dimulai. Sama halnya dengan kota bogor, bahwa penyelengggaran di lakukan dalam dua hari. Hari pertama untuk para pengambil kebijakan dan hari kedua oleh para praktisi. Metode yang dipakai juga sama. Disebut pendidikan orang dewasa karena semua sumber materi dan diskusi, berawal dari pengalaman peserta sendiri. Sepertinya hal ini baru buat para peserta, mereka terlalu terbiasa dengan model trainning yang " one way ". Karena hal baru inilah, menurut peserta menjadi menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan demi catatan terungkap disini. Problem HIV AIDS masih dipandang milik pelacur, maupun waria dan IDU. Sebagian peserta masih menganggap bahwa masalah tersebut sangat jauh dari kehidupan mereka. Kata " Baik baik " tetap saja mewarnai proses proses diskusi, menunjukakan stigma yang begitu kuat pada penyakit satu ini. Anggapan negara moslem melandasi pemikiran bahwa penyakit ini lahir dan berkembang karena moralitas bangsa yang kian rusak dan menurun. Sex bebas dengan menitik beratkan perempuan&lt;br /&gt;yang bekerja sebagai pekerja sex atau sering di sebut dengan kata pelacur. Poligami juga didasarkan pada sunah Nabi, dengan pemahaman tafsir tertentu yang kemudian menyalahkan perempuan dari ketidak mampuannya dalam melayani suami dan masalah masalah keturunanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagM1bfg1cI/AAAAAAAAAM8/Ah-YXpIz-m8/s1600-h/DSC_0301_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagM1bfg1cI/AAAAAAAAAM8/Ah-YXpIz-m8/s320/DSC_0301_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307506272908662210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Isue ketimpangan gender masih baru, terkadang resistensi muncul karena menurut mereka hal ini adalah warisan barat yang mencoba melunturkan budaya ketimuran yang telah diagungkan selama ini. Sejumlah informasi HIV/AIDS dengan kemajuan tehnologinya masih menjadi misteri buat sebagian peserta. Kata "tidak bisa di sembuhkan" masih kuat menjadi pemahaman kebanyak peserta yang hadir. Fungsi atau bahkan posisi KPA juga masih menjadi masalah, saat terbukti dari pengakuan peserta sebagian besar tidak mengenal KPA ( komisi penanggulangan AIDS ). Bahkan seorang pejabat bertanya," KPA...Komisi penanggulangan AIR? Indikator profil KPA yang belum membumi di Kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi menjadi program unggulan yang di kedepankan oleh sejumlah instansi. LSM yang diharapkan bersuara kritis, juga belum nampak sebagai lembaga independen yang mengawal kerja negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi berjalan dengan santai, walau begitu tampak keseriusan para peserta mengerjakan tugas tugas yang di berikan fasilitator. Bersama dengan kelompok masing masing, presentasi peserta sungguh luar biasa. Semangat untuk menyadari perlunya perubahan tergurat dalam penyampaian pendapat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagLsU5aBNI/AAAAAAAAAM0/XfRqlPx66sU/s1600-h/DSC_0300_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagLsU5aBNI/AAAAAAAAAM0/XfRqlPx66sU/s320/DSC_0300_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307505017007768786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Angka dan data yang baru mereka pahami di pelatihan tersebut merubah cara pandang yang mereka akui selama ini sempit. Resiko dan dampak hingga potensi epidemi yang bisa semakin luas mengancam kabupaten menjadi persoalan yang serius untuk di tanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen mereka untuk saling berkoordinasi dengan Lembaga setempat yaitu KPA mulai tampak menggeliat dengan adanya dorongan dari pelatihan merespon tantangan epidemi&lt;br /&gt;HIV?AIDS dalam konteks HAM yang berperspektif gender. Tinggal bagaimana KPA dan jajarannya menyambut positif geliatan ini, sebagai langkah awal membangun sinergitas gerakan bersama lintas sektor dengan memberdayakan semua stake holder setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah mudahan Kabupaten Bandung segera memulai langkah yang lebih efektif dalam merespons tantangan epidemi HIV dengan menggunakan&lt;br /&gt;kacamata gender dan HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-2222987619020689909?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/2222987619020689909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=2222987619020689909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2222987619020689909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2222987619020689909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/jejak-kaki-di-kota-soreang.html' title='Jejak kaki di kota Soreang'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SagKQGNCJ7I/AAAAAAAAAMc/zbThT5KhqGQ/s72-c/DSC_0291_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-7549662808250812833</id><published>2009-02-27T03:25:00.013+07:00</published><updated>2009-02-27T05:42:45.008+07:00</updated><title type='text'>Orientasi Seks Terinjak Bisu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacZi4mL45I/AAAAAAAAAMU/OGcH8AWQae8/s1600-h/42-15450467.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacZi4mL45I/AAAAAAAAAMU/OGcH8AWQae8/s320/42-15450467.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307238772978213778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua hari yang lalu, sepasang remaja cowok mendatangi klinik. Usia 19 tahun dan 20 tahun. Mereka adalah pasangan gay, yang berkeinginan  melakukan test HIV. Dorongan tersebut muncul setelah mendengar informasi dari teman komunitas yang pernah melakukan test di PKBI. Lebih dari satu setengah jam, konseling diberikan untuk membongkar stigma dalam diri pasangan tersebut. Bahkan salah satu dari mereka, pernah dua kali melakukan test di sebuah layanan VCT selain PKBI. Menurut penuturannya, layanannya sangat berbeda, baik dari segi layanan maupun konseling yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses konseling pasangan ini berdiskusi banyak hal, salah satunya adalah IMS (infeksi menular seksual ). Saat konseling personal,  salah satunya mengeluhkan, bahwa penisnya mengeluarkan cairan, berwarna kekuningan. Jumlahnya tidak terlalu banyak, hanya terkadang membuat bercak kuning di celana dalam. Kadang kencing terasa panas, dan hal ini membuatnya tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacYJ8UcodI/AAAAAAAAAMM/IjreDhqVQnE/s1600-h/42-20968174.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacYJ8UcodI/AAAAAAAAAMM/IjreDhqVQnE/s320/42-20968174.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307237244969198034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari penuturannya, anak ini mengatakan, bahwa dulu pernah terjadi hal yang sama pada dirinya. Saat itu remaja ini sempat menyampaikan apa yang terjadi pada mamanya. Kata mamanya," kamu kecapekan, dulu papamu juga pernah seperti ini saat kecapekan, trus dapat obat cefadroxil 500 mg dan sembuh ." dan obatpun diberikan mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja yang satunya, juga mengeluhkan sesuatu yang terjadi didaerah duburnya. Disekitar lubang dubur ada banyak benjolan dan terasa sakit bahkan sering terasa panas. Keadaan itu sangatlah tidak nyaman. Sudah lebih dari satu bulan keluhan tersebut muncul. Akan tetapi karena malu dan tidak tahu pada siapa, orang yang bisa dipercaya untuk mendengarkan hal yang sangat peribadi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacXyIMT_cI/AAAAAAAAAL8/ltWJhOAqdbQ/s1600-h/SS-022-0110.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacXyIMT_cI/AAAAAAAAAL8/ltWJhOAqdbQ/s320/SS-022-0110.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307236835839442370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dalam konseling , keduanya mengaku bahwa hubungan seks yang dilakukan selama ini jarang sekali menggunakan kondom. Bahkan informasi tentang IMS secara detail, baru mendengar sekali ini.&lt;br /&gt;Setelah penjelasan panjang , dua remaja ini akhirnya, dibuatkan surat rujukan untuk mendapatkan tindak lanjut, terkait keluhan IMS nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik yang bisa menjadi pembelajaran.&lt;br /&gt;Sebuah indikasi kuat bahwa membicarakan hal hal terkait seksualitas , masih dipandang tabu didalam masyarakat ini. Apalagi saat orientasi seks itu berbeda. Telah terbit Pedoman panduan gangguan kejiwaan ( panduan bagi para psikolog ) yang menyebutkan tentang keberagaman orientasi seks , dan menyebutkan bahwa hal tersebut bukanlah penyakit ataupun penyimpangan . Akan tetapi  homoseks masih saja terstigma sebagai perlilaku yang menyimpang dalam cara pandang dan tatanan sosial masyarakat kita. Hal inilah yang kemudian menjauhkan komunitas ini sulit untuk mendapatkan informasi, dan cenderung tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disampaikan di atas tentang layanan konseling, mencerminkan bahwa layanan konseling kita belumlah optimal sesuai dengan pedoman konseling VCT yang berlaku. Lemahnya monitoring dalam menjaga quality kontrol setiap layanan VCT yang ada. Cara pandang pemerintah yang selalu menganggap bahwa petugas yang telah mendapatkan pelatihan sebagi konselor pastilah telah mumpuni, dan ternyata hal tersebut tidaklah tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacXnHDKm4I/AAAAAAAAAL0/x9Q1nTzsNro/s1600-h/42-18918741.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacXnHDKm4I/AAAAAAAAAL0/x9Q1nTzsNro/s320/42-18918741.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307236646554082178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Catatan menarik adalah menyoroti komentar sang ibu, dari si remaja di atas. Fakta telah menunjukkan bahwa IMS tidak dipahami sepenuhnya oleh kebanyakan perempuan. Kondisi ini menunjukan betapa rentannya perempuan oleh akibat ketidak tahuan tersebut.&lt;br /&gt;Bagaimana gejala kencing nanah/GO ( gonorhorea ) dipahami sebagai kelelahan tubuh semata? siapa yang memberikan penjelasan ini? suami!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan sosial yang luar biasa dari tatanan masyarakat, seperti dipaparkan di atas terkait orientasi homoseks.  Akan memberikan dampak ketertutupan bagi komunitas ini. Komunitas ini akan di paksa oleh sistem sosialnya untuk menikah dengan lawan jenisnya.Dan pada akhirnya permasalahan identitas tersebut akan memberikan dampak lagi bagi perempuan, sekaligus ketidak nyamanan komunitas ini sendiri.&lt;br /&gt;Kebisuan ini ternyata berdampak lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacX-bTdIuI/AAAAAAAAAME/jhePCKt2Rbg/s1600-h/42-20115200.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacX-bTdIuI/AAAAAAAAAME/jhePCKt2Rbg/s320/42-20115200.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307237047128105698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tata nilai dan norma di ciptakan untuk menghargai keberagaman manusia itu sendiri. Keberagaman orientasi seks merupakan fenomena sosial dari kehidupan yang telah berlangsung selama ini. Jangan biarkan kebisuan tercipta karena hanyalah menambah beban, akan tetapi keterbukaan cara pandang bisa menyatukan, mendamaikan, bahkan menyelamatkan. Lihatlah betapa indah keberagaman.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-7549662808250812833?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/7549662808250812833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=7549662808250812833&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7549662808250812833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7549662808250812833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/orientasi-seks-terinjak-bisu.html' title='Orientasi Seks Terinjak Bisu'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SacZi4mL45I/AAAAAAAAAMU/OGcH8AWQae8/s72-c/42-15450467.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-404752261310311886</id><published>2009-02-25T22:29:00.010+07:00</published><updated>2009-02-25T23:59:55.449+07:00</updated><title type='text'>Buitenzorg yang menenangkan</title><content type='html'>Melepas kepenatan sejenak, dengan kembali mengingat perjalanan di Bogor minggu lalu.&lt;br /&gt;Bogor, terkenal sebagai kota hujan orografi, karena letaknya tepat diantara kaki gunung salak dan gunung Gede.  Kota ini tepat berada di tengah kabupaten Bogor, propinsi Jawa barat . Jaraknya kurang lebih satu jam jika ditempuh dengan KRL dari stasiun Gambir , kira kira arah selatan kota Jakarta.  Dalam sejarahnya kota ini pernah dikenal dengan nama Buitenzorg pada jaman kolonial Belanda dulu, yang berarti "tanpa kecemasan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV0p8iQeXI/AAAAAAAAAK0/4IXgS0N_Syc/s1600-h/DSC_0017_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV0p8iQeXI/AAAAAAAAAK0/4IXgS0N_Syc/s320/DSC_0017_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306775999899269490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konon, kata Bogor berarti "enau". Kota ini diperingati  hari jadinya setiap tanggal 3 Juni, karena pada tanggal tersebut tepatnya di tahun 1482 merupakan penobatan prabu Siliwangi sebagai raja dari kerajaan Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kota ini menyajikan banyak tempat tujuan wisata,  akan tetapi karena jadwal kami terlampau sempit maka hanya beberapa tempat saja yang sempat di kunjungi.&lt;br /&gt;Salah satu tempat tersebut adalah Taman kencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV09fmRbiI/AAAAAAAAAK8/tbivJwDBOlI/s1600-h/DSC_0313_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV09fmRbiI/AAAAAAAAAK8/tbivJwDBOlI/s320/DSC_0313_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306776335728864802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kurang lebih lima belas menit dari hotel Papa HO, dengan menggunakan angkot. Kebetulan bapak sopir angkot berbaik hati mengantarkan kami ke taman Kencana, sore itu.Tidak ada penumpang lagi selain kami. Cuaca saat itu tidak hujan, dan entah mengapa sudah dua hari kami disana hanya awan mendung saja yang kadang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV1ifkCBOI/AAAAAAAAALE/KFqUM8FRXzI/s1600-h/DSC_0090_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV1ifkCBOI/AAAAAAAAALE/KFqUM8FRXzI/s320/DSC_0090_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306776971374626018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiba di taman Kencana, kami melihat sebuah tempat nongkrong anak muda. Sebuah kafe kecil tetapi ramai sekali di kunjungi muda mudi disana. Terdengar dari luar alunan lagu lagu Kla project era 80 an, yang di bawakan dengan musik akustic. Saat kami memasuki pintu utama, seorang remaja muda menyambut dengan ramah, mengantar hingga tempat duduk yang menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV1w5DMHfI/AAAAAAAAALM/STXHMuhqaqU/s1600-h/DSC_0104_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV1w5DMHfI/AAAAAAAAALM/STXHMuhqaqU/s320/DSC_0104_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306777218734366194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wow suasananya menyenangkan sekali, lagu lagu Kla project dari album Kla akustik yang aku hafal, semua disuguhkan dengan memukauku. Kadang aku terbawa untuk menyanyikan lagu yang tengah disuguhkan itu. sekelompok pemuda dengan fasih membuat iringan musik yang tak asing lagi di telingaku. Kla Project.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVzxGzMJSI/AAAAAAAAAKs/CNBgtFDce38/s1600-h/DSC_0107_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVzxGzMJSI/AAAAAAAAAKs/CNBgtFDce38/s320/DSC_0107_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306775023402100002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Benar benar tempat yang bikin relaks. lampu lampu temaram, coklat indah dan tak menyilaukan. Turut berjajar pasangan dan kelompok muda menikmati makanan dan minuman. Pesanan mudah dengan cepat dihidangkan. Sering kali senyuman ramah turut menyertai layanan pramusaji hingga pembeli merasa terlegakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah tempat ini, ramai banyak kunjungan. Selain tempat yang menyenangkan, musik akustik yang enak di dengar , pelayan yang ramah dan murah senyuman, ternyata menu juga tak mau ketinggalan. Menu selain murah ternyata juga pas di lidah. Pokoknya tidak rugi makan di kafe ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjam jam kami disana, tidak terasa membosankan. Bergelas gelas minum telah dihabiskan, bermacam makanan telah ludes sebagai hidangan. Jeprat jepret fotopun tidak mau ketinggalan. wuiess asyik kali coy, gaul abis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya taksi yang kami pesanpun sudah datang, Eh iya ternyata mencari taksi di Bogor, susahnya minta ampun, tidak seperti di Jogja.  sekalipun demikian, jika suatu saat aku sampai di Bogor lagi, pasti takkan terlewatkan tempat tempat asyik seperti ini. Sebagai pelepas lelah, dari kepenatan membongkar stigma HIV  yang kuat dari para pengambil kebijakan di kota tersebut, Taman kencana telah menjawab kebutuhanku untuk relaks dan kemudian menyiapkan diri pada babak kerja selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, kota asyik dan tidak membuatku kecewa.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-404752261310311886?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/404752261310311886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=404752261310311886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/404752261310311886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/404752261310311886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/buitenzorg-yang-menenangkan.html' title='Buitenzorg yang menenangkan'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaV0p8iQeXI/AAAAAAAAAK0/4IXgS0N_Syc/s72-c/DSC_0017_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-3336826396894076532</id><published>2009-02-25T19:30:00.006+07:00</published><updated>2009-02-25T22:03:46.792+07:00</updated><title type='text'>Aborsi dalam perspektif gender</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(bag 2......&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;Beberapa kasus terkait dengan keinginan ataupun tindakan aborsi tercatat dilayanan klinik VCT ( voluntary conselling and testing ).Sebagian dari mereka adalah pasangan suami istri. Kebanyakan dari catatan konseling mengatakan bahwa kehamilan yang tidak diinginkan tersebut terjadi karena gagal kontrasepsi. sebagai contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVHolub8ZI/AAAAAAAAAJk/K7Q7-dqsGeg/s1600-h/42-20595475.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVHolub8ZI/AAAAAAAAAJk/K7Q7-dqsGeg/s320/42-20595475.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306726498573218194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di bulan Febuari,2009 Seorang perempuan usia duapuluhan tahun menyatakan dirinya untuk tidak meneruskan kehamilannya. Usia kehamilannya masih kurang dari 10 minggu.Pekerjaan perempuan tersebut, sebagai penjaga toko di Jogja. Suami perempuan ini adalah odha ( orang dengan status HIV positif ).Bahkan terapi yang digunakan oleh suami adalah ART ( antiretroviral teraphy ) lini kedua, yang masih jarang kasusnya di Indonesia.&lt;br /&gt;Pekerjaan suami, buruh serabutan dan tidak tentu. Kadang kerja terkadang menganggur dirumah. Pasangan ini mempunyai dua orang anak yang masih duduk dibangku SD. Tinggal di sebuah rumah kontrakkan yang kecil dan jauh dari layak. Selama ini mereka mengaku bahwa Hubungan sex yang dilakukan selalu menggunakan kondom. Akan tetapi kegagalan alat kontrasepsi ini terjadi tanpa mereka ketahui, sehingga terjadi kehamilan yang tidak diinginkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVYe_krwPI/AAAAAAAAAJs/djRMLfOnfuU/s1600-h/42-16077739.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVYe_krwPI/AAAAAAAAAJs/djRMLfOnfuU/s320/42-16077739.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306745025410613490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tahun 2007, seorang perempuan TKI yang berkerja di Malaysia pulang ke Indonesia. Hasil general chek up dari negeri jiran tersebut menunjukkan hasil HIV positif. Dengan di antar oleh suaminya, perempuan ini berkeinginan untuk mengakhiri kehamilannya.Usia kehamilan masih dibawah sepuluh minggu. Hasil konseling mencatat bahwa status HIV positif tersebut terjadi akibat kekerasan di negeri Jiran tersebut.Pasangan ini telah dikaruniai satu orang putri yang masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVbMnKrSeI/AAAAAAAAAKU/z-uXsz6LUnw/s1600-h/UT0142822.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 222px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVbMnKrSeI/AAAAAAAAAKU/z-uXsz6LUnw/s320/UT0142822.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306748008156318178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tahun 2008, sepasang remaja berkeinginan untuk mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan. Kedua remaja ini berstatus HIV positif. Dua duanya telah mendapatkan teraphy ARV, akan tetapi keduannya pernah pula mengalami drop out teraphy. Status mereka belum menikah. Hal tersebut dilatar belakangi karena ketidak setujuan orang tua dari kedua belah pihak. Alasan ketakutan terjadi penularan pada keturunan mereka nantinya, melatar belakangi kekhawatiran orang tua mereka, yang mengetahui status HIV pasangan remaja ini. Saat itu usia kehamilan perempuan telah lebih dari 10 minggu. Kekawatiran akan penularan pada bayi mereka nantinya, melandasi  keputusan mereka untuk tidak meneruskan kehamilan yang tidak diinginkan tersebut. Kedua remaja ini belum mempunyai pekerjaan dan nafkah sendiri. Menurut penuturan perempuan, calon suaminya adalah pengguna putaw suntik dan masih aktif. Rehabilitasi masih dijalani oleh calon suaminya saat itu. Kekerasan fisik sering kali dilakukan pacarnya tersebut, ungkap perempuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVY_Kmw6iI/AAAAAAAAAKE/8KXddH75W_0/s1600-h/42-19225925.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVY_Kmw6iI/AAAAAAAAAKE/8KXddH75W_0/s320/42-19225925.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306745578127944226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semua pasangan di atas mengatakan  bahwa mereka telah mendatangi beberapa layanan kesehatan yang ada. Akan tetapi tidak ada satupun dari layanan kesehatan yang disebutkan mau berpihak pada mereka. Tawaran program PMTCT ( prevention mother to child transmission ) selalu saja diberikan sebagai satu satunya pilihan atas kasus mereka. Sedangkan dari segi biaya program ini tidaklah murah,lebih dari 7,5 juta harus disiapkan untuk keperluan program tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVYoWo91JI/AAAAAAAAAJ0/hn_u8rEn4lE/s1600-h/42-15136951.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVYoWo91JI/AAAAAAAAAJ0/hn_u8rEn4lE/s320/42-15136951.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306745186221413522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pandangan petugas kesehatan yang mereka temui cenderung menyalahkan perempuan yang mengalami kehamilan ini. Tak jarang ungkapan bernada menghakimi terlontar dari para petugas kesehatan. Akibatnya pasangan ini merasa tidak ada layanan yang berpihak dan frendly untuk menyelesaikan kasus yang sedang mereka hadapi. Berbagai Obat paten maupun tradisional telah mereka coba untuk menghentikan kehamilannya, akan tetapi selalu mengalami kegagalan. Tubuh yang telah rentan karena infeksi HIV tersebut masih terus dibebani dengan masuknya zat asing kedalamnya. Perempuan inipun rela melakukan pengorbanan yang luar biasa, demi kasusnya bisa selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan remaja di atas akhirnya, memutuskan untuk meneruskan kehamilannya dan kemudian menikah. dari program PMTCT yang dijalaninya Pada akhirnya melahirkan seorang bayi mungil dengan jenis kelamin laki laki. Akan tetapi usia sang bayi tidaklah bertahan lama, kurang dari dua hari sejak dia dilahirkan, bayi itupun meninggal. Bayi tersebut tidak kuat menerima ARV sebagai  profilaksis teraphy, yaitu salah satu program dalam PMTCT. Biaya yang banyak harus mereka tanggung. Tetapi depresi yang muncul diakibatkan oleh meninggalnya buah hati mereka. Hal tersebut menyebabkan si suami kembali menggunakan putaw suntik, hingga OD ( over dosis ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVdYtuggqI/AAAAAAAAAKk/Dy11Hd_7RpY/s1600-h/42-15556317.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVdYtuggqI/AAAAAAAAAKk/Dy11Hd_7RpY/s320/42-15556317.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306750415098905250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lihatlah bagaimana problem informasi kuat sekali terbaca dalam kasus kasus di atas. Bahwa layanan konseling yang diberikan dibeberapa layanan kesehatan belumlah sampai pada pemahaman bagi kliennya.Adanya perilaku petugas yang memaksakan tata nilainya hingga membuat ketidak nyamanan pasiennya.Hal tersebut mendorong layanan pengobatan alternatif menjadi pilihan walaupun sangat beresiko pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada problem ketimpangan gender yang membawa perempuan rentan dalam tindak kekerasan. Ketidak berdayaan di sektor ekonomi yang diakibatkannya telah memposisikan perempuan jatuh dalam kemiskinan yang sesungguhnya. Perlecehan dan bahkan HIV/AIDS yang terjadi tidaklah mendapat perlindungan dan pembelaan negara dengan alasan angka/jumlah yang terlampau kecil. Atau lebih parahnya hal tersebut ditimpakan sebagai  kesalahan individu " perempuan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVY0RhDbfI/AAAAAAAAAJ8/MPT76VZHXjU/s1600-h/42-17833551.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVY0RhDbfI/AAAAAAAAAJ8/MPT76VZHXjU/s320/42-17833551.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306745391004478962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemiskinan negara telah menjual para TKI menjadi komoditi eksport yang menghasilkan devisa yang luar biasa, akan tetapi di sisi lain TKI tersebut tidaklah menerima perlindungan dari negaranya sendiri. Tidak ada pembelaan dari negara hingga para perempuan ini tidak mampu untuk menuntut haknya dari tindak kekerasan yang berdampak pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVcHg8g8KI/AAAAAAAAAKc/kylhdF_8_fg/s1600-h/DWF15-887899.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 202px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVcHg8g8KI/AAAAAAAAAKc/kylhdF_8_fg/s320/DWF15-887899.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306749020098588834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Disisi lain ada problem kebijakan yang belum menyentuh hingga level ini. Kebijakan yang di buat, hanya berpihak pada kelompok sosial masyarakat yang " normatif ". Perlu adanya peninjauan kembali atas produk kebijakan tersebut, karena minimnya Yankes, petugas kesehatan yang kurang friendly dan problem lainnya, dilandasi oleh produk hukum yang belum mempunyai perspektif gender dan HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yang bisa dijadikan pembelajaran dari kasus di atas, mulai dari ekonomi, sosial , budaya dan bahkan sistem pendidikan kita. Masyarakat belum banyak yang menyadari bahwa begitu luasnya permasalahan HIV/AIDS terkait HAM dan isu gender. Pandangan terhadap perilaku individu begitu mengakar dan berujung pada penyelesaian masalah epidemi yang tak kunjung berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVZPqNdOfI/AAAAAAAAAKM/RsHW2xBn__0/s1600-h/RF250529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 314px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVZPqNdOfI/AAAAAAAAAKM/RsHW2xBn__0/s320/RF250529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306745861489637874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Problem diatas menunjukkan bahwa HIV/AIDS tidak cukup diselesaikan dengan kaca mata medis semata. Banyak aspek sosial yang harus diselesaikan dari multi dimensi. Aspek sosial ini menuntut penyelesaian problem di atas dengan menggunakan perspektif HAM dan gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-3336826396894076532?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/3336826396894076532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=3336826396894076532&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3336826396894076532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3336826396894076532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/aborsi-dalam-perspektif-gender.html' title='Aborsi dalam perspektif gender'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaVHolub8ZI/AAAAAAAAAJk/K7Q7-dqsGeg/s72-c/42-20595475.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-7357508436167549191</id><published>2009-02-24T15:16:00.005+07:00</published><updated>2009-02-25T19:48:25.037+07:00</updated><title type='text'>Aborsi dalam perspektif  gender</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( bagian pertama .. )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswi MMTC datang ke klinik untuk melakukan wawancara tentang&lt;br /&gt;post syndrom abortion. Dengan mengangkat data bahwa perilaku aborsi tidak aman&lt;br /&gt;sangat banyak terjadi pada remaja putri.&lt;br /&gt;Aborsi dalam pandangan masyarakat umum masih menjadi hal dilematis.&lt;br /&gt;Disatu sisi norma dan tata nilai mengatakan tabu dan di haramkan, akan tetapi fenomena yang ada meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPnzaz5REI/AAAAAAAAAJE/M2GS23V-8wQ/s1600-h/42-17343202.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPnzaz5REI/AAAAAAAAAJE/M2GS23V-8wQ/s320/42-17343202.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306339656528905282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika merujuk pada data yang ada, ternyata aborsi paling banyak dilakukan oleh pasangan suami istri yang mengalami kegagalan Kontrasepsi. Sementara wacana yang muncul sering kali menunjuk pada  fenomena aborsi pada perempuan remaja saja. Dan ironisnya, justru fenomena inilah yang paling sering ditonjolkan dalam media kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian?&lt;br /&gt;Karena dari kaca mata media hal ini justru menarik dan mempunyai daya jual&lt;br /&gt;yang tinggi lebih tepatnya" sensasional". Akibatnya secara tidak disadari bahwa pemberitaan tersebut telah memberikan stigma serta membuat ketimpangan lain dan menambah beban yang lebih berat pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari pertanyaan mengapa aborsi dilakukan?&lt;br /&gt;Kebanyakan masyarakat menjawab,", karena sex bebas, karena perempuan yang gatel dan binal, karena pemahaman KB yang kurang, karena pengaruh film porno,Karena gagal KB, karena eh karena kata Bang haji Roma irama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPnpidaceI/AAAAAAAAAI8/G_aSfB1iveQ/s1600-h/42-16098464.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 242px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPnpidaceI/AAAAAAAAAI8/G_aSfB1iveQ/s320/42-16098464.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306339486783402466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari paparan diatas menunjukkan bahwa aborsi masih dipandang sebagai kesalahan perilaku individu khususnya perempuan. Hal itu mengakibatkan kecenderungan menyalahkan diri perempuan. Kekerasan yang menyertai tindakan aborsi tidaklah diangkat proposional dari akibat pengaruh budaya patriarki. Sehingga laki laki seakan lepas dari tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;Karena cara pandang yang cenderung menyalahkan individu inilah yang menyebabkan permasalahan terkait aborsi ini seakan tidak pernah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita melalaikan bahwa problem di atas terkait erat dengan sistem yang berlaku dalam negara ini. Minimnya layanan informasi terkait dengan kontrasepsi, dari penyedia yankes yang mampu memberikan konseling dengan optimal. ( rata rata pemberian informasi dilakukan dengan waktu yang sangat terbatas dengan alasan kesibukan dan kepadatan pasien ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sedikit sekali pilihan kontrasepsi yang diberikan pada laki laki karena konstruksi patriarki, sehingga berimbas pada perempuan sebagai reseptor KB dibudaya masyarakat.&lt;br /&gt;Hal ini berujung pada penyalahan pada diri perempuan ketika terjadi kehamilan yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPn76TDi5I/AAAAAAAAAJM/_ZTIP7fwhSo/s1600-h/42-17304082.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPn76TDi5I/AAAAAAAAAJM/_ZTIP7fwhSo/s320/42-17304082.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306339802420054930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pedidikan sex dan kesehatan reproduksi yang hampir tidak dijumpai dalam sistem pendidikan kita, telah mendorong remaja untuk mencari tahu sendiri info tersebut dan cinderung terjebak pada sumber atau informasi yang salah. Akibatnya mitos mitos tentang sex subur berkembang di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan yang tinggi telah memposisikan perempuan dalam ketidak berdayaan, sehingga pendidikan yang tinggi cenderung dimiliki oleh laki laki. Ketimpangan ini juga dipacu budaya patriarki yang kuat dalam sistem sosial kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPoNGodylI/AAAAAAAAAJU/OAviOik3WRs/s1600-h/42-20344792.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 202px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPoNGodylI/AAAAAAAAAJU/OAviOik3WRs/s320/42-20344792.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306340097788856914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Disisi kebijakan, minim produk hukum yang pro terhadap tindakan aborsi. UU kesehatan yang ada terlalu minim memberikan ruangnya untuk bicara tentang aborsi. Hal ini melandasi minimnya layanan kesehatan untuk tindakan aborsi yang pro perempuan sehingga secara tidak sadar telah menyuburkan praktek praktek aborsi yang tidak aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya yang terbangun selama ini, menempatkan kesalahan aborsi pada perempuan, terkait status pernikahan ataupun belum berstatus. Bahkan dengan ukuran ukuran normatif, masyarakat berkuasa melakukan penghakiman atas dasar tatanilai dirinya sendiri. Konstruksi ini telah mempengaruhi keputusan para petugas kesehatan dalam memposisikan kasus kasus kehamilan  tidak diinginkan yang terjadi pada remaja putri. Alasan agama dijadikan dasar kuat atas budaya yang berlaku, dimana sebenarnya telah terjadi penafsiran yang kembali ditafsirkan lagi hingga tafsir yang kesekian kali tanpa tersadari memberikan pemahaman yang kurang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPog_1Py8I/AAAAAAAAAJc/Wz4obDedhCU/s1600-h/AAFN004545.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPog_1Py8I/AAAAAAAAAJc/Wz4obDedhCU/s320/AAFN004545.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306340439560801218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesimpulannya, dilema aborsi bisa terjawab jika, cara pandang yang dipakai menggunakan wawasan yang multi dimensional. Bahwa ternyata persoalan aborsi bukanlah problem individu semata, akan tetapi problem sistem yang telah menciptakan dan mendorong&lt;br /&gt;terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan sehingga berujung pada tindakan aborsi.&lt;br /&gt;Membongkar kembali cara pandang terhadap negara dengan seluruh sistem pendukungnya tidak saja akan meminimalkan angka kehamilan yang tidak diinginkan, akan tetapi akan meniadakan kasus aborsi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran peran ini akan terbangun dengan baik, salah satunya dengan keterlibatan media yang mempunyai prespektif HAM dan gender, dengan mengedepankan akurasi dan menggunakan prespektif tadi .&lt;br /&gt;Sehingga berita berita sensasional tidak lagi terbangun menjadi komodite yang justru telah memberikan dampak buruk berupa  stigmatisasi pada problem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-7357508436167549191?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/7357508436167549191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=7357508436167549191&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7357508436167549191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7357508436167549191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/aborsi-dalam-prespektif-gender.html' title='Aborsi dalam perspektif  gender'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaPnzaz5REI/AAAAAAAAAJE/M2GS23V-8wQ/s72-c/42-17343202.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-7614924169743701850</id><published>2009-02-22T21:55:00.008+07:00</published><updated>2009-02-23T00:20:36.306+07:00</updated><title type='text'>Pejabat Bogor dan HIV/AIDS</title><content type='html'>Kabupaten Bogor, adalah kota kecil yang dekat dengan ibukota Jakarta. Jaraknya hanya 45 menit dari Jakarta dengan menggunakan kereta KRL. Kota yang berada di kawasan pegunungan ini terasa begitu padat penduduknya. Semrawut lalu lintasnya dengan kemacetan yang tampaknya sudah menjadi pemandangan keseharian. Tampak juga jalanan yang berlobang cukup dalam disana sini, rawan kecelakaan. Di Hotel Papa Ho seberang Jambu Mall inilah cerita ini di mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih lima belasa menit perjalanan dari hotel menuju dinas kesehatan kabupaten Bogor. Tempat diselenggarakannya pelatihan Merespon Tantangan epidemi HIV/AIDS dalam konteks HAM yang Berprespektif Gender. Selama dua hari penuh pelatihan tersebut dijadwalkan.Hari pertama untuk para pengambil kebijakan dan yang kedua bagi praktisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGF5UZn_yI/AAAAAAAAAIc/dLdryIZ3UV8/s1600-h/DSC_0057_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 203px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGF5UZn_yI/AAAAAAAAAIc/dLdryIZ3UV8/s320/DSC_0057_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305669055794380578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama CHPSC ( Centre Health policy and sosial change Yogyakarta ) dengan dinas kesehatan kabupaten Bogor. ada dua puluh pengambil kebijakan yang diundang dalam acara tersebut. sebagian diantaranya adalah pimpinan kedinasan dari SKPD setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang briefing dinas kesehatan di pilih sebagai ruang pelatihan ini. Tempatnya memang tidak terlalu  luas, namanya juga ruang rapat. Bagi fasilitator ini merupakan salah satu kesulitan yang menjadi tantangan tersendiri. Peserta yang hadir adalah orang orang dinas yang cukup sibuk di bidang kerjanya. Waktu penyelenggaraan yang hanya satu hari dengan kepadatan materi yang harus diberikan memberikan beban dalam proses pelatihan. Hal ini mendapatkan banyak catatan dalam lembar evaluasi yang diberikan oleh peserta di akhir sesi acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGGM6d1s8I/AAAAAAAAAIk/DItGgYykS0E/s1600-h/DSC_0076_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGGM6d1s8I/AAAAAAAAAIk/DItGgYykS0E/s320/DSC_0076_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305669392430117826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HIV/AIDS oleh para peserta masih dipandang sebagai persoalan individu dan kelompok tertentu. Perempuan pekerja seks masih saja diberikan garis bawah dan cetakan tebal sebagai aktor kunci penyebaran epidemi ini. Pandangan perilaku menyimpang dari kelompok homoseks masih menjadi keyakinan bahwa komunitas ini haruslah disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan kebinalan perempuan yang mendorong pilihan menjadi pekerja seks untuk kepuasan dan melampiaskan birahi semata. Sementara para pelanggan , laki laki hanya dipandang sebagai korban yang berimbas pada keluarga terutama istri dan anak. Ada juga pandangan bahwa problem HIV/AIDS bersumber pada odha ( orang dengan HIV/AIDS ) sehingga diusulkan semua pekerja seks dan orang orang yang berzina di test HIV dan kemudian yang positif di tembak mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari sistem kebijakan, peserta masih memandang bahwa regulasi tentang prostitusi masihlah lemah. Pimpinan Lapas mengemukakan bahwa Lapas yang dipimpinnya telah penuh dengan Napi.Lapas yang berkapasitas 300 orang ini telah padat dengan 500 orang yang menghuninya hanya dalam kurun waktu 3 bulan. Ini menandakan banyaknya orang bermasalah moral. Akan tetapi Lapas tersebut juga belum mempunyai kebijakan yang yang mendukung program penanggulangan HIV. Hal tersebut dikarenakan belum adanya lampu hijau ditingkat pusat berkenaaan  dengan regulasi. KPA ( komisi penanggulangan AIDS )masih dipahami sebagai LSM yang menanggulangi AIDS, ironis sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGEleoV9YI/AAAAAAAAAIU/KK0XzvnKv5g/s1600-h/DSC_0044_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGEleoV9YI/AAAAAAAAAIU/KK0XzvnKv5g/s320/DSC_0044_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305667615431456130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelaksana harian KPA yang hadir membuka pelatihan tersebut. Anehnya Pejabat ini baru mengetahui bahwa dirinya adalah  pelaksana harian  KPA sesaat sebelum acara tersebut dimulai. Mungkin bisa dibayangkan bagaimana ribet ruwetnya koordinasi KPA yang hanya mempunyai dua orang staff baru, dimana biayanya operasionalnya merupakan bantuan KPAN. Problem senada juga diakui oleh dr.Kusnadi, salah satu pejabat di dinas kesehatan kabupaten Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huih, banyak sekali yang harus dikerjakan. Sebagai fasilitator hal tersebut adalah tantangan yang menarik untuk di bongkar habis. Mulai dengan data kasus HIV hingga hitung hitungan estimasi yang menunjukkan resiko pada layanan kesehatan dan bank darah. Angka yang mereka hitung sendiri menunjukkan kerentanan pada populasi umum termasuk diri peserta dan keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGGfvoFEKI/AAAAAAAAAIs/BjPqulz7z90/s1600-h/DSC_0085_resize.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGGfvoFEKI/AAAAAAAAAIs/BjPqulz7z90/s320/DSC_0085_resize.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305669715937792162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tata nilai dan norma peserta yang selalu menjadi cara pandang untuk dipaksakan untuk berlaku pada kelompok tertentu, di bongkar dengan konsekuensi dampak, dari pengalaman yang selalu menuai kegagalan bila penyelesaian masalah hanya dititik beratkan pada keyakinan tentang agama semata. Budaya yang mengakar kuat dengan tafsir tafsir agama secara perlahan di kupas untuk menunjukkan adanya konstruksi sosial dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pemahaman tentang konstruksi inilah yang dijadikan dasar untuk memulai perubahan tersebut. Cara pandang bahwa epidemi ini bukan sebatas medis belaka telah mempengaruhi para peserta untuk berpikir lebih luas dalam kerangka sistem yang merujuk pada problem HAM dan relasi gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi berkaitan dengan kemajuan dunia klinis HIV/AIDS menjadi masalah yang serius. Beberapa permainan segar seperti bisik bisik tetangga secara halus telah memberikan pemahaman pada para peserta, bahwa pemberian informasi selalu membutuhkan waktu dan strategi dalam prosesnya. Sehingga problem penyebaran informasi tersebut tidaklah semata mata cukup dengan mengatakan " program sosialisasi ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem koordinasi karena lemahnya posisi KPA kabupaten , menuntut intervensi serius dari ketua KPA yaitu wakil Bupati. Ketidak tahuan para pimpinan kedinasan yang sering disebut dengan SKPD adalah problem koordinasi struktural kabupaten ini. Dorongan ini memunculkan asumsi lemahnya KPAN dalam monev ( monitoring dan evaluasi) pada tingkat kabupaten kota, dalam programnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RTL ( rencana tindak lanjut ) yang disusun oleh peserta belumlah merujuk pada problem sistem seperti yang diungkapkan diatas. Masih terlalu tehnis jika dipandang dari kapasitas pengambil kebijakan. Akan tetapi inilah proses.   Sebuah awal mula geliatan dari kepedulian dalam penanggulangan epidemi HIV. Semoga apa yang telah dimulai terus berkelanjutan hingga terwujud gerakan stop epidemi AIDS yang lebih ideal dan mempunyai prespektif gender dan HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses untuk Kabupaten Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-7614924169743701850?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/7614924169743701850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=7614924169743701850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7614924169743701850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7614924169743701850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/pejabat-bogor-dan-hivaids.html' title='Pejabat Bogor dan HIV/AIDS'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaGF5UZn_yI/AAAAAAAAAIc/dLdryIZ3UV8/s72-c/DSC_0057_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-4755953369562226171</id><published>2009-02-09T22:52:00.007+07:00</published><updated>2009-02-10T00:19:30.792+07:00</updated><title type='text'>Tragedi ataukah Bencana ?</title><content type='html'>Tayangan banjir di Jawa tengah dan beberapa propinsi lain yang baru baru ini diberitakan oleh kalangan media, mengingatkan pada tiga hari perjalananku di Semarang kemarin. Banjir  sempat menggenangi beberapa ruas jalan, ini akibat hujan yang terus menerus mengguyur kota tersebut. Akibatnya lalu lintas macet, beberapa kendaraan juga ikut terjebak karena mesin tak mau hidup. Aktifitas kota menjadi terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBjafiPsjI/AAAAAAAAAH8/5Keu2jnei4U/s1600-h/42-19297041.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBjafiPsjI/AAAAAAAAAH8/5Keu2jnei4U/s320/42-19297041.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300846068207956530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banjir memang menuai masalah. Tidak sedikit masalah kesehatan yang ditimbulkannya. Pengungsian juga menjadi sorotan.Seorang teman menulis sebuah artikel berjudul "Banjir". Ulasan yang mengangkat banjir dengan segala problematikanya. Sebuah kritikan disampaikan berkaitan dengan cara pandang banjir. Manakala banjir dipandang sebagai sebuah bencana maka peristiwa ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan diantisipasi.Semua mengalir begitu saja diluar kemampuan manusia untuk mencegahnya. Sementara penguasa akan berlenggang kangkung karena semua tidak bisa di duga atau diantisipasi.Bahkan selain itu, membawa nama Tuhan sebagai penguasa alam, untuk membungkam bantahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBj6BZvsEI/AAAAAAAAAIE/9VCJD0nwCqo/s1600-h/LW004624.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBj6BZvsEI/AAAAAAAAAIE/9VCJD0nwCqo/s320/LW004624.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300846609875054658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalar tersebut membuat penguasa merasa bebas dari tanggung jawab, yang dihubungkan oleh peristiwa sebab dan akibat. Kemudian tiba tiba datang membawa bantuan dengan topeng dewa yang disandang. Berharap banyak hati bersimpati dan menunggu kata bahwa penguasa peduli.&lt;br /&gt;Lain halnya jika banjir dipandang sebagai tragedi kemanusiaan. Banjir sesungguhnya telah diundang oleh kerusakan alam, hutan gundul, resapan air yang sempit dan pemanasan global. Semua itu merupakan kelalaian penguasa untuk mencegahnya. Kelalaian yang harus dipertanggung jawabkan oleh penguasa negri ini untuk menjamin hak hak rakyatnya untuk aman terbebas dari tragedi kemanusiaan, yang sebenarnya bisa dicegah dan diantisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBkOUXdM6I/AAAAAAAAAIM/BZuNCIzO6UQ/s1600-h/CU006969.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBkOUXdM6I/AAAAAAAAAIM/BZuNCIzO6UQ/s320/CU006969.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300846958563111842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja problem HIV/AIDS juga di pandang sebagai tragedi kemanusiaan dan bukan bencana atau bahkan kutukan, maka penghakiman atas perilaku perilaku individu bisa dihindarkan. Sistem akan dipandang sebagai akar permasalahan epidemi.Saat undang undang hanya dipakai sebagai lambang. Jaminan kesejahteraan yang tertuang belum bisa dinikmati, lebih dipandang sebagai kiasan pemanis undang undang. Mandat rakyat masih dijadikan komoditi politis untuk menggaet suara terbanyak dalam pemilu yang rutin lima tahun sekali. Kebijakan yang yang masih diukur dengan tinggi rendahnya ekonomi makro membuat segolongan masyarakat tersisihkan dan terpuruk dalam kemlaratan. Hal inilah yang menggiring mereka harus bekerja dalam situasi yang beresiko, yang akhirnya mereka dipantaskan untuk mendapat tudingan amoral. Sementara konstruksi timpang gender seakan dilanggengkan bahkan cinderung diabaikan. Perempuan yang terbungkam memposisikan konstruksi itu semakin kuat mencengkeram. Budaya budaya yang terbalut moral semakin menjauhkan masyarakat terpinggir, sebagai bangsa dari negaranya sendiri. &lt;br /&gt;Akankah identitas yang hilang itu akan kembali? Sampai kapan hak hak yang terlanggar terpulihkan lagi? Ataukah semua itu akan dibiarkan terjadi hingga epidemi HIV ini semakin luas  menginvasi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-4755953369562226171?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/4755953369562226171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=4755953369562226171&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4755953369562226171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4755953369562226171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/tragedi-ataukah-bencana.html' title='Tragedi ataukah Bencana ?'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBjafiPsjI/AAAAAAAAAH8/5Keu2jnei4U/s72-c/42-19297041.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-1449097820772525625</id><published>2009-02-08T17:27:00.003+07:00</published><updated>2009-02-09T22:15:20.152+07:00</updated><title type='text'>Perempuan Perempuan Terpasung  Budaya Diam</title><content type='html'>(bag......3)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pacar, Tegar (nama samaran) adalah laki laki yang peduli. Dengan setia ia mengantarkan pacarnya untuk mengkases layanan CST ( care ,support and treatmen ) ke rumah sakit rujukan. kepeduliannya membuat sang pacar semakin terkuatkan walau kondisinya  sedang menurun, setelah terdiagnosa HIV positif. Kegelisahannya mulai terobati dengan dukungan dan perhatian laki laki ini. Akan tetapi, disisi lain perempuan ini masih saja terbebani oleh perasaan bersalah. Perasaan bahwa dirinya telah menulari laki laki pujaannya.Berulang kali perempuan inipun bertanya dan minta maaf.Seakan dirinya tidak percaya akan hasil pemeriksaan lab yang menunjukkan positif HIV tersebut. Akan tetapi berulang kali pula laki laki itu, memberi semangat dirinya untuk tetap tegar menjalani semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBIS2zafEI/AAAAAAAAAH0/ELrseyUpjRA/s1600-h/42-20313767.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBIS2zafEI/AAAAAAAAAH0/ELrseyUpjRA/s320/42-20313767.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300816250201078850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendamping, laki laki ini bisa memberikan motivasi dan harapan, untuk kembali menghidupkan semangat yang sempat pudar pada pacarnya. Tetapi Tegar adalah manusia seperti yang lainnya. Manusia yang mempunyai kekhawatiran, gelisah dan ketakutan. Dirinya dihantui oleh perasaan bahwa hasil test darahnya kemungkinan besar adalah positif. Kegelisahan itu terbaca jelas olehku saat dirinya konseling. Seakan bertubi pertanyaan memenuhi otaknya. "Siap tidak siap semua sudah terjadi," kata ia. Maka ia memutuskan siap menjalani test HIV. Dari sekian proses kesiapan Tegar sudah lebih baik. &lt;br /&gt;Siap untuk membuka hasil? di sigap laki laki ini menjawab," SIAP". Hasil dibuka dan ternyata reaktif. Tegar terdiagnosa HIV Positif.&lt;br /&gt;Diam , hening dengan kepala tertunduk.Tak sepatah katapun saat itu.Hingga akhirnya proses konseling berlanjut, berlangsung lama. Untuk kemudian merujuk pada layanan CST seperti teman teman lainnya, yang terdiagnosa virus yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegar adalah seorang pegawai negri. saat ini sedang menjalani pendidikan, tugas belajar di Jogja. Sebagai seorang pegawai dengan gaji yang pas pasan, laki laki ini harus menghidupi keluarga. Seorang istri dan dua orang anak yang masih duduk di bangku SMP dan salah satunya Perguruan tinggi di Jogja. Istri adalah ibu rumah tangga yang setia melayani keluarga di rumah. Kesehariannya mengurus anak dan suami, tidak mempunyai penghasilan sendiri. begitulah beban ekonomi yang Tegar kisahkan padaku. Lamunan Tegar melayang menghitung biaya yang akan semakin membebani rumah tangganya, saat dirinya kini harus menjalani pengobatan yang dibilang tidaklah murah. Hal terberat dalam hidup Tegar kini adalah bagaimana menjelaskan ini semua pada istri dan anak anaknya. Apalagi stigma yang begitu kuat dan juga perasaan bersalah dirinya. Jujur dia mengatakan tidak sanggup untuk memberitahukan ini semua. Lalu alasan apa yang akan diberikan pada istrinya untuk mencegah penularan saat berhubungan badan. selama ini tidak pernah mereka menggunakan kondom sebagai pengaman, alasannya adalah istri menggunakan KB hormonal. sehingga sangat sulit baginya jika kini tiba tiba dirinya menggunakan kondom. tuduhan perselingkuhan dan penyakit kotor terbayang akan dilayangkan padanya. rumit dan terasa berat.Setiap mendengar ada tanyangan HIV/AIDS di televisi ataupun diradio dirinya menjadi sangat sensitif, jangan jangan ada yang tahu?. "Waktu akan menjelaskan semuanya, aku belum siap", kata Tegar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBHJjC806I/AAAAAAAAAHs/wGeZyxUIXDU/s1600-h/42-19681269.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBHJjC806I/AAAAAAAAAHs/wGeZyxUIXDU/s320/42-19681269.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300814990767084450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan seperti istri Tegar, adalah cerminan perempuan perempuan lain, yang terkondisikan dalam ketidak tahuan dan ketakberdayaan. Perempuan yang akhirnya akan menjadi korban. Budaya yang selama ini telah melanggengkan ketimpangan , dimana dominasi kekuatan laki laki yang akhirnya memposisikan perempuan menjadi abdi. Abdi kekuasaan yang mewarnai semua aspek kehidupan dalam budaya patriarki. Jelas sekali dalam kasus ini, perempuan dikondisikan hanya untuk menerima, seakan tidak mempunyai hak untuk menuntut. sebuah hidup yang tidak adil. Kebohongan dan perilaku pengecut sang suami dipandang sebagai kewajaran dan kenakalan anak laki laki semata. Sedangkan diri perempuan yang rentan akibat paparan si suami, berujung pada gunjingan laknat dan kebinalan yang tak bermoral. sementara, banyak perempuan yang tetap diam terbungkam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBF9-ZCH3I/AAAAAAAAAHk/PxELtgrFaiw/s1600-h/gender+balance.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBF9-ZCH3I/AAAAAAAAAHk/PxELtgrFaiw/s320/gender+balance.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300813692437405554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia patriraki masih kuat mencengkram. Nilai nilai budaya diangkat menjadi tameng. doktrin doktrin dibuat untuk memperkuat ke egoan. Bahkan ayat ayat agama dicuplikkan dengan mengatas namakan Tuhan agar tak terbantahkan. HIV/AIDS telah menjungkir balikkan sendi sendi kehidupan. Perlu adanya perubahan dalam cara pandang penanggannya. HAM dan Gender masih terpisahkan sehingga perlu digabungkan dalam gerbong sinergitas gerakannya.&lt;br /&gt;Hanya dengan ini penanggulangan HIV akan sampai pada tujuan dan harapannya.&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-1449097820772525625?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/1449097820772525625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=1449097820772525625&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/1449097820772525625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/1449097820772525625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/perempuan-perempuan-terpasung-budaya_08.html' title='Perempuan Perempuan Terpasung  Budaya Diam'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SZBIS2zafEI/AAAAAAAAAH0/ELrseyUpjRA/s72-c/42-20313767.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-2486962311274016761</id><published>2009-02-02T21:26:00.007+07:00</published><updated>2009-02-02T23:42:50.997+07:00</updated><title type='text'>Perempuan Perempuan Terpasung  Budaya Diam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Bag...2 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan dalam rumah tangga belum berhenti hingga kini. Seorang perempuan menuturkannya padaku. Deritanya terus saja mengguyur tanpa henti. Sebagai seorang istri yang telah melahirkan 2 orang anak dan membesarkannya. Sampai saat ini harus tetap memikul beban yang sangatlah berat. Pencaharian nafkah harus dilakukannya sendiritak seorangpun membantu tidak juga suaminya. Laki laki yang dinikahinya hanyalah seorang pengangguran.Uang, uang dan uang itulah tuntutan suaminya, tanpa pernah memberikannya kesempatan untuk menikmati dunia. tiada pula pernah dirasakan olehnya senyuman kelegaan. Tamparan dan makian hanyalah hal biasa yang menjadi bagian hidupnya, apalagi saat pulang tidak membawa uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYcYmTUz-2I/AAAAAAAAAHE/YM5VOdtcSkg/s1600-h/kdrt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 112px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYcYmTUz-2I/AAAAAAAAAHE/YM5VOdtcSkg/s320/kdrt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298230532926339938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perempuan ini sengaja dijual oleh suami tak bertanggung jawab ini sebagai pekerja seks di Jogja. Sementara sang suami hanyalah makan , tidur dan foya foya dengan minuman yang selalu menemaninya. AH..bak sinetron saja, akan tetapi yang ini adalah kisah nyata.&lt;br /&gt;Penghasilan menjadi seorang pekerja seks kelas bawah tidaklah manusiawi.Tak sebanding dengan nilai kerusakan organ yang tak akan pernah tergantikan. Pungli disana sini menjadi beban yang harus dibayarkan tiap harinya. Uang lebaran puluhan ribu seakan hanyalah lewat begitu saja, dan tak tersisa. Bayangkan jika perempuan ini harus membayar sewa kamar, setoran ke mama ( sebutan buat mucikari ), uang keamanan dan keperluan sehari harinya. Tuntutan suami yang memang tidak punya otak membuat perempuan ini harus ekstra kerja keras mendapatkan tamu sebanyak banyaknya dalam semalam. Urusan perut dan tututan hidup membuat posisi tawarnya menjadi lemah. Banyak tamu yang enggan mengunakan kondom sebagai pengaman dengan seribu alasan.Akan tetapi perempuan ini tak kuasa menolak karena kuasa uang. Hal ini membuat perempuan ini semakin terpuruk dalam situasi yang sangat beresiko. Organ reproduksinya telah ia pertaruhkan. Pengorbanannya ia berikan sepenuhnya dengan mengabaikan keselamatan dan kesehatannya sendiri. Kehancuran dan sesuatu yang buruk terus saja bergentayangan mengancam hidupnya. Berbagai infeksi menular seksual telah siap menikamnya. sementara relasi kuasa telah membuatnya terpuruk dalam ketidak adilan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYcbwBwtivI/AAAAAAAAAHM/FUD5BfsdQp0/s1600-h/pemabuk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYcbwBwtivI/AAAAAAAAAHM/FUD5BfsdQp0/s320/pemabuk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298233998545095410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kini perempuan itu ada di hadapanku. Status HIV positif menjadi tamparan baru buat dirinya. dirinya gundah." apakah kematian akan segera menjemputku?". Dirinya merasa belum siap. Manakala dua orang anak masih membutuhkan dukungan dari dirinya. Begitu tidak adil kenyataan ini. Bagaimana seorang perempuan yang telah susah payah dengan segala pengorbanan yang luar biasa, kini harus dihadapkan pada sebuah fakta bahwa dirinya kini terinfeksi virus yang sampai kini belum ada obatnya. &lt;br /&gt;Seorang laki laki yang sedari tadi menemani perempuan ini, tetap diam, sebut saja Tegar ( nama samaran ). Tegar inilah satu satunya teman, yang paling dapat dipercaya oleh perempuan ini. Sudah hampir 6 bulan mereka kenal dekat. Bahkan saat terdiagnosa positif HIV, Tegar adalah orang pertama yang diberitahunya. Di ruangan konseling itu Tegarpun memberikan semangat kepada perempuan yang tak lain adalah pacarnya.&lt;br /&gt;Kini perempuan ini telah mengakses layanan CST ( care suppor and treatmen ). Layanan tindak lanjut bagi orang yang telah terdiagnosa HIV positif. Dengan hasil CD4 486, maka kondisi perempuan ini akan tetap baik, hingga menunggu kapan treatmen ARV ( antiretroviral) akan dimulai. ARV adalah teraphy yang memungkinkan kondisi odha pada level sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYcYUzCvUNI/AAAAAAAAAG8/LLWDsojVbXo/s1600-h/gerakan+perempuan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYcYUzCvUNI/AAAAAAAAAG8/LLWDsojVbXo/s320/gerakan+perempuan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298230232202825938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas adalah fakta yang kutemui minggu lalu. Sebuah bukti bahwa ketimpangan jender masih terus berlangsung. Profesi pekerja seks ternyata bukanlah kebinalan perempuan seperti yang selama ini dituduhkan, akan tetapi merupakan bagian dari perdagangan manusia, yang sebagian besar dilakukan oleh suami ataupun keluarga sendiri. Kemiskinan telah menciptakan dunia ketidakadilan bagi perempuan. Marjinalisasi perempuan mengkondisikan kaum ini pada ketidak berdayaan, Steriotype telah mengkonstruksikan perempuan menjadi bagian yang layak untuk disudutkan dan bahkan kekerasan demi kekerasan dialaminya tanpa pernah ia kembali menuntutnya. Ingin sekali ada seseorang yang mau melakukan pembelaan. Kewajaran dan pandangan " sudah selayaknya " merupakan vonis terkeji yang kemudian ia sandang. Akankah ketimpangan ini terus akan bertahan? Apakah ketidak adilan bagi perempuan juga langgeng dalam budaya diam? Setiap hati nurani akan selalu dituntut untuk melakukan perubahan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-2486962311274016761?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/2486962311274016761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=2486962311274016761&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2486962311274016761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2486962311274016761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/perempuan-perempuan-terpasung-budaya.html' title='Perempuan Perempuan Terpasung  Budaya Diam'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYcYmTUz-2I/AAAAAAAAAHE/YM5VOdtcSkg/s72-c/kdrt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-9166495660970099914</id><published>2009-02-02T16:23:00.008+07:00</published><updated>2009-02-02T17:39:06.217+07:00</updated><title type='text'>Perempuan Perempuan Terpasung  Budaya Diam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYbJWBCAB2I/AAAAAAAAAGs/e2h0cpfBpA4/s1600-h/air+mata+perempuan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 112px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYbJWBCAB2I/AAAAAAAAAGs/e2h0cpfBpA4/s320/air+mata+perempuan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298143391719098210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, seorang pekerja seks menemuiku di PKBI. Wajahnya tampak bingung.Kesedihan tergurat nyata diwajahnya. airmata itu tak bisa dibendung lagi.Perempuan ini terdiagnosa HIV positif. Dengan menagis perempuan ini mengisahkan kepahitan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu perempuan ini adalah pengusaha. Dari mengkreditkan uang hingga baju maupun barang barang elektronik di kota Solo, sedangkan suaminya bekerja sebagai sopir bus antar propinsi.Saat itu kehidupannya begitu makmur hingga mereka mampu mnguliahkan anaknya yang pertama. Sedangkan anak yang kedua masih duduk di bangku SMK di Jateng.&lt;br /&gt;Saat terjadi kerusuhan di Solo yang khabarnya hingga bakar bakar rumah maupun toko, seluruh modal usaha perempuan ini juga habis hangus terlalap api, tak ada yang tersisa. Selang tidak berapa lama dari kejadian itu, suami yang berprofesi sopir bus itu mendapatkan kecelakaan. Bus yang dikendarainya menabrak seorang ibu hamil hingga tewas. Malang terus berlanjut, semua harta dan kekayaan yang mereka punya habis untuk biaya dan pengobatan korban kecelakaan tersebut. Bukan itu saja, sang suami harus menginap beberapa waktu dipenjara sebagai konsekuensi hukumnya. setelah semuanya habis, kini bertambah lagi penderitaan perempuan ini dengan ambruknya sang suami hingga harus menjalani teraphy rutin guna kesembuhannya. suami ternyata terkena serang stroke. Dengan terpaksa perempuan ini harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan sandang , pangan  dan juga temapat tinggalnya. Bekerja di layanan seks bukannlah keinginan dia.Akan tetapi tekanan ekonomi yang begitu kuat memaksa dia harus mengorbankan dirinya demi suami dan anak anaknya, yang masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menjadi pekerja seks adalah pilihan terakhirnya sekalipun hal tersebut sangatlah tidak diiinginkannya. Suami mengijinkannya. Akhirnya kehidupan malam di sepanjang rel di gelutinya untuk mendapatkan uang sekedar bertahan hidup. Keluarga dan anak anaknya jauh di Jateng tidaklah mengetahui pengorbanan apa yang sedang dilalui oleh sang ibu. Impian sang ibu hanyalah ingin menyekolahkan anak anaknya hingga suatu saat ereka dapat mandiri. Kesehatan suami hingga kini masih diupayakan oleh perempuan ini sekalipun harus mengorbankan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYbMIWDECnI/AAAAAAAAAG0/ZCGZj1110Xo/s1600-h/tudingan+pd+perempuan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYbMIWDECnI/AAAAAAAAAG0/ZCGZj1110Xo/s320/tudingan+pd+perempuan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298146455377414770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat luas tentulah tidak mengetahui perjuangan perempuan ini. Sebuah kisah kehidupan yang menggambarkan kecintaan tulus dengan pengorbanan yang tak berujung. Cacian dan makian yang selalu ditudingkan kepada para pekerja seks ini hanyalah menambah sayatan hati. Mereka tidak tahu atau tidak mau tahu perihal hancurnya perasaan yang selalu dipikul sebagi beban keseharian. Masih banyak hal yang masih timpang. sebagaimana ketimpangan ekonomi yang dimelanda perempuan ini. Ketimpangan gender yang diterima dalam budaya oleh para perempauan. Ketimpangan sosial yang hanya berpihak pada kemapanan. Jujur hatikupun ikut menagis, terbayang wajah ibuku yang mempunyai kemiripan perjuangan hidup, walaupun kisahnya tak sama. Dunia hingga kini masih terbungkam. Budaya patriarki mengkonstruksikan para penguasa untuk tetap bertahan pada kekuasaannya. Akankah ini akan berakhir? Berapa lagi perempuan yang akan menjadi korban? Masihkan ada tempat yang mau untuk mendengar suara para pekerja seks ini? Cukup adilkah bagi mereka sebagai tumpahan kesalahan dan tudingan amoral?&lt;br /&gt;Jawabnya ada di hati nurani kita masing masing..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-9166495660970099914?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/9166495660970099914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=9166495660970099914&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/9166495660970099914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/9166495660970099914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/02/perempuan-prempuan-terpasung-budaya.html' title='Perempuan Perempuan Terpasung  Budaya Diam'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SYbJWBCAB2I/AAAAAAAAAGs/e2h0cpfBpA4/s72-c/air+mata+perempuan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-6064004445503540220</id><published>2009-01-26T19:48:00.011+07:00</published><updated>2009-01-26T21:20:55.175+07:00</updated><title type='text'>Tenggelam di panorama Curug Sewu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3Gk_xf_TI/AAAAAAAAAGk/WIB1cjbNUpY/s1600-h/DSC01318.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3Gk_xf_TI/AAAAAAAAAGk/WIB1cjbNUpY/s320/DSC01318.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295607075754212658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua liburanku, selama seharian waktu aku habiskan di tempat yang bernama " Curug Sewu ". Sebuh obyek wisata yang berada di kecamatan patean, dekat perbatasan Kabupaten Kendal. Lokasinya tidak jauh dari sukorejo. Kira kira 1,5 jam dari kota Temanggung Jawa tengah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3A2-TzCnI/AAAAAAAAAFs/7kGMy6OBAbQ/s1600-h/DSC01280.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3A2-TzCnI/AAAAAAAAAFs/7kGMy6OBAbQ/s320/DSC01280.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295600787529075314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;curug sewu adalah nama sebuah air terjun yang konon adalah yang tertinggi di Jawa tengah. Aliran air terjun ini cukup deras dan besar, Sehingga cukup indah untuk dipandang. Panorama alam dengan hijaunya hutan tropis di bawah kaki pegunungan juga disuguhkan dengan apiknya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3BbLU55lI/AAAAAAAAAF0/RWR23L4h2j4/s1600-h/DSC01288.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3BbLU55lI/AAAAAAAAAF0/RWR23L4h2j4/s320/DSC01288.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295601409498670674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gardu pandang disediakan bagi para pengunjung untuk melihat lepas bentangan alam.Beberapa fasilitas lainnya juga di suguhkan sebagai pelengkap wahana rekreasi alam ini. Kolam renang misalnya.Sekalipun bukan ukuran sandart internasional akan tetapi jika diperuntukkan sebagai pelengkap rekreasi. Di sebelah kolam renang ada juga jet coaster, hanya mungkin sudah tidak difungsikan lagi.Hal ini terlihat karena tidak adanya aktifitas alat tersebut. Dan tampak sekali  bahwa beberapa perangkat disitu terlihat sudah berkarat. Panggung hiburan dengan suguhan lagu dangdut live bersama artis artis lokal.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3CHC4Td7I/AAAAAAAAAF8/ktqZiBYYxkE/s1600-h/DSC01291.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3CHC4Td7I/AAAAAAAAAF8/ktqZiBYYxkE/s320/DSC01291.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295602163145471922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di belakang kolam renang ada kebun binatang seperti ular, burung dan Gajah. Sedangkan monyet berkeliaran bebas di areal wisata curug sewu ini. Habitat monyet yang berada di Hutan disekitar air terjun menjadi pemandangan menarik bagi para pengunjung, Aku jadi teringat "sangeh " di Bali. Akan tetapi keberadaan monyet ini justru menjadi hama bagi para penjual di object wisata. Hal senada juga di keluhkan oleh para petani yang selama ini kebunnya dirusak oleh kawanan monyet yang lepas bebas ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3EIh8KuBI/AAAAAAAAAGM/zwUjcireV-M/s1600-h/DSC01295.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3EIh8KuBI/AAAAAAAAAGM/zwUjcireV-M/s320/DSC01295.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295604387686299666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mobil renteng yang didesign bak kereta api mini juga turut mewarnai dan melengkapi taman rekreasi. sempat aku dibawa berkeliling seputar sawah yang bertingkat di belakang objek wisata.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3DQADqsqI/AAAAAAAAAGE/mzjtVTuMD-Q/s1600-h/DSC01310.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3DQADqsqI/AAAAAAAAAGE/mzjtVTuMD-Q/s320/DSC01310.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295603416518275746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang membuatku nyaman dan adem adalah rindangnya pohon pohon besar yang menaungi jalan jalan didalam objek. Beberapa spesies anggrek tumbuh menempel pada pohon pohon tersebut. wow sangat keren bagi pecinta bunga anggrek. Cuaca yang dingin dan lembab mungkin sangat cocok bagi tumbuhnya tanaman anggrek disini. kabut adalah keseharian memperkuat citra pegunungan yang identik dengan udara yang dingin dan sejuk. Jeprat jepret photo tak bosan bosannya aku ambil. &lt;br /&gt;Duren buah favoritku sangat mudah aku temui disini. Apalagi ini adalah musim duren. Para petani disekitar object wisata ini kebanyakan mempunyai pohon duren dikebunnya. Kopi dan cengkeh menjadi hasil perkebunan tulang punggung kebanyakan petani disini. Urusan makanan, aku sangat dimanjakan disini. Mulai dari sate ayam kampung, nasi goreng babat pete, tonseng kambing dan sate sapi pun ada. Ayam oreng dan sambal khas yang yamiie banget udah aku cicipin, he he rakus ya? Yang menarik adalah belibis goreng. wah ini lezzat bgt.&lt;br /&gt;Hujan yang sebentar bentar datang dan pergi tak mengusikku untuk terus menikmati indahnya alam curug.Tempat duduk disediakan dengan cukup. Sempat aku duduk dan menggunakan waktuku untuk membaca. Nyaman dan tenang sehingga membaca terasa sangatlah nyaman ditempat ini. sesekali si monyet mendekat untuk mengambil makanan yang terbuang. Jagung bakar menjadi teman bersantai.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3FDYENp4I/AAAAAAAAAGU/5VjfgU4Vek4/s1600-h/DSC01301.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3FDYENp4I/AAAAAAAAAGU/5VjfgU4Vek4/s320/DSC01301.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295605398647973762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ada pemandangan yang sangatlah tidak menarik disini, bahkan mengganggu. Sampah, plastik dan bekas bekas makanan ada berserakan. Mungkin sebagian orang akan berpendapat bahwa hal tersebut biasa, selayaknya tempat rekreasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3FxP08AOI/AAAAAAAAAGc/_Q4KQhED0ZA/s1600-h/DSC01300.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3FxP08AOI/AAAAAAAAAGc/_Q4KQhED0ZA/s320/DSC01300.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295606186710401250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa memang benar bahwa sampah berserakan merupakan kelayakan? Sehingga pembenaran buang sampah sembarangan merupakan kebiasaan yang akan di budayakan? lalu apa bedanya manusia pembuang sampah sembarangan dengan monyet monyet disini ya?&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-6064004445503540220?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/6064004445503540220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=6064004445503540220&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6064004445503540220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6064004445503540220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/01/tenggelam-di-panorama-curug-sewu.html' title='Tenggelam di panorama Curug Sewu'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SX3Gk_xf_TI/AAAAAAAAAGk/WIB1cjbNUpY/s72-c/DSC01318.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-7933907176549455082</id><published>2009-01-25T19:08:00.006+07:00</published><updated>2009-01-25T20:40:41.080+07:00</updated><title type='text'>Berpacu bersama terik dan hujan</title><content type='html'>Kupacu sepeda motorku keluar dari kota Jogja. Menyusuri jalan dan tikungan, dibawah terik siang yang menyengat. Tak peduli aku dengan kepulan asap kenalpot bus dan truk yang memang sangat menyebalkan. Setibanya di lapangan beran Sleman ku mampir sejenak ke bengkel temanku yang sedang mengerjakan mobilku. Telah hampir 9 bulan ini mobil tersebut belum kelar dengan pengecatannya. Kesal ,jengkel dan kadang marah aku simpan dalam hatiku. Berat menahan kekecewaan akan janji temanku yang mengatakan akan menyelesaikan pekerjaan itu secepatnya. Berulang tanggal dijanjikan, walaupun hingga detik inipun ternyata belum kelar. aku meraa tertipu. Aku dirugikan, karena semua pembayaran telah aku lunasi di depan tanpa sedikitpun aku menawar. Dia temanku, seorang yang ku percaya penuh sebagai teman yang aku nilai baik. Akan tetapi sebaliknya justru aku sendiri yang menjadi korban kebusukkannya. Janji janji sampai kapan janji itu. Memang aku yang lemah, hingga detik inipun aku tetap tertahan untuk tidak memarahinya karena disatu sisi aku berusaha untuk mengerti bagaimana kondisi dia... Justru karena hal itulah, pernah seorang sahabat dekat memarahiku karena kelemahan ini. "Novan novan, kog mau maunya kamu selalu mengalah sekalipun kamu dirugikan."&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXxpdVrAxmI/AAAAAAAAAFc/HbYS0lCYzNw/s1600-h/42-18530086.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXxpdVrAxmI/AAAAAAAAAFc/HbYS0lCYzNw/s320/42-18530086.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295223214635533922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi melenggang pergi dengan membawa butelan buntelan kekecewaan. speed kendaraan kutambah hingga laju kian cepat, pergi meninggalkan bengkel temanku. Berpacu diantara kendaraan yang padat dan jalanan yang sempit. Asap tebal mengepul dari truck dan bus. Bau solar dan hitamnya sisa pembakaran menempel pada wajahku yang terbuka tertepa angin. Aku tak terlalu menghiraukan. Sekalipun aku sadar bahwa kondisi ini sangatlah tidak baik untuk kesehatanku, apalagi keadaan sinusitisku yang sedang parah. Buntelan kekecewaan itu tak membuatku sadar dengan kondisi kesehatanku yang sedang menjalani proses teraphy. &lt;br /&gt;Aku masuk kota Muntilan, teringat kupat tahu yang tersohor disitu. Kupat tahu blabak. Konon katanya bahwa tempat yang dipakai untuk berjualan kupat tahu tersebut adlah kandang kuda.Mungkin itu pula yang membuat kupat tahu ini mempunyai rasa lebih dari pada kupat tahu yang lainnya. Namanya juga novan, kalo ga mampir untuk mencicipi kuliner andalan di suatu tempat dalam perjalanannya maka ga lengkap rasanya.Dikota Blabak  orang mengenalnya. sepiring kupat dan tahu panas mengepul dalam sajiannya. Rasa manis dan bumbu kacang yang khas menambah nafsuku untuk segera melahapnya. Sebatang rokok menjadi penutup makan siangku di Muntilan. Harga yang cukup murah karena dengan enam ribu perak saja satu porsi kupat tahu dan segelas es jeruk bisa disantap ataupun di bawa pulang. &lt;br /&gt;Lalu kuteruskan perjalananku terus ke utara menyusuri jalan Magelang, setiba di kota Gumilang ini butiran air hujan mulai turun sebesar biji jagung. Tak kalah cepatnya motorku melaju keluar kota yang dikenal akademi militernya dibawah kaki bukit Tidar, yang dipercaya orang dulu sebagai paku pulau Jawa.&lt;br /&gt;Secang kota berikutnya. Disini aku teringat dengan direktur dan sekaligus teman yang kebetulan bertempat tinggal di kota yang terkenal denga wedang secangnya. Hp ku buka dan langsung menghubunginya.Akan tetapi aku menghubungi ibu alias ibu direktur PKBI.&lt;br /&gt;Sayang ternyata temanku sedang ke JOgja untuk sebuah acara. Tetap saja aku sempatkan untuk mampir ke rumah beliau. Akan tetapi rumah yang kumaksud kosong,walaupun berulang salam aku layangkan dengan ketokkan pintu sebagaimana tamu selayaknya. &lt;br /&gt;Mungkin lain kali. Sebenarnya memang salah satu tujuan aku bertandang ,maksud hati numpang mandi.Karena badan ini terasa lengket akibat sudah seharian belumlah mabdi. Dari rumah sakit aku nekat berangkat sendiri menuju kota tujuanku. Sukorejo.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXxoF9uuusI/AAAAAAAAAFM/pUYhAEx1L7A/s1600-h/42-17064503.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXxoF9uuusI/AAAAAAAAAFM/pUYhAEx1L7A/s320/42-17064503.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295221713560058562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Temanggung kota berikutnya. Dimana aku tadi di guyur hujan lebat segede biji biji jagung. Pletak pletok tetesan air itu menghujaniku. aku basah dalam kesendirian itu.&lt;br /&gt;Sesampai di daerah Bulu ( daerah yang menghubungkan Temanggung dan Parakan). Hujan mulai mereda, hanya rintik kecil saja. Akan tetapi tepat di Jembatan di depan Gudang tembakau Gudang garam, ban motorku "njeblug". Untunglah tidak jauh dari tempat itu ada bengkel tambal Ban. seorang laki laki muda menyapku dengan ramah. dan dengan sigap pula motorku selesai diganti bannya.&lt;br /&gt;sampailah aku di Parakan.Kota yang berada dibawah kaki gunung Sumbing dan Sindoro. Pemandangannya cukup indah. Banyak gedung tua yang masih berdiri tepelihara. aku tetap melaju. Kembali hujan lebat menerpaku. Sebisa mungkin aku menyelamatkan laptop dalam tas ranselku yang mulai basah, sekalipun aku sudah menggunakan matel hujan. &lt;br /&gt;Berkelak kelok dengan jalanan yang tak rata. Bergelombang, sempit denga travel dan Bus sebagai saingan. Ngadirejo terlewati, Muntung hingga Candiroto aku lewati tanpa peduli dengan hujan yang terus mengguyur.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXxrnZhVsVI/AAAAAAAAAFk/C3EHAh-f9mE/s1600-h/RR004254.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXxrnZhVsVI/AAAAAAAAAFk/C3EHAh-f9mE/s320/RR004254.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295225586490650962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hinga akhirnya aku tiba di tempat kakaku " SUKOREJO". Kota kecil dimana di tengan bunderan ada patung ayam dengan telor dibawahnya. Lega...&lt;br /&gt;Disini tidak banyak tempat hiburannya. Apalagi kalo malam, sepi tak bertuan. Hanya warung warung tenda yang bergelut dengan dingin sekedar untuk mengais rejeki.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya malam ini aku menuliskannya didalam Blog ini.&lt;br /&gt;Selama tiga hari kedepan aku libur. Kunikmati masa ini untuk bersadar sejenak dari semua kelelahanku. Aku tinggalkan ritme kesibukan itu dengan sendiri dan nyepi diatas Gunung. Bersama dingin dan indahnya Curug sewu diantara jalan Weleri Kendal, Kabupaten Kendal , Jawa tengah.... &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-7933907176549455082?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/7933907176549455082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=7933907176549455082&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7933907176549455082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7933907176549455082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/01/berpacu-bersama-terik-dan-hujan.html' title='Berpacu bersama terik dan hujan'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXxpdVrAxmI/AAAAAAAAAFc/HbYS0lCYzNw/s72-c/42-18530086.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-163098790216123969</id><published>2009-01-24T22:35:00.005+07:00</published><updated>2009-01-24T23:50:59.563+07:00</updated><title type='text'>Membalut luka menghibur diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXtFCHAfCtI/AAAAAAAAAFE/y0c2J_eJZK4/s1600-h/DSC01107.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXtFCHAfCtI/AAAAAAAAAFE/y0c2J_eJZK4/s320/DSC01107.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294901689447287506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan waktu, disepanjang perjalanan mengiringi langkahku bergelut dengan problem hiv/aids. Problem yang seakan tiada pernah ada akhir. Syarat dengan issue HAM dan gender.Yang tak pernah akan habis untuk dinikmati dalam ukuran usia. Dinamikanya membuat degup jantung selalu terpacu tanpa pernah sekalipun berhenti. &lt;br /&gt;Ada saat suka dimana kelegaan sesaat hadir menyiram. Melihat geliatan jiwa baru yang mewarnai dinamika penanggulangan epidemi ini. Setelah sekian lama bersama bertahan dalam pergulatan, cemoohan, makian bahkan tuduhan. Ada juga tangisan, kesedihan dan juga ratapan yang sebagian menjadi kidung keseharian. Pujian adalah angin lalu, sesaat datang kemudian pergi meninggalkan pemandangan muramnya. Begitulah keadaan yang menggambarkan semua lekak lekuk pergumalannku.&lt;br /&gt;Mungkin sebagian orang akan berkata, yah begitulah hidup. Ada suka adapula saat yang tidak menyenangkan. Hanya bagaimana kita arif untuk menjalaninya.&lt;br /&gt;Beberapa hari ini, jiwaku lemah. Aku lunglai kehilangan semangat. Kekecewaan melingkupiku. Selimut ketidak berdayaan membuat aku muram.Begitu melownya dalam waktu ini, hingga lagu bunga citra lestari terdengar begitu memihakku,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXtEItkXBBI/AAAAAAAAAE8/85G6o72-CWM/s1600-h/DSC01075.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXtEItkXBBI/AAAAAAAAAE8/85G6o72-CWM/s320/DSC01075.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294900703365891090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;" ku ingin marah, lampiaskan tapi aku hanyalah sendiri disini, ingin ku tunjukan pada siapa saja yang ada, bahwa hatiku kecewa................"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini hanyalah masalah rasa. Rasa ketika aku lelah, aku kecewa, dan bahkan aku tak berdaya. Saat rasa, bahwa aku diperlakukan tidak adil, tidak dihargai dan kemudian dibuang. Mengenang semua dedikasi yang dicurahkan, mengingat perhatian yang telah digelontorkan hingga waktu yang sebagian besar telah diberikan. Belum lagi perasaan akan tekanan yang selama ini ku coba untuk ditepiskan, " Ngapain sich kamu , capek capek ngurusin orang terus, sedang dirimu sendiri tidak pernah ko urus.Dapatnya apa, kaya juga enggak?!!"&lt;br /&gt;Sementara ini aku merasa sendiri.Rasa mengatakan dimana orang orang itu? tidak ada satupun yang mendekat dan mengerti. Rasa menterjemahkan bahwa beginilah hidup, seakan aku hanya diciptakan untuk berbuat, perhatian dan memberi untuk orang lain, akan tetapi bukan untuk diriku pribadi. Rasa juga membubuhkan bahwa aku tidak punya hak untuk meminta, sehingga gelapnya kesendirianku hanya akan kunikmati sendiri sambil menunggu waktu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kutuliskan diatas adalah rasa. Gambaran perasaan yang sedang kutuangkan dalam blogku. Mungkin tulisan ini sulit untuk diterjemahkan.Karena memang perasaan bukan untuk diartikan akan tetapi untuk dirasakan. empati mungkin saja terjadi tetapi itu bukan tujuan. Yah....begitulah rasa.&lt;br /&gt;Hal ini kulakukan setelah kemarin sore, temanku mengatakan, Bagaimana mencurahkan segala emosi kedalam bentuk tulisan. Hal tersebut akan melatih kita untuk berpikir secara terstruktur dengan menggunakan rasio dan logika kita. Sehingga kita kelak tidak dikuasai oleh perasaan yang lambat laun justru membuat kita menjadi tidak produktif oleh karena dikuasai  perasaan itu sendiri. Sebuah pembelajaran baru..&lt;br /&gt;Yang jelas, aku bukanlah sedang mempersalahkan siapapun. aku hanya ingin bersandar sejenak dalam keletihannku. Serta belajar mempraktekkan teori yang menurutku baru. supaya aku bisa "fresh" kembali, untuk siap menghadapi tekanan yang akan terus datang dalam langkah karyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-163098790216123969?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/163098790216123969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=163098790216123969&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/163098790216123969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/163098790216123969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/01/membalut-luka-menghibur-diri.html' title='Membalut luka menghibur diri'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXtFCHAfCtI/AAAAAAAAAFE/y0c2J_eJZK4/s72-c/DSC01107.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-1033254547792249455</id><published>2009-01-16T10:52:00.006+07:00</published><updated>2009-01-16T11:37:45.224+07:00</updated><title type='text'>Byar pet gendak genduknya listrikku</title><content type='html'>Dalam seminggu ini telah dua kali aku mengalami kejadian yang melelahkan. Saat bekerja di laboratorium pathologi klinik, rumah sakit swasta besar dan terkenal di Jogja. Kemarin pagi pada saat jam kerja, banyak sekali pasien yang mengantri untuk memeriksakan darah ataupun sample lainnya. tiba tiba kira kira pukul sepuluh pagi, listrik mati. Biasanya listrik yang padam itu segera kembali menyala dengan 2 generator yang dipunyai oleh rumah sakit. Akan tetapi ternyata dua generator yang biasa untuk memback up saat listrik padam tidaklah berfungsi alias ngadat. spontan saja ini membuat panik banyak pihak. Terutama aku sendiri yang bekerja melayani pemeriksaan buat para pasien. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXANB2YvQcI/AAAAAAAAAEk/4DlZefQe3BY/s1600-h/lab.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXANB2YvQcI/AAAAAAAAAEk/4DlZefQe3BY/s320/lab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291743887590638018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Laboratorium kami cukuplah modern. semua serba komputerise, dari alat kimia, imunnologi, hematologi hingga sistem informasi lab sendiri. Bahkan untuk antar dan kirim hasil maupun sample kami terhubung dengan alat yang namanya aerocom. Sebuah alat modern yang mampu mengirimkan barang, sample or sesuatulah, dengan menembakkannya dalam sebuah kapsul. Konon ini tehnologi dari NASA.&lt;br /&gt;BTW semua ini menggunakan listrik sebagai sumber powernya. Alhasil dengan padamnya listrik tersebut, spontan semua matot alias mati total. UPS yang ada tidaklah cukup untuk menahan padamnya alat dalam waktu lama. apalagi kalo alat tersebut tidak ada UPS nya. Pastilah langsung mak pet...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXANnhFmLKI/AAAAAAAAAEs/MgcaNALgIt8/s1600-h/lamp+electric.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXANnhFmLKI/AAAAAAAAAEs/MgcaNALgIt8/s320/lamp+electric.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291744534708235426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kerugian yang ditanggung dari padamnya listrik tidaklah sedikit dlam sekali mati saja untuk alat yang seang running beberapa test 5 sampai 10 jt bisa melayang karena kegagalan test. Belum lagi kerusakan alat yang bisa di akibatkan dari pemadaman listrik spontan. Bagaimana tidak alat alat yang canggih ini adalah device yang dilengkapi dengan perangkat software or hardware yag disangatlah sensisitif dengan kondisi perlistrikan. Yang lebih parah lagi adalah komplain dari pasien yang sedari pagi telah menunggu hasil. Pastilah mereka kecewa, mengumpat dan bahkan ada yang marah marah akibat trouble yang terjadi sekalipun itu semua diluar kemampuan kami. Yah, wajarlah konsumen adalah raja, mereka telah membayar untuk layanan ini, yang mungkin tidaklah&lt;br /&gt; sedikit angka nominalnya. Belum lagi beberpa pasien yang rumahnya luar kota jauh dari Jogja. Wuih ini hal yang paling menjengkelkan, sehingga kekesalan ditambah badan yang tidak fit, belum lagi masalah keuangan akan tetapi mereka mendapatkan service yang sangat mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXAOj4ilSLI/AAAAAAAAAE0/gkfYwIqEcT4/s1600-h/marah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXAOj4ilSLI/AAAAAAAAAE0/gkfYwIqEcT4/s320/marah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291745571795978418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya mengatasi trouble, ini tentulah pihak rumah sakit tidak begitu saja tinggal diam. Segala upaya segera di kerjakan guna membuat listrik kembali menyala. Sesaat listrik hidup, akan tetapi kemudian dalam hitungan detik padam kembali. Wuih ini terjadi berkali kali. Alatku ..alatku...waudah keluhku dalam hati. aku kuatir bakal ada alat yang akan rusak dengan kondisi listrik semacam itu.&lt;br /&gt;Alhasil kira kira 13.15 wib listrik menyala dan stabil. tidak mati mati lagi. Dari waktu kerjaku yang tersisa aku coba ngebut untuk menyelesaikan beberpa test yang belum sempat terselesaikan. Kondisi ini memang memeras pikiran , otak dan juga tenaga. Semua harus selesai dalam waktu yang singkat. Jika tidak ingin kehilangan costumer.&lt;br /&gt;Jam berjalan tanpa terasa, hingga semua selesai. waktu sang singkat itu membuat aku kemudiann harus beranjak dari ruang kerjaku dan meneruskan kerja kerja lain, di PKBI karena beberapa tamu , klien telah juga menunggu..wuih semua itu kunikmati dengan rasa syukur. Kelegaan melingkupiku saat semua bisa terselesaikan...&lt;br /&gt;Aku masih harus bekerja lagi sorenya, ditempat yang berbeda , dengan pekerjaan lain yang tak kalah menantangnya dan juga berbeda asyiknya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-1033254547792249455?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/1033254547792249455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=1033254547792249455&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/1033254547792249455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/1033254547792249455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/01/byar-pet-gendak-genduknya-listrikku.html' title='Byar pet gendak genduknya listrikku'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SXANB2YvQcI/AAAAAAAAAEk/4DlZefQe3BY/s72-c/lab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-6402093950701132613</id><published>2009-01-11T22:55:00.005+07:00</published><updated>2009-01-12T00:39:40.791+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Daftar Panjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SWolHY9F9_I/AAAAAAAAAEM/BGC2kZTQvzY/s1600-h/social+cost.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SWolHY9F9_I/AAAAAAAAAEM/BGC2kZTQvzY/s320/social+cost.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290081521188075506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konselor di sebuah layanan VCT ( voluntary counseling and test ) test HIV berbasis konseling yang sifatnya sukarela. Seringkali aku berhadapan dengan banyak problem.Entah itu problem yang sifatnya individual ataupun yang berkaitan dengan sistem.&lt;br /&gt;Memang aku sadari bahwa layanan test HIV ini tergolong masih sangat sedikit provider nya.Karena memang layanan semacam ini biasanya non profit.&lt;br /&gt;Jasa konseling dan harga pengadaan alat maupun reagen test, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Akan tetapi dalam proses layanan pada masyarakat tidak memberikan keuntungan yang besar. Hal ini jika diukur dari angka nominal rupiah yang dikembalikan.&lt;br /&gt;Banyak orang tidak menyadari bahwa keuntungan dari nilai sosial yang bisa didapatkan dari layanan ini, sangatlah besar. Kita bisa bayangkan bahwa perubahan perilaku yang mungkin saja diwujudkan dari hasil konseling bisa menghindarkan orang dari infeksi HIV. Ditambah lagi bahwa problem problem sosial yang dikaitkan dengan HAM bisa dibalikkan untuk menjadi gerakan sosial, untuk suatu perubahan. Ketimpangan gender juga bisa kembali ditegakkan dengan penyadaran konseling yang berprespektif gender pula.&lt;br /&gt;Stigma dan diskriminasi yang mempengaruhi percepatan epidemi juga bissa diredam dan direduksi, sehingga mampu menciptakan optimisme dalam perjuangan stop epidemi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SWouQ6xuJwI/AAAAAAAAAEc/o-4dYfPuxww/s1600-h/indonesian+map.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SWouQ6xuJwI/AAAAAAAAAEc/o-4dYfPuxww/s320/indonesian+map.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290091580490655490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Layanan VCT telah dikembangkan sejak tahun 2005. Seiring dengan itu banyak pula klien yang kemudian ditemukan terdiagnosa hiv positif. Beberapa temuan tersebut ada ditempat lembaga pemasyarakan, ada di kelompok kelompok marjinal, dan bahkan telah ada dari kelompok perempuan maupun anak anak. Menurut asal ataupun daerah tempat tinggal, tidak semua klienku adalah orang Jogja. Ada yang dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Klaten, Kupang, Bali, Lumajang, Jepara, Wonogiri, Sragen atau bahkan ada juga Kalimatan dan Papua. Mereka ini membutuhkan layananan lanjutan yang biasa disebut dengan CST ( care support and treatment ). Akan tetapi hingga kini daftar dari layanan CST Nasional belumlah muncul. Beberapa waktu yang lalu aku mencari dengan browsing di internet, akan tetapi belum juga aku temukan. akhirnya aku meminta tolong melalui millist aidsina, untuk mendapatkan daftar tersebut. Awalnya muncul respon dari teman teman di MAP Aceh, akan tetapi daftar yang ada barulah sebatas wilayah Aceh saja. Lalu aku lanjutkan permintaan ini ke KPAN ( komisi penanggulangan aids nasional ) dan aku menadapatkan jawababan dari Bu Nafsiah moy selaku sekretaris jendral KPAN. jawabannya, Novan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, kami usahakan nanti di website aidsindonesia.&lt;br /&gt;Terima kasih sarannya.&lt;br /&gt;Ibu Naf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban diatas membuat aku lega, dan sedikit bisa berharap walupun harus menunggu untuk beberapa waktu lagi. Sedikit terbayang olehku, pertanyaan yang kemudian muncul mengganggu pikiranku adalah bagaimana mungkin Lembaga negara yang selevel Komisi Nasional belum mempunyai daftar yang berkaitan dengan layanan CST, yang jelas jelas merupakan komponen didalam penanggulangan epidemi ini. akan tetapi aku juga harus jujur&lt;br /&gt;bahwa selama ini untuk menjawab problem kebutuhan klien dari berbagai luar propinsi seperti diatas, aku sendiri baru aktif mencarinya beberapa hari ini. Hal ini terjadi disaat kritikan halus yang dilontarkan padaku oleh salah satu sahabat, yang saat itu mendengar  pembicaraanku melalui telpon dengan klien yang menanyakan salah satu layanan CST dan kelompok dukungan sebaya bagi orang terinfeksi hiv di Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SWotiZHYdkI/AAAAAAAAAEU/nJ6o1JnCZS4/s1600-h/yellowpage.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SWotiZHYdkI/AAAAAAAAAEU/nJ6o1JnCZS4/s320/yellowpage.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290090781180720706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu aku hanya menjanjikan bahwa aku akan mencarikan informasinya dan mempersilakan klienku untuk mengakses website aidsindonesia. Disaat telpon ditutup sahabatku mengatakan, " Van, sebenarnya layanan VCT akan lebih hebat, jika kamu sudah tahu jawabannya berkaitan dengan alamat CST yang ada diseluruh Indonesia. sehingga jawabanmu akan melegakan klien yang memang membutuhkan informasi tersebut. Dengan kamu mengkontak relasi relasi ini maka jaringanmu akan memjadi luas dan kuat."  Aku tidak bisa menjawab apa apa karena yang dikatakannya benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah pelajaran lagi, bahwa saat kita akan berjuang dan melakukan sesuatu maka kita semestinya mempunyai persiapan yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-6402093950701132613?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/6402093950701132613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=6402093950701132613&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6402093950701132613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6402093950701132613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/01/sebuah-daftar-panjang.html' title='Sebuah Daftar Panjang'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SWolHY9F9_I/AAAAAAAAAEM/BGC2kZTQvzY/s72-c/social+cost.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-7346803255038224348</id><published>2009-01-02T22:15:00.010+07:00</published><updated>2009-01-03T06:34:19.127+07:00</updated><title type='text'>Dendang lama untuk awal tahun baru</title><content type='html'>Malam pergantian tahun telah lewat. Tetapi entah kenapa aku tetap ingin menuliskannya dalam blog aku. Apakah aku memang terkesan akan malam tersebut. Tak terencana sebelumnya bahwa malam itu akan ku habiskan dengan berkeliling kota, tidak ada niatan sedikitpun. Aku cenderung malas.Mungkin karena aku telah lelah seharian bekerja.Saat itu aku dikejutkan panggilan telpon dari teman lamaku.&lt;br /&gt;" Van gabung kita dunk, di tinong, kamu khan belum ada acara ?!" undang dia.&lt;br /&gt;"Tinong " adalah cafe kecil dan sederhana di timur perempatan yang berseberangan dengan Galeria Mall.malam itu padat. banyak orang berjalan kaki dan lalu lalang. Kendaraan macet dan hanya pelan merambat.Polisi berjaga dan mengatur lalu lintas yang terkesan semrawut. Mereka tetap bertugas seakan tak peduli dengan meriahnya kilatan kembang api yang terus menerus berletupan ditas langit dengan semaraknya.&lt;br /&gt;Dengan berjalan kaki aku tiba di sekelompok temanku yang telah dari tadi menunggu. Merekaberdelapan orang. salam salaman bak di sebuah masdjid masih menjadi tradisi. Tak lama berselang seorang pramusajidatang menghapiri kami, menawarkan menu. Kami menunggu minuman dan makanan yang telah kami pesan.Kemudian datanglah pesanan kami beberapa gelas minuman sebagai teman ngobrol. Akan tetapi pramusaji minta&lt;br /&gt;maaf di karenakan makanan yang kami pesan ternyata telah habis, bahkan semua makanan. Akhirnya pesanan itu&lt;br /&gt;kami batalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira kira jam 01.00 pagi itu, kami melanjutkan kongko kami ke tempat lain, menyusur jalan malioboro yang padat dan macet total motor kami melaju menyelip diantara mobil mobil yang terjebak didalamnya. Kami bisa menembus alun alun selatan. Jalan&lt;br /&gt;agak melenggang. kami pacu motor hingga sampai di alun alaun selatan. disanapun padat dengan orang yang kongko kongko diwarung warung tenda yang berdiri di seputar alun alun. Obrolan berlanjut dengan cekakkan yang heboh abis.Bukan itu saja datang pula kawan kami yang kebetulan lewat dan terus bergabung. Ada Rizqi dan Ardha ditambah dua orang teman dari semarang. wah jadi semakain seru. Apalagi cewek yang namanya Ucok, wah nyablak abis, cerewet dan manjanya wuaduhh.. bikin pusing. Kerjaaannya makan dan ngeles, hampir semua orang disitu doi less abis. Steve cowok doi cuma cengar cengir&lt;br /&gt;ga tahu mo ngomong apaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wueh di sela obrolan enteng enoh, salah seorang anak mendekatiku. dengan berbisik&lt;br /&gt;dia bilang, " van bisa minta resep yang seperti dulu lagi?" .&lt;br /&gt;lanjutnya," gejala yang waktu itu muncul lagi, ga tahu tuch kog kambuh lagi kambuh lagi, dah ketiga kalinya neh."&lt;br /&gt;Gue, " gejala yang seperti dulu?"&lt;br /&gt;Temanku, " iya, keluar nanah dan cairan kaya dulu cuman kali ini ga sebanyak dulu."&lt;br /&gt;Temanku, " itu GO yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SV6imWbMyeI/AAAAAAAAADk/H32L59y1CMc/s1600-h/go.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SV6imWbMyeI/AAAAAAAAADk/H32L59y1CMc/s320/go.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286841792317934050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menghela nafas karena ini, kasus yang ke 4 dalam seminggu ini. kasus GO yang menunjukan bahwa&lt;br /&gt;teman temanku ini berada dalam situasi yang beresiko, apalagi kalau dihubungkan dengan epidemi HIV.&lt;br /&gt;Gubrak!! konseling lagi, ditengah semaraknya nyanyian tahun baru yang berdendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut, jam 04.00 kami meneruskan acara ngider ngider, tapi kali ini kami tinggal berempat saja.Pantai kali ini menjadi tujuan kami selanjutnya.Setiba dipantai Depok kami berempat hanya bengong memandang laut dengan pikiran yang bebas berkhayal hayal tanpa batasan. seorang sahabatku membuka obrolan dengan"uneg uneg " yang sedari tadi dia tahan. Dia sedikit menangis mengungkapkan perasaan kacau yang dipendamnya. Bagaimana dia sangat kehilangan adiknya yang kini telah pergi bersama suaminya setelah pernikahan dini kemarin. Adiknya hamil diluar nikah. Sahabatku kesal denga dirinya sendiri sebagai pribadi yang unik, dan terbatas dalam berteman. Kehalusan perasaannya&lt;br /&gt;membuat dia sangat sensitif akan hal hal yang mungkin bisa membuat orang lain kecewa. Antara bingung dan kesal sangatlah sulit dibedakan.pandangannya yang jauh mengapai kedepan membungkus harapannya untuk terus maju. Keterbatasan dan keluarga menjadi beban pikulan dan mengekang impian impiannya. Kritikan dan masukan selalu dirasakan sebagai martil yang memekakkan. " aku bukan anti kritik, akan tetapi aku sangat sensitif. Aku kesal terhadap diriku sendiri akan tetapi kadang aku membayangkan diriku sangatlah kejam. Aku bingung " begitu luapan perasaanya padaku.Ku biarkan dia mengumpat, meluapkan segala kesalnya. Kubiarkan dia menangis jika bisa menangis. Dia merasa lebih ringan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SV6jdY5wYxI/AAAAAAAAADs/Gr6yi4GFgPo/s1600-h/DSC01229.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SV6jdY5wYxI/AAAAAAAAADs/Gr6yi4GFgPo/s320/DSC01229.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286842737875772178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian waktu dan tahun baru kali ini memanglah sangat singkat. Tetapi justru waktu yang singkat itulah memberiku waktu untuk bisa lebih mengerti bahwa letupan kembang api, gebyar kilatan api teriakan terompet tahun baru bukannlah satu satunya semarak yang ternyanyikan mengawali tahun 2009. Akan tetapi suara suara hati, helaan nafas yang dalam juga merupakan semarak dan denyutan yang berdengung bersamaan awal tahun yang akan terus bergaung sampai waktu ini berhenti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-7346803255038224348?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/7346803255038224348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=7346803255038224348&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7346803255038224348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7346803255038224348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2009/01/dendang-lama-untuk-awal-tahun-baru.html' title='Dendang lama untuk awal tahun baru'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SV6imWbMyeI/AAAAAAAAADk/H32L59y1CMc/s72-c/go.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-5460459153359328197</id><published>2008-12-31T21:45:00.005+07:00</published><updated>2008-12-31T22:44:06.778+07:00</updated><title type='text'>Senyuman yang tercabik</title><content type='html'>Beberapa jam sebelum pergantian tahun 2008, terbayang olehku semarak lalulintas yang padat oleh pengendara yang ingin menghasiskan malam tahun baru ini dengan berkeliling Jogja. sementara aku disini masih asyik menulis tanpa terusik malam yang membahagiakan orang yang memang lalu lalang. . Di rumah sakit ini semakin ramai saja dengan pasien masuk, banyak kecelakaan.aku tetap menulis.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuRwRO0QsI/AAAAAAAAADE/gQPHUkya9-M/s1600-h/kembang+api+tahun+baru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuRwRO0QsI/AAAAAAAAADE/gQPHUkya9-M/s320/kembang+api+tahun+baru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285978846094705346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari ini aku memang disibukkan dengan kegiatan pemeriksaan darah untuk HIV test bagi para pekerja seks di salah satu lokalisasi di Jogja. Bahkan semalam tadi aku harus ekstra waktu untuk memberikan konseling bagi puluhan pekerja seks perempuan yang ingin mengetahui hasil testnya beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;Siang tadi kira kira pukul 14.00 wib, sesuai janjian by phone yang dilakukan semalam. Salah satu pekerja seks datang ke kantorku. Dilantai II PKBI DIY itu kami bertemu bertatap muka. Sembab wajah perempuan itu, setelah semalaman menangis. Dia mengaku tidak bisa tidur. bayangan kematian membuatnya gelisah. Hal itulah yang dituturkannya padaku.&lt;br /&gt;" apakah saya bisa sembuh?" pertanyaan permpuan ini. Perempuan ini terdiagnosa HIV positif. Selama satu jam lebih aku memberikan layanan konseling baginya. Sesekali tissue diusapkan diwajahnya, mengahapus air mata yang deras mengalir. Kuberikan waktu baginya untuk menangis, dia lega.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuRcgmqvfI/AAAAAAAAAC8/QDg6U6u8RSM/s1600-h/air+mata.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuRcgmqvfI/AAAAAAAAAC8/QDg6U6u8RSM/s320/air+mata.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285978506623892978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemudian dengan perlahan, satu persatu aku menunjukakan langkah tindak lanjut medis yang harus dilakukannya, sesekali perempuan ini mengangguk.  Pertanyaan kemudian dengan lancar dia sampaikan padaku, mungkin sudah merasa nyaman. Keingintahuannya semakin besar." Aku ingin hidup",aku ingin sehat, aku ingin sembuh ," katanya&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu kemudian perempuan ini pindah keklinik bawah untuk memeriksakan keluhan keputihan yang dialaminya sekarang. Klinik adhiwarwarga PKBI kemudian melayaninya. Gratis, karena ini adalah warga dampingan lembaga.&lt;br /&gt;Setelah semua dirasa usai, aku kemudian meluncur ke rumah sakit temapat kerjaku. Tinggal janji ketemu kembali untuk rencana tindakan selanjutnya buat perempuan temanku ini.&lt;br /&gt;Sejenak aku merenungkan kejadian tadi. Hal yang sama sering kali terjadi pada siapapun yang mendapatkan diagnosa positif HIV. Virus ini masih dipandang sebagai monster mematikan yang tidak ada obatnya. Belum lagi vonis moral yang selalu dilekatkan pada cara pandang yang sebenarnya kurang tepat.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan malam yang membahagiakan ini?&lt;br /&gt;Akankah malam pergantian tahun ini mempunyai makna yang sama bagi teman perempuanku ini? Aku sendiri yakin , bahwa tentulah malm ini adlah malam yang berat. Berat untuk beradaptasi dengan status B20 yang disandangnya. Berat untuk melunturkan kekawatiran masa depan. Gelisah dengan  bayang bayang kematian yang belum tertemukan jawabannya. Sejuta senyuman yang dialami banyak orang tidaklah berarti dengan perasaan temanku, terbungkam adalah perasaan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuTGbdzHWI/AAAAAAAAADM/47AXnNUAIfA/s1600-h/peluk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 148px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuTGbdzHWI/AAAAAAAAADM/47AXnNUAIfA/s320/peluk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285980326310649186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Teman yang dipercaya adalah satu satunya kebutuhan yang dirasakannya.Bukan tarian, bukan kembang api, bukan riuhnya sorakan dan suara terompet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jangan biarkan aku sendiri "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-5460459153359328197?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/5460459153359328197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=5460459153359328197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/5460459153359328197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/5460459153359328197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/12/senyuman-yang-tercabik.html' title='Senyuman yang tercabik'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuRwRO0QsI/AAAAAAAAADE/gQPHUkya9-M/s72-c/kembang+api+tahun+baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-3684651828490794922</id><published>2008-12-30T23:58:00.005+07:00</published><updated>2008-12-31T21:29:02.736+07:00</updated><title type='text'>Telur berputar dan HIV/AIDS</title><content type='html'>Ditengah asyik masyuknya diskusi hiv/aids antara dosen luarbiasa UNY, jurusan satra drs.Hamdisalad dengan direktur PKBI&lt;br /&gt;Mukhotib MD, aku hanya bengong dan sesekali tertawa lepas. Bagaimana bicara hiv/aids dalam seni dan tradisi yang sedang dikembangkan&lt;br /&gt;oleh lembaga PKBI DIY. secara sebagai orang media mereka sangat fasih membahas media audio visual untuk isu isu kesehatan&lt;br /&gt;reproduksi, seperti film Naya garapan Hanung brahmantyo yang bekerjasama dengan PKBI saat itu.&lt;br /&gt;begitu ngalor ngidulnya obrolan mereka , hingga organisasi agama juga tak terlewatkan menjadi topik menarik untuk di perbincangkan.&lt;br /&gt;Luar biasa bagaimana kiblat informasi kesehatan reproduksi menjadi acuan organisasi besar seperti PBNU dan Muhammadiyah yang akan dimotori&lt;br /&gt;oleh lemabaga tua sebesar PKBI DIY.&lt;br /&gt;Akhirnya senggolan banyolan tertumpu pada sebuah kejadian unik di pondok pesantren " Watu Congol " Magelang.&lt;br /&gt;Sebagai saksi sejarah direktur PKBI yang merupakan alumni pesantren, mengkisahkan pengalamannya. Memang secara sosial pondok pesantren Watu Congol&lt;br /&gt;ini tidaklah mencolok di banding denga pondok pesantren Pabelan, yang mampu mengembangkan IT dalam pengembangan pendidikan bagi para santrinya.&lt;br /&gt;akan tetapi justru keunikan Watu Congol inilah yang memberikan inspirasi untuk menuangkannya dalam blog aku.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuBROjwxkI/AAAAAAAAACc/DccObrWhka0/s1600-h/pesantren.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuBROjwxkI/AAAAAAAAACc/DccObrWhka0/s320/pesantren.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285960720615261762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu di pondok pesantren yang bernama Watu Congol ini, ada sebuah tradisi. banyak masyarakat yang berkunjung untuk bertemu Kyai disana.&lt;br /&gt;seringkali untuk acara pisowanan tersebut masyarakat membawa buah tangan untuk pak kyai. Kebanyakan mereka membawa buah tangan telur ayam.&lt;br /&gt;hal tersebut dilakukan untuk konsumsi bapak Kyai disana. Akan tetapi lam kelamaan jumlah telur yang terkumpulkan tak sebanding dengan kemampuan&lt;br /&gt;konsumsi pak Kyai. Telur terkumpul dalam jumlah yang semakin banyak. Oleh sebab itu maka pak Kyai menyuruh sebgian santrinya untuk menjual dan&lt;br /&gt;menukarkan uang di warung warung sekitar Pesantren Watu Congol. Uang bisa di gunakan untuk membiayai keperluan pesantren tersebut.&lt;br /&gt;Seiring waktu, ada perubahan budaya dari masyarakat yang sering melakukan pisowanan Kyai di pondok itu, yang selalu membawa telur dari rumahnya.&lt;br /&gt;Dengan alasan bahwa telur mudah pecah, selama perjalanan untuk bertemu Kyai, maka masyarakat memilih untuk membeli telur diwarung sekitar pesantren tersebut.&lt;br /&gt;Telur di serahkan pak Kyai, menumpuk. Kemudian para santri kembali menjualnya ke warung sekitar. Masyarakat datang membeli dan diterimakan pak Kyai.&lt;br /&gt;Kembali santri menjualnya pada warung penjual telur. Begitu seterusnya hingga telur tersebut pusing yang bukan hanya tujuh keliling, karena memang tidak pernah&lt;br /&gt;ada berhentinya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVt_pLVCs9I/AAAAAAAAACU/GfkVvWM73Ig/s1600-h/telor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVt_pLVCs9I/AAAAAAAAACU/GfkVvWM73Ig/s320/telor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285958933041820626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lalu seorang santri, nakal bertanya pada penjual salah satu warung, " Bu, kapan perputaran telur ini akan berhenti?".&lt;br /&gt;Dengan sangat enteng prempuan penjaga warung menjawab, " ya, kalau telurnya debeli oleh orang kampung". artinya bakal dimasak dan di goreng.&lt;br /&gt;Santri mengangguk angguk merasa bodoh dengan jawaban si ibu penjaga warung. Cerita senada juga terpaparkan dengan lugasnya. Kali ini, ceritanya hanya berbeda&lt;br /&gt;bikisan bermacam merk rokok sebagai upeti Kyai. Nasib rokok yang sama dengan telur.&lt;br /&gt;Akhirnya kami bertiga tertawa lepas............&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya dengan hiv/aids?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-3684651828490794922?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/3684651828490794922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=3684651828490794922&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3684651828490794922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3684651828490794922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/12/telur-berputar-dan-hivaids.html' title='Telur berputar dan HIV/AIDS'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuBROjwxkI/AAAAAAAAACc/DccObrWhka0/s72-c/pesantren.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-258463243893964248</id><published>2008-12-30T00:26:00.006+07:00</published><updated>2008-12-30T02:05:56.461+07:00</updated><title type='text'>Nyanyian Natal dalam peluh dan air mata</title><content type='html'>Berbulan bulan aku absen dari menulis blog. Banyak sekali moment yang hilang. Mulai dari hiruk pikuk surveilans pekerja seks, aids day, jogjakarta principle, SAN ( Stop Aids Now ) di Jakarta hingga hari hari yang timbul tenggelam.&lt;br /&gt;Ya ..sudahlah yang penting pagi ne, aku harus mulai menulis lagi. mungkin karena dipicu hari ne ngerasa sepi tidak ada aktivitas seperti biasa dilakukan. Natal kali ne, memberikan nuansa yang berbeda. Setelah sekian lama bergelut dengan dunia hiv/aids ada beberapa titik terang serta keberhasilan yang menambah semangat dalam gerakan. Ada yang menggelitik perasaanku, lama sekali aku tidak turun ke lapangan, khususnya tempat teman temanku mangkal dan bekerja sebagai pekerja seks. Kegiatan surveilans itulah yang menjadi media aku kembali dekat dengan mereka. dari beberapa lokasi yang menjadi sasaran surveilan pekerja seks di Yogyakarta salah satunya adalah " Ngebong " sebutan lokalisasi ilegal di sepanjang rel kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVkZ7dLnU0I/AAAAAAAAAB8/er6XBxPLr7g/s1600-h/0000340087-022.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVkZ7dLnU0I/AAAAAAAAAB8/er6XBxPLr7g/s320/0000340087-022.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285284146932306754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam itu hampir jam 24.00 wib, masih banyak para pekerja seks yang mau memeriksakan darahnya untuk di test HIV. Karena itu adalah permintaan teman teman pekerja seks sendiri maka akupun tetap terjaga dalam semangat yang mengharu biru. Bagaimana tidak, seluruh program hiv/aids yang menggelontor danannya di Jogja tidaklah lepas dari sumbangan dan kerelaaan teman teman saya yang memberikan sample darahnya untuk diperiksa. Keadaan mereka yang rapuh dan rentan tidaklah seimbang dengan reward yang diberikan. Seringkali mereka menvonis dirinya sendiri padahal teman temanku  ini adalah korban.&lt;br /&gt;Korban ketidak adilan, korban ketimpangan gender, korban kekerasan, korban ekonomi dan korban sistem negara. Jika kita melihat langsung beberpa diantara teman kita ini sangatlah memilukan, beberapa diantara mereka adalah perempuan dengan keterbatasan dan kemampuan yang berbeda ( defable ). Bagaimana seorang perempuan yang bisu menjadi pekerja seks. Untuk bernegosisasi dengan para pelanggan saja banyak keterbatasan. hal ini menambah resiko akan kekerasan yang dilakukan oleh para pelanggan. Tanpa perlindungan, sebagian masyarakat hanya bisa menyalahkan dan menghakimi mereka tanpa bisa merasakan apa yang dialaminya. Ironis memang. Berapa orang tua yang pernah menjadi pekerja seks masih mengais rejeki ditempat itu denga berjualan ataupun menjadi tukang pijit keliling. dari mereka ada yang buta. Bekerja penuh dengan resiko karena tempat yang tidak bersahabat, penuh bahaya dan gelap. Hanya lampu lampu kecil yang tidaklah terlalu terang. Kadang kereta lewat dengan jam yang sangat padat.&lt;br /&gt;Beberapa catatanku menunjukan hal yang memiris hati. dari pendapatan mereka yang kecil, hanya beberapa lembaran ribuan perak untuk bertahan hidup harus memberikan dan mempertaruhkan organ reproduksinya yang nilainya tak ternominalkan itu.&lt;br /&gt;bagaimana tidak, sebagian besar tamu tidak mau menggunakan kondom. Dengan angka prevalensi yang tinggi di JOgja tentunya semakin menambah situasinya semakin beresiko bagi mereka. Informasi adalah dengungan yang digemborkan di banyak program penanggulangan adis ini. Akan tetapi tidakkah para penggiat paham kondisi mereka. Pengetahuan adalah hal minim yang mampu mereka pahami. Jangan hanya berkata " telah diberikan" seperti biasa orang program mengatakan, karena pemahaman selama ini merekan adalah sasaran program yang berarti " object", entah diakui atau tidak.&lt;br /&gt;Lihatlah sebagian mereka adalah defable dengan keterbelakangan mental, yang mengharuskan metode yang berbeda dalam penyampaian informasi, sehinggga bisa dipahami. Belum lagi sebagian besar adalah buta huruf akankan teman temanku ini aman dari tindak kejahatan dan ketidak adilan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVkfUVm0YJI/AAAAAAAAACE/yHbCsCV2nco/s1600-h/02022000206.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVkfUVm0YJI/AAAAAAAAACE/yHbCsCV2nco/s320/02022000206.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285290071953793170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya Natal yang damai dan menyejukkan, dialami juga oleh teman temanku ini. sejenak termenung membayangkan wajah mereka kembali. Jika saja  lebih banyak lagi orang yang akan peduli tentunya akan mengguratkan senyuman  mereka kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-258463243893964248?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/258463243893964248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=258463243893964248&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/258463243893964248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/258463243893964248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/12/nyanyian-natal-dalam-peluh-dan-air-mata.html' title='Nyanyian Natal dalam peluh dan air mata'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVkZ7dLnU0I/AAAAAAAAAB8/er6XBxPLr7g/s72-c/0000340087-022.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-9115704751230682357</id><published>2008-10-24T20:36:00.011+07:00</published><updated>2008-12-31T21:43:02.987+07:00</updated><title type='text'>Tayangan AIDS  bikin heboh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuCu32ARRI/AAAAAAAAACs/bZuulriMBiE/s1600-h/red+ribbon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuCu32ARRI/AAAAAAAAACs/bZuulriMBiE/s320/red+ribbon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285962329425462546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru baru ini, paguyuban aids ina di hebohkan dengan pemberitaan kasus aids di media televisi swasta. Tayangan berita 23/10 jam 18.30 tersebut menayangkan berita tentang penderita aids yang ditelantarkan oleh pihak rumah sakit Adam Malik Medan. Dengan jelas pembawa berita menyebutkan nama lengkap pasien tersebut dan menanyangkan gambarnya tanpa di kaburkan. Reporter menggambarkan latar belakang dengan gamblang, bahwa pasien tersebut adalah berasal dari keluarga miskin yang mempunyai keterbatasan dalam hal pembiayaan. Akan tetapi pihak rumah sakit mengatakan bahwa proses pemulangan pasien sudah sesuai dengan prosedur. Di ceritakan bahwa warga setempat menjadi saksi saat pasien tersebut diturunkan dari mobil ambulance RS.Adam Malik dan dibiarkan tergeletak di atas trotoar yang kemudian ditinggalkan. Warga yang melihat, menggotong pasien tersebut ke puskesmas yang kebetulan dekat dengan lokasi kejadian.&lt;br /&gt;Gegernya paguyuban millis ini :&lt;br /&gt;Media melakukan pemberitaan dengan menampilkan wajah penderita aids dan dengan jelas menyebutkan nama pasien ( tidak disamarkan/inisial ) dan hal tersebut melanggar asas konfidensial dan HAM.&lt;br /&gt;Pihak rumah sakit telah melakukan dosa besar atas terlantarnya warga Negara yang mempunyai hak hidup untuk sehat. Dan oknum rumah sakit adalah orang yang dikutuk karena kekejiannya.&lt;br /&gt;KPA ( komisi penanggulangan AIDS ) Medan, sebagai Institusi yang mengkoordinir seluruh kegiatan penanggulangan Aids harusnya melakukan sesuatu atas respon keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuEiUu1wLI/AAAAAAAAAC0/z2uasriqI0Q/s1600-h/man+overdosing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 113px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuEiUu1wLI/AAAAAAAAAC0/z2uasriqI0Q/s320/man+overdosing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285964312864997554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kutipan dari anggota millis aids-ina :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum kelar persoalan Krisi ARV&lt;br /&gt;kini dikejutkan lagi perlakukan tidak manusiawi&lt;br /&gt;oknum pegawai RSUP Adam Malik Medan&lt;br /&gt;yang menelantarkan pasienya yang diketahui pasitif HIV&lt;br /&gt;ditinggalkan di rumah warga( berita Seputar Indonesia edisi 24/10/08)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan seperti ini tidak bisa dibiarkan&lt;br /&gt;kita warga Peduli HIV dan AIDS sangat mengutuk keras&lt;br /&gt;tindakan biadab tersebut yang sangat melanggar HAM&lt;br /&gt;karena itu Menteri Kesehatan dan DPR harus turun tangan&lt;br /&gt;agar perlakuan tidak manusiawi tidak terulang lagi&lt;br /&gt;di rumah sakit yang dibangun dan dibiayai dengan uang Rakyat&lt;br /&gt;Ingat RS tanpa uang rakyat tidak akan bisa operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ucapan terimakasih dan salut&lt;br /&gt;buat ketua komisi D DPRD Medan yang sangat peduli masalah ini&lt;br /&gt;semoga pejabat lain melek mata melek hati&lt;br /&gt;salam juang msugi&lt;br /&gt;Mohammad Isnadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di ujung timur indonesia mendengar dan mengetahui berita Orang terinfeksi diturunkan paksa oleh petugas RS Adam Malik Medan melalui Berita Siang di Metro TV dan RCTI langsung berinsiatif mengkontak beberapa konselor di Medan maupun Medan Plus untuk mengetahui kejelasaannya karena KPA Kabupaten Merauke mau mengambil sikap tentang masalah ini.&lt;br /&gt;Namun semalam saya mendapat konfirmasi langsung dari Koordinator Konselor VCT RS Adam Malik Medan bahwa Pasien tersebut bukan seorang yang terinfeksi HIV, tapi persoalannya ini masalah kemanusiaan bukan karena dia ODHA saja.&lt;br /&gt;Sefnat Danial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah...memang miris, tapi itulah yang memang terjadi....&lt;br /&gt;Tapi seharusnya teman-teman liat berita Metro Hari Ini di METRO TV tgl 23 Oktober 2008 jam 18.30, disana (tampaknya) masih belum ada konfirmasi tentang keadaan medis sebenarnya dari si pasien yang ditelantarkan tersebut. Dengan sangat jelas pembaca berita mengatakan bahwa pasien tersebut adalah suspect HIV-AIDS dengan menyebutkan nama jelas si pasien dan gambar close up dari orang tersebut. (...yang kalau menurut keterangan rekan-rekan dari Medan Plus bukanlah seorang pengidap HIV-AIDS)&lt;br /&gt;Sepertinya hal ini perlu menjadi pelajaran banyak pihak. pihak RS sebagai penyedia layanan, rekan-rekan kelompok dukungan sebagai fungsi kontrol dalam setiap hal yang berhubungan dengan HIV-AIDS didaerah, serta pihak pers yang seharusnya mendahulukan fakta dibanding sensasi.Mungkin disatu sisi pihak pers mengankat hal ini agar menjadi perhatian dari pihak-pihak terkait, tetapi tampaknya masih banyak hal yang perlu diketahui oleh rekan-rekan pers tentang pemberitaan seputar HIV-AIDS.&lt;br /&gt;Bayangkan jika seseorang tersebut memang tidak terbukti sebagai seorang HIV+, beban mental yang akan dihadapi olehnya serta keluarganya tentu akan sangat besar karena jelas pemberitaan tersebut (mungkin) hanya sebatas membahas 'Penelantaran pasien HIV-AIDS di Medan', sementara tindak lanjut apa yang akan dilakukan juga masih belum pasti, sementara pemberitaannya telah secara nasional.&lt;br /&gt;Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, tidak dengan orang dengan HIV+ maupun penderita penyakit lain jika pemerintah benar-benar memperhatikan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat bagi masyarakat kurang mampu (yang katanya) telah menjadi 'prioritas' dan selalu menjadi bahan orasi andalan bagi para calon Kepala daerah dalam kampanye mereka. Dari situ pula kita dapat melihat sebuah potret kebobrokan dari sebuah institusi yang seharusnya menjadi harapan terakhir masyarakat bagi kesehatan mereka.&lt;br /&gt;Dan (mungkin) memang masih banyak yang harus kita benahi...&lt;br /&gt;Semoga apa yang terjadi di medan menjadi berita terakhir dari kisah tragis yang mungkin dialami oleh para pengguna jasa layanan kesehatan... .&lt;br /&gt;Sad Angel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;stop epidemi merupakan tanggung jawab kita semua, termasuk teman teman media. bagaimana maksud baik, juga meninggalkan dampak yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 104px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SRXWqitKdBI/AAAAAAAAABs/0A3gCbDmueI/s200/signatr.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266351365638747154" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-9115704751230682357?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/9115704751230682357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=9115704751230682357&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/9115704751230682357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/9115704751230682357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/10/tayangan-aids-bikin-heboh.html' title='Tayangan AIDS  bikin heboh'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SVuCu32ARRI/AAAAAAAAACs/bZuulriMBiE/s72-c/red+ribbon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-3267300901646318782</id><published>2008-10-22T21:37:00.002+07:00</published><updated>2008-10-22T22:14:53.966+07:00</updated><title type='text'>Subsidi Obat HIV kembali online</title><content type='html'>Kabar yang menggembirakan di sampaikan ibu Dyah, ARV yang dikabarkan hanya bertahan 2 bulan saja, ternyata bisa diupayakan hingga maret 2009. Setelah rakerkesnas departemen kesehatan di Surabaya kemarin, Menteri mendapatkan dana cair untuk subsidi pengadaan obat hiv tersebut. Ucapan terima kasih mengalir bertubi tubi menyambut pahlawan ARV, ibu menteri.&lt;br /&gt;"Kenapa harus berlebihan, bukankah itu emang tugas beliau", komentar Alita damar&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. &lt;/span&gt;Diusulkan Hari AIDS mendatang akan diadakan spesial event untuk acara spesial terimakasih pada bu menteri. wow ...&lt;br /&gt;saat obat menipis, orang saling menuding. Para pejabat jadi sasaran yang pertama.Ketika tidak ada keberhasilan upaya maka hujatan hadiahnya. Sebaliknya ketika harapan dan keinginan terwujud, maka sambutan istimewa diberikan dengan riuh sorainya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beginilah suasana paguyuban aids Indonesia. Bantuan demi bantuan ditarik untuk menambal kekosongan dan ketidak mampuan negara. Ujung ujungnya menina bobokan kesadaran kritis.&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak berpikir , untuk mengambil dana APBN ? Usulan dan saran , adanya advokasi ke dewan menuai kritik tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara juga sedang krisis, Advokasi tidak hanya cukup dalam waktu sehari dua hari. Masalah yang dihadapi negara ini cukup kompleks.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi dorongan dari teman teman penggiat adalah , sudah saatnya kita berpikir bahwa tidak bisa kita harus bergantung pada bantuan luar negeri terus. Advokasi, hearing pada anggota dewan harus dilakukan. Ini masalah serius, satu generasi bangsa akan hilang jikalau kita masa bodoh dengan hal ini.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lihat fakta, jika benar jaminan ketersediaan obat hanya sampai maret 2009, lalu bagaimana kelanjutannya? apakah dana tersebut sudah diperhitungkan benar, dengan angka HIV yang terus melaju bertambah?&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-3267300901646318782?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/3267300901646318782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=3267300901646318782&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3267300901646318782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3267300901646318782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/10/subsidi-obat-hiv-kembali-online.html' title='Subsidi Obat HIV kembali online'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-5436735898184705379</id><published>2008-10-04T20:21:00.001+07:00</published><updated>2008-10-04T20:28:45.516+07:00</updated><title type='text'>Malapetaka karena ARV langka.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SOdvYVloeQI/AAAAAAAAABM/SVQU0Do8EkE/s1600-h/42-18358943.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SOdvYVloeQI/AAAAAAAAABM/SVQU0Do8EkE/s320/42-18358943.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253289954253502722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ARV atau anti retroviral adalah obat yang dipakai penderita HIV positif untuk tetap dalam kondisi sehat. Kemampuan obat iniadalah mampu menekan jumlah virus di dalam tubuh odha hingga undetectable.Dengan kondisi ini maka kualitas kesehatan odha akan tetap baik. Memang hingga kini, belum ditemukan obat yang mampu menghilangkan virus penyebab aids ini. Tetapi kehadiran ARV merupakan kemajuan tehnologi pengobatan HIV yang memberikan harapan bagi penderitanya.&lt;br /&gt;Harga obat ini kurang lebih 750.000 rupiah  hingga 2 juta perbulannya. Pemakaiannya pun seumur hidup dan tidak boleh dihentikan sama sekali. Resistensi salah satu faktor kenapa obat ini harus secara disiplin meminumnya, tak beda pada kasus diabetes kan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ini menurut estimasi UNAIDS, angka penderita HIV di Indonesia sudah mencapai 193.000 orang. Bahkan 25% telah memasuki fase aids. Ironisnya infeksi yang dikenal masyarakat, hanya menginfeksi kelompok tertentu yang mendapat vonis moral, kini ternyata telah menjangkiti para ibu rumah tangga, perempuan dan anak anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini harga ARV yang begitu mahal,  menjadikan beban yang sangat berat bagi odha,  apalagi dengan kondisi ekonomi yang demikian timpang. Untuk itulah komitmen pihak penanggulangan epidemi ini, untuk memberikan subsidi bagi para penderita virus HIV. Bisa dibayangkan berapa rupiah dana yang harus dikucurkan untuk menjamin ketersediaan ARV ini. GF ( Global Found ) AIDS selama ini adalah donor asing yang membantu program dan ketersediaan obat sejak tahun 2005. Tercatat 80% total anggaran yang diperlukan nasional dalam penanggulangan epidemi , berasal dari lembaga donor ini. Tragis memang , hanya angka 20% ditanggung oleh negara melalui APBN, karena hal ini sungguh tidaklah proposional. Bantuan itu kini terancam terhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat dan diskusi ramai dibincangkan di millis aids ina. ARV langka!!. Sejumlah reaksi bermunculan di millis. Sebagian odha menanggapinya dengan emosional,” mari kita bunuh diri rame rame, berhenti minum obat!!’.&lt;br /&gt;Tuduhan ke para pejabat dan pengambil kebijakan ditudingkan. Bagaimana tidak , karena sebagian dari merekalah yang menikmati kucuran dana project atas nama HIV/AIDS, ungkap salah seorang odha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Hal ini bisa dipahami bersama, bahwa hidup dengan virus ini bukanlah hal yang mudah. Stigma dan diskriminasi yang masih kuat di tataran budaya kita, ditambah pola hidup yang ketat, biaya kesehatan yang tinggi serta kejenuhan minum obat menambah stressing tersendiri yang tidak mungkin hanya dipandang dengan sebelah mata. How to survive....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Komisi Penanggulangan AIDS Nasional ( KPAN ), sedang kebingungan mencari dana pengganti akibat terhentinya dana Global Found ini. “ stock ARV nasional, hanya tinggal dua bulan,” tulis seorang pejabat yang berwenang. &lt;br /&gt;Nafsiah mboi, sekretaris jendral KPAN juga mengeluhkan jajaran yang dipimpinnya, bahwa sering kali untuk koordinasi penting seperti ini didalam rapat hanya dihadiri oleh para perwakilan dari pengambil kebijakan. “ Ya, susah padahal notabene anggota KPAN semua kan menteri negara, bagaimana akan mengambil kebijakan jika yang datang saja hanya perwakilannya,” keluh beliau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-5436735898184705379?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/5436735898184705379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=5436735898184705379&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/5436735898184705379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/5436735898184705379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/10/malapetaka-karena-arv-langka.html' title='Malapetaka karena ARV langka.'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SOdvYVloeQI/AAAAAAAAABM/SVQU0Do8EkE/s72-c/42-18358943.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-7516780788921815374</id><published>2008-10-04T02:21:00.004+07:00</published><updated>2008-10-05T00:01:54.324+07:00</updated><title type='text'>Tragedi Kemanusiaan dan Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SOehcQJbbZI/AAAAAAAAABY/xZU-MN68SWU/s1600-h/42-18791684.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253344997093895570" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SOehcQJbbZI/AAAAAAAAABY/xZU-MN68SWU/s320/42-18791684.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melihat tayangan” Kick Andy”, di Metro tv, jumat 03 Oktober malam,mataku berkaca kaca. Entah kenapa mataku terpacang memandang satu channel ini.&lt;br /&gt;Jika kemaren aku sakit, temperaturku naik, Wow ampe 39 derajat Celsius, Ni bumi yang sakit. Rekahan gunung es yang mencair di kutub seluas Jakarta Bogor ditayangkan dalam rekaman video oleh Metrotv. Retakan retakan tanah yang kering, sawah sawah yang mulai tidak produktif karena tidak ada air, menjadi pemandangan yang membuat miris dihati.&lt;br /&gt;Sebaliknya banjir terjadi beberapa daerah lain, badai semakin sering terjadi, penyakit akibat radiasi bermunculan dan ancaman terbesar adalah akan banyak desa desa di wilayah pantai akan tenggelam karena naiknya permukaan laut, ungkap Amanda katili, aktivis lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waekokak desa kecil di NTT mengalami kekeringan dasyat. Warganya harus berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan air. Puluhan hektar sawah kering, tanahnya retak retak. Gagal tanam adalah nyanyian keseharian. Kemiskinan adalah baju hidup yang harus disandang. Kebutuhan yang paling penting di sana adalah air, ungkap Glen fredlly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glenn musisi yang berkomitmen dalam gerakan melawan global warming ini, tergabung bersama musisi lainnya mendirikan Green Music Foundation. Kampanye dilakukan untuk mengundang setiap individu untuk berperan aktif untuk mengurangi pemanasan global.&lt;br /&gt;Giring misalnya, vokalis group band Nidji ini rela menunda untuk membeli mobil, dan menggantinya dengan sepeda “onthel” hanya karena terlalu nyesak liat banyakknya mobil di kota Jakarta. Untuk ngapel aja doi pake sepeda katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari seorang Saekan, bapak 57 th, yang membangun penghijauan di desanya, dibawah kaki gunung wilis. Desa yang tadinya tandus dan kering, sulit mendapatkan air di tahun1970. “Jangankan mandi untuk kebutuhan minum saja sulit, “ cerita bapak ini. Tetapi sekarang wajah desa itu berubah, bukan saja sumber air yang mudah, akan tetapi lebih ijo royo royo, hasil jerih payah pak Saekan beserta teman temannya. Kopi, cengkeh, kelapa , manggis dan duren ibarat gaji para pejabat yang rutin, ungkap penerima Kalpataru 2008 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Space tayangan Kick Andy, yang memberi ruang kampanye buat siapapun, memberi pembelajaran bagi media kita untuk melakukan perubahan sosial. Wujud kongkritnya adalah dengan menyentuh setiap individu yang menonton untuk tergerak melakukan peran aktifnya. Pemerintah juga seharusnya mulai dengan kebijakannya dalam sebuah koordinasi yang saling sinergis, bukan hanya berpikir tentang departemennya sendiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai aja sinergitas masyarakat, organisasi/lembaga dan pemerintah itu terwujud, dalam mengatasi global warming. Hal ini bukan saja akan mengembalikan Indonesia sebagai paru paru dunia dengan wilayah hutan terluasnya, akan tetapi menjadi pemimpin bagi penyelamatan bumi yang sedang sakit ini.&lt;br /&gt;Mulailah dari diri kita masing masing......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-7516780788921815374?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/7516780788921815374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=7516780788921815374&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7516780788921815374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7516780788921815374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/10/tragedi-kemanusiaan-dan-pemanasan.html' title='Tragedi Kemanusiaan dan Pemanasan Global'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SOehcQJbbZI/AAAAAAAAABY/xZU-MN68SWU/s72-c/42-18791684.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-7680308352167751816</id><published>2008-10-01T07:49:00.000+07:00</published><updated>2008-10-01T07:50:52.576+07:00</updated><title type='text'>KETIKA PEDULI TAK LAGI BERPIHAK</title><content type='html'>Saat sebagian orang sibuk menyiapkan lebaran, saat banyak orang dipenuhi kebahagiaan , saat semua orang berkumpul dengan keluarga.&lt;br /&gt;Sore ini gue ditelpon oleh seorang teman.&lt;br /&gt;“ Van , aku harus gimana ini, keadaanya sudah ngedrop banget, “ kata temanku.&lt;br /&gt;“ Posisi dimana sekarang ?,” tanya gue.&lt;br /&gt;“ di Abu bakar ali, dibawah dipinggir kali , dia ditunggui beberapa temannya,” jelasnya.” Dia kayaknya hanya percaya ma kamu ,” lanjut temanku.&lt;br /&gt; “ oke, aku meluncur kesana.” Jawab gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak laki laki, usia 21 tahun, klien gue. Dia didiagnosa HIV positif tahun 2005. Gue konselornya waktu dia pertama kali melakukan test. Saat itu kondisi doi sehat. Sempat menjalani terapi ARV ( antiretroviral ) pengobatan untuk penderita HIV positif. Tetapi karena alasan tidak bisa berhenti dari kebiasaannya minum minuman beralkhohol akhirnya drop out dari terapi. Situasi itu berulang kali terjadi dimana hal tersebut menjadikannya resistent terhadap pengobatan yang dilakukan. Beberapakali kondisi menurun dan untuk kesekian kalinya harus keluar masuk rumah sakit. Bahkan beberpa hari kemarin doi sempat dirawat dirumah sakit dan kabur dari rumah sakit tersebut. Kesehatan yang semakin menurun membawa kondisi dia masuk fase AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 menit perjalanan gue dari rumah hingga daerah Abu bakar ali. Kulihat sekeliling tak ada teman di pertigaan itu. Gue ambil Hp then gue SMS,” Lis aku da nyampe abubakar Ali, ko dimana” Tulis gue di sms.&lt;br /&gt;Gue duduk di pinggir pagar parkiran Bus sembari melamun.Sesaat temen gue Sulis, tiba di Abu bakar ali. Disusul Toni yang berbonceng dengan pacarnya, Noni namanya.&lt;br /&gt;“Piye, kita langsung kebawah po,” tanya Sulis. “ Yo , ayo “ jawabku singkat. Bertiga gue , Sulis dan Toni segera menyeberang kearah taman Abu bakar ali. Dibawah jembatan kereta api yang melintang, gue turuni lereng jalan yang licin dan curam. Sesampai dipinggir kali Code, kami bertiga menyeberang kearah timur. Untung kali saat ini “cetek”, hingga kami tidaklah terlalu basah karenanya. Hingga diujung timur, tepatnya ditiang jembatan kereta sebelah timur ada tangga untuk memanjat talut kali.&lt;br /&gt;Di sebelah rumah pak Mail, anak itu tergeletak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Pak Mail, bukanlah seperti layaknya rumah yang kita bayangkan. Terbuat dari papan yang ditempel tempel hingga menyerupai kotak yang lumayan untuk bisa sekedar berteduh. Ukurannya tidaklah besar hanya cukup untuk dua orang.&lt;br /&gt;Sementara anak sakit yang kita cari itu, tergeletak di sebelah utara rumah itu hanya dengan beralaskan tikar di bawah pohon mangga. Tidak ada lampu, keadaaan pada jam 21.00 itu sangatlah gelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami datang pak Mail menyambut kami dan menerangkan sedikit keadaan anak ini. Sementara anak itu tampak tak bergerak.Gue agak cemas dan khawatir. Jangan jangan?” gumam gue dari hati.  Gue beranikan diri untuk memanggil namanya sekedar memastikan bahwa dia hidup.&lt;br /&gt;Terdengar jawaban dari mulutnya, lirih. Gue lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi anak itu hanya meringkuk menahan dingin. Sakit lama yang dideritanya, membuat dirinya lemas dan tak bertenaga. Badannya kurus kering, mata yang cekung dengan pipi yang menyusut tak lagi menampakkan teman yang kukenal dulu. Gue usap pundaknya saat dia terbatuk , berupaya memabngun kedekatan dengan anak tersebut. Basa basi coba kutanya namaku padanya. “ Mas Novan “ jawabnya tepat. Mengalir cerita dari temanya saat dia datang ke tempat kerja gue untuk test VCT saat itu. 2005 dia menyebutkan tahun bersejarah baginya saat test HIV dengan gue. Beberapa teman yang berbareng dia saat test di tempat gue. Terseyum gue mendengarnya.&lt;br /&gt;Kemudian dia duduk, dan menanyakan padaku , “ masnya juga kerja dirumah sakit?”&lt;br /&gt;Lho kamu lupa ne, sapa aku?” pertanyaan bodohku.Dia hanya bergeleng ditempat gelap itu. Kusambung “ Novan, Novan “ jelas singkatku. Tampak anak itu tersenyum dalam kegelapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan anak ini sangatlah menurun, sesaat di konek kemudian lupa lagi. Bagaimana dia akan bertahan ditempat sperti ini pikirku. Dikolong langit berteman angin , gelap bersama debu dan menggigil sakit.&lt;br /&gt;Hati gue tersentuh tak tega melihatnya. Ku ambil HP dan ku kontak teman yang juga berjuang untuk remaja jalanan ini. Pak Giyo namanya. Doi yang mengelola rumah sehat “Lestari.” Saat gue telpon dia, Pak giyo menyanggupi untuk menerima anak ini sementara tinggal di rumah sehat. Saat ditawarkan padak teman gue yang sakit inipun, dia hanya menganguk pelan untuk pindah sementara di tempat yang baru, rumah sehat “Lestari “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini membuat gue kadang ingin berteriak. Inikah penanggulangan HIV/AIDS yang digemborkan sejumlah pemerhati di jajaran atas? Mereka yang duduk di kursi empuk dibelakang meja serta mengklaim telah memberikan perhatian ekstra dan bangga disebut sebagai pahlawan epidemi ini. Atau para penikmat aliran dan penanggulangan dalam jumlah milyaran rupiah. Sedangkan nasib komunitas penderita aids berbanding terbalik dengan keadaan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Malam itu beberapa kali gue mencoba menghubungi beberapa penggede yang dianggap sebagi pengambil kebijakan, melalui Hp gue. Tapi sayang, hanya nada panggil yang sesaat dimatikan. Atau gue hanya mendapatkan Hp yang tidak aktif alias tidak dapat dihubungi.&lt;br /&gt;Kasihan sulis, teman gue. Pengalaman pertamanya dalam peran aktifnya harus dihadapkan pada fenomena yang mengecewakan. Kebingungannya tidaklah terjawab walau teknologi telah ada. Lebaran dinikmati sebagai moment yang melelahkan karena kecewa. Sementara banyak orang memahami bahwa pilihan orang untuk libur adalah syah, sekalipun ada odha menjerit minta pertolongan. “ Yah itu hanyalah panggilan kemanusiaan , bukan tugas lembaga “ sebuah pernyataan yang pernah dilontarkan oleh seorang pejabat struktural di sebuah lembaga yang bergerak di issue HIV/AIDS. Ironis sekali. &lt;br /&gt;Gue berpikir jika keadaan begini, akankah akan lahir orang orang peduli yang bekerja dengan hati? Ataukah kita akan menunggu mulut manis berlagak pahlawan yang akhirnya hanya akan berebut kursi kenikmatan yang akan mengucurkan dana segar untuk kepentingan pribadi atas nama gerakan HIV/AIDS?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-7680308352167751816?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/7680308352167751816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=7680308352167751816&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7680308352167751816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/7680308352167751816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/10/ketika-peduli-tak-lagi-berpihak.html' title='KETIKA PEDULI TAK LAGI BERPIHAK'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-3081146702464169977</id><published>2008-10-01T07:44:00.002+07:00</published><updated>2008-10-04T19:49:55.608+07:00</updated><title type='text'>Terpukau dalam hening</title><content type='html'>Selasa 24, September 2008. Disela latihan reading naskah video komunitas “ Given “ , gue sempatin buat menulis. Kebetulan tempat yang terpilih adalah museum Affandi. Tempat tersebut memberikan gue inspirasi untuk menuangkan kekaguman due akan seorang Affandi. Museum yang berada ditengah kota jogja, di pinggir kali Gajah wong, dipayungi oleh pohon besar yang tinggi menjulang, kokoh tak tertebas jaman dan waktu. Jl.Solo no 167, tepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening , dingin dengan kesejukan udara pinggir kali. Banyak sekali tanaman hias yang diatur sedemikian rupa hingga tampak asri ditengah terik dan keramaian kota Jogja. Sesaat gue coba berkeliling melihat bangunan antik dengan atap menyerupai daun pisang .Ada tiga bangunan yang berdiri. Di gedung yang berlantai dua gue lihat kamar Affandi yang masih tertata dengan apiknya. Bangunan yang didirikan tahun 1973 sebagai museum lukisan yang pernah diresmikan oleh Fuad Hasan ( menteri pendidikan dan kebudayaan saat itu dan bahkan pernah dikunjungi Soeharto maupun mahhatir muhammad saat mereka berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya lebih dari seribu lukissan yang disimpan disana.Melihat beberapa lukisan yang dipajang menambah agungnya sebuah karya besar seorang affandi. Beberapa keramik antik juga sengaja dipajang, menambah eksotisme museum affandi.&lt;br /&gt;Ini pertama kali gue main ke museum itu. Setelah puluhan tahun gue tinggal di Jogja. Aneh memang , sebagai orang yang besar dikota Jogja.Tempat ini gue rasa sangat bersahabat. Tenang, sejuk bahkan terkesan damai. Mungkin saja karena saat ini pas tidak banyak pengujungnya. Gue coba menaiki tangga dari bangunan yang menjulang bak payung itu. Hah, teras luar ternyata tidak ada kursi tempat untuk bersantai memandang jauh keluar menghadap jalan raya pas jembatan. Tampak dari kaca jendela yang besar tersebut, isi didalamnya. Ternyata sebuah Kamar besar. Tempat tidur ukuran double bed tertata dengan apiknya. Beberapa lemari menyerupai rak mengapit bed tidur seakan menjadi teman akrab diantara perabotan yang sengaja di pajang dalam kamar itu. Setiap lemari penuh dengan buku buku. Sengaja gue memotretnya.Inilah kamar sang Maestro seni lukis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah bangunan payung ini, ada tempat duduk unik yang terbuat dari ban mobil bekas.  Walaupun terbuat dari ban bekas ternyata nyaman juga gue mendudukinya. &lt;br /&gt;Terlihat teman teman gue tertawa, ngakak. Ada yang ngobrol privat. Ada yang berdiskusi tentang RUU Pornografi atau ada juga yang buka laptop dan menonton film film bugil, he he he lengkap yah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu waktu memang sudah sangat sore. Latihan reading naskah cukup mengasyikkan. Memang sich ada beberapa talent yang berhalangan hadir. Sibuk selalu saja menjadi alasan. Sometime gue sendiri bingung, bila ada orang mengatakan angka pengangguran di Jogja tinggi tapi urusan latihan bayak juga bertemu dengan oarang yang sibuk.... eh mmmalah curhat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw kesejukan pinggir kali Museum affandi memberikan kisah lain. Selain misteri keheningannya, ternyata merupakan saksi bisu dari sejumlah anak muda yang ingin mengabadikan talentnya, untuk memberikan warna bagi sinema Indonesia..halllah..&lt;br /&gt;Kenapa ini penting, karena disitu da gue...wuih narsis lagi...&lt;br /&gt;tapi paling tidak setelah affandi, tentu akan lahir budayawan  budayawan baru, khususnya yang pernah hadir dimuseum ini. Karena museum ini memberikan inspirasi bagi kaum mudanya untuk berkreasi bukan saja seni lukis tetapi seni seni lainnya. ( termasuk seni yang keluar setiap hari ..air seni, karena disitu juga ada toilet)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-3081146702464169977?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/3081146702464169977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=3081146702464169977&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3081146702464169977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/3081146702464169977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/10/terpukau-dalam-hening_01.html' title='Terpukau dalam hening'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-4505611604329650222</id><published>2008-08-13T14:36:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T14:37:09.728+07:00</updated><title type='text'>Mimpi Seorang Pemula</title><content type='html'>Bangun pagi kali ne, nggak terlalu seger buat gw. Badan semua terasa kaku  and lemes, mata juga kaga fresh....nggak ngerti kenapa? Mungkin karena tidur gw nggak nyenyak kali ye..coba ane ulur ulur ne badan tetep ja nggak nyaman, pokoke ngga fit lah.. melamun sejenak, “ apa gw pergi pijet aja yah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang se gw hobby dengan namanya pijet, orang kata sakit , gw ngerasa enak aja bahkan sometime bikin ketagihan. Dikit dikit pijet, capek dikit larinya pijet....maklum gw orang jawa yang doyan pijet.&lt;br /&gt;Tapi ngeliat dompet ne, emang jadi mikir. Yah mang agak agak susah..rejeki bulan ne agak agak seret, atao emang pengeluaraannya aja yang haujubilllah buanyaknnya, orang kata “besar pasak dari pada tiang”, alias nyesekkkkk... he he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, dari pada berat dipikir, gw bawa aja pikiran ntu ke kerjaaan ane. Kebawa sibuk sibuk gitu. Biar nggak ngerasa ngerasa amat, amat ja nggak ngeluh kog... gubrakkkk.&lt;br /&gt;Ngak tahu juga ne, akhir akhir ne lagi suka belajar nulis. Biar mungkin kata orang tulisan gw nggak asyik, so whattt gw tetep aja belajar, itung itung curhaattttt  huekkk cuih. Ada ngaruh sich. Tadinya awal seringkali gw malu ketika baca tulisan ane.. so lama lama bikin ane lebih cuekkk, enich kan blog ane so, bodo amat orang mau kata apa, yang penting nulissssssss.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometime pengin juga kaya penulis lainnya. Mereka yang udah pada jago nulis. Asyijk juga ngebaca tulisan tulisan penulis ntu. Tata bahasa yang runtut, santun, simple nggak berbelit dengan konten yang terkesan cerdas dan nggak ngebosenin... huuuh kapan yah bisa seperti mereka? Nah dari itu gw , mulai belajar untuk nulis. Kata Ramon , “ orang belajar menulis dengan membaca, orang belajar bicara dari mendengar “ he he he so sweeett khan....yah its mean gw kudu banyak membaca, biar agak agak cerdas and nggak bloon bloon amat, biar amat aja yang bloon sendiri...huakkak kak kaka kakkkkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo ayo sapa mau ikutan pekan membaca blog, kali kali aja bentar lagi ntu PKBI DIY mau bikin lomba tulis Blog.... hadiah pasti gede. Mosok LSM segede itu hadiahnya kecil, mana mungkin? Yah kalo bukan PKBI pasti yang laenlah...yang pasti buanyak buanyak berlatih, apalagi besok tanggal 19 – 21/08/08 ntu lsm ( PKBI ) mau bikin pelatihan “ Jurnalistik investigatif “ seru khan....sapa tau ane bisa ikutan he he he...kog ngareeep! Keluar dari situ bisa ngelamar jadi reporter or wartawan kriminal ya khan?!??  Or bisa gabung sama KPK untuk divisi media....kog kepunjulen........Puyeng deh..........Kata sahabatku, “apa seh didunia ini yang nggak mungkin? “...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-4505611604329650222?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/4505611604329650222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=4505611604329650222&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4505611604329650222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/4505611604329650222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/08/mimpi-seorang-pemula.html' title='Mimpi Seorang Pemula'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-368245149294140535</id><published>2008-08-12T09:55:00.001+07:00</published><updated>2008-08-13T18:55:33.913+07:00</updated><title type='text'>Hijaunya Buah Naga di Glagah</title><content type='html'>Hari minggu, biasanya orang menggunakan waktunya untuk bersantai, menikmati liburannya. Walaupun ada sebagian orang yang pada hari Minggu maupun tanggal merah lainnya tidak bisa libur karena pekerjaannya. Seperti gw ha ha ha .., secara karena memang gw kerja di rumah sakit di jogja. Then kebetulan hari minggu ini gw libur, lumayanlah  setelah beberapa minggu kemaren ane kudu kerja kerja n kerja...he he kerja mania yah?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rencana sich, dari jalan jalan pagi di boulevard UGM sambil sambil sok sok bergaya Sunday morning, denger denger musik sambil cucimata dengan banyak vitamin A , hi.. hi.. hi.. seger dech, biarpun muka lecek abis bangun tidur, tetep aja sinyal full. Dari jalan jalan diterusin sarapan pagi, ampe  jelang siang, mulai deh kasak kusuk cari tempat nyante yang lain,” apa yah? Pantai”................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang pasti pernah kepantai. Dari sekian pantai yang menjadi objek wisata dia Jogja ini , sepertinya semua pernah gw kunjungin. Salah satunya pantai yang bernama Glagah...&lt;br /&gt;Glagah adalah pantai yang terletak di sebelah barat pantai Samas, congot, tepatnya di daerah kabupaten Kulon progo. Siingat gw,  pantai ini terkenal dengan kebon kelapanya, karena memang dulu gw pernah camping di kebon tersebut.yah..sambil kembali ngenginget gokil gokilnya dulu. Perjalanan kurang lebih 45 menit dari Jogja. Jalanan yang gw liwati juga high quality kog, lebar, mulus and nggak macet, walo emang ada beberapa titik yang agak rusak sich... Tapi itu biasalah terjadi di jalan jalan deket deket perbatasan kabupaten, maklumlah Indonesia.. , he he...klasik yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di TPR, gw kudu ngerogoh kocek 3500 rupiah  ( tarip untuk motor roda dua) untuk masuk objek wisata tersebut. Wow tertera dipapan “ Dermaga pantai, Agrowisata buah naga dan pantai Glagah, “paket wisata borongan, he hehe. Bersaing dengan paket hemat yang lagi ngetrend ne......Sepanjang satu kilometer menyusur kali kanan kiri tumbuh pohon kelapa. Kembali ingatan ane melayang saat tempo dulu, saat gw kemping disitu. Dipinggir kali dibawah pohon pohon kelapa.&lt;br /&gt;Wow sekarang dah terbangun dermaga wisata di kali itu, asyik juga yah....hingga akhirnya sampai juga di bibir pantai glagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang udah lebih tertata dari pada dulu. Warung dan penginapanpun tersedia di sepanjang garis pantai dan lebih terkonsep dengan baik dibandingkan doelu.Sepanjang kurang lebih 1,5 km kearah barat, telah terbangun agrowisata buah naga yang tumbuh di kanan kiri jalan. Tanaman buah naga adalah tananaman yang menyerupai kaktus dengan tinggi tidak lebih dari 2,5 meter, terlihat hijau bikin adem , asri bener  di mata gw. Baru kali ini aku melihat pantai yang beginini cooll....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SKLLOiPkLoI/AAAAAAAAAAc/3cVPjnhhw5o/s1600-h/800px-Than_Long_Green_Gragon.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SKLLOiPkLoI/AAAAAAAAAAc/3cVPjnhhw5o/s320/800px-Than_Long_Green_Gragon.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233969167528636034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Then gw coba terusin jalan itu ampe ke barat barat.  Sepanjang bagian baratpnatai Glagah ne, ggak ada rumah, semua hamparan pasir dan belukar liar. Tetapi di selatan jalan, menyusur pantai banyak berjejer gubuk2 kecil berbentuk tenda segitiga dari daun kelapa berjejer terbangun di bibir pantai, dan katanya itu disewakan, dengan tarif yang murah,bahkan 24 jam. Terlihat motor motor yangdiparkir di samping, tenda2 primitif tuch. Mereka berpasang pasangan, tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan lakukakan. Pikiran kotor mulai mengonani otak gw. “Mereka lagi ngapain yah???, pertanyaan nggak penting, ”lha koe ki sopo”, he he he&lt;br /&gt;Semua terlihat biasa saja,wajar  tidak ada yang aneh, menurut gw. Tetapi lain orang bisa berpikiran lain kali ye.... walaupun mungkin fenomena ini telah lama ada lama, apakah sudah menjadi tradisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terlintas dipikiran gw adalah, bagaimana yah akses informasi didaerah ini? Bagaimana pula dengan kondisi pada pasangan muda di daerah ini, ? Adakah layanan publik yang friendly buat remaja disini telah di pikirkan ? Apakah lsm atau program pemerintah yang telah dikembangkan dan dibangun didaerah ini? Kalo ada sapa, or dari lembaga mana. He he he.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh... dasar , mau liburan aja masih nyambung juga dengan kerjaaan....&lt;br /&gt;Btw Thaanks God, hari libur ne bisa liat pantai Glagah dengan segala pesonanya, dari kali yang tenang, teduhnya kebun kelapa sampai pantai yang indah dengan hijau kebun buah naganya. Sapa tau  cerita ne bisa jadi referensi sapa aja yang belum pernah ke pantai Glagah. Pokoke itu pante keren abis buat gw, terutama kebun kelapa n kebun buah nagannya.....so sweaattttttt....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik bagi penggiat issue hiv/aids maupun issue perempuan adalah femonema menarik dari daya tarik eksotik pantai yang mengundang siapa saja untuk kemudian peduli dan mau berbuat sesuatu untuk berbagi kebaikan dan kasih disana......GBU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-368245149294140535?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/368245149294140535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=368245149294140535&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/368245149294140535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/368245149294140535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/08/hijaunya-buah-naga-di-glagah.html' title='Hijaunya Buah Naga di Glagah'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SKLLOiPkLoI/AAAAAAAAAAc/3cVPjnhhw5o/s72-c/800px-Than_Long_Green_Gragon.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-6217117623032571559</id><published>2008-08-09T18:45:00.000+07:00</published><updated>2008-08-09T18:46:15.516+07:00</updated><title type='text'>Seuggerrrnya orange juice ...ada perubahan.</title><content type='html'>Ugfh...panasnya jogja..kering. Siang begini bawaannya haus terus. Di PKBI sepi, ngga rame kaya biasanya. Biasa katannya se mukhotib sindrom. Ga da bos berarti ga da kegiatan ha ha ha ha....&lt;br /&gt;Biar sepi sepi diatas sendirian, tetep da musiklah, biar gaya gaya oldis tapi emang asyik kog di dengerin kalo lagi cuaca panas begini. Love me tender terasa lebih romantis, he he. Rebahan di kantor  sometime fell ga nyaman se, tapi mumpung ga da boss.. nikmati sajalah, cuekk secuekknya or kata galink sebodo teing...&lt;br /&gt;Lama lama bosen juga tengak tengok kaya orang bodo begini ( mang bodoh beneran kog he he he ). Kerjaaan banyak se, tapi nggak ngerti ne bawaanya males aja. Mau nulis kog bukan penulis, mau bikin modul kog gaptek plus dodol, mau nyanyi paless. Yo wis, rebahan sambil bengong ja lebih asyik ya, berimajinasilah kata orang biijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat se cari minum ke warung depan, eh ketemu ma pak yohanes, petugas lab yang menjadi salah satu tim VCT PKBI. Ngobrollah acara 17 an, di rumah sakit bethesda, tempat dia kerja. Benernya gw banget tuch agak gak males se, tapi yahhh bermuka sok sok baiklah dari pada garang garang bloon  khan ga baik juga , ( mang muka gw senep senep busuk tapi imut ne he he ). Lagi asyik asyiknya bermuka sok baik eh...nimbrung ngobrol wakil bos gw,  ketemu saat mau balik kantor, karena gw mang ngobrolnya di parkiran depan kantor. Tapi asyik kog, obrolannya nyambung banget, yah karena emang dunia gw. Dunia yang gw kenal banget,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gini, kata wakil bos, sekarang ne KPA kota punya wajah baru, cara pandang baru dan suasana baru. Hal ini kuentel sekali dirasakan pasca terbentuknya tim restra KPA kota, yang merupakan perwakilan dari beberapa instansi or NGO. Nah si Pak Supri alias wakil bos ne yangditunjuk menjadi salah satu dari 12 orang tim renstra KPA kota. Nah loh, barunya apa?&lt;br /&gt;Tim ne akan berkumpul or meeting tiap satu bulan sekali dengan beberapa agenda yang mengusung issue yang sedang trend, katanya. Misalnya issue bahwa odha harus dikarantina. Atau yang bakalan seru lagi adalah kegiatan surveilans HIV yang pernah menyisakan guratan kekecewaan, khususnya gw. Hehe he . ( abis kena bllack list yah??) .Pokoke banyak hal yang akan selalu dirumuskan oleh tim, sebelum menjadi keputusan KPA kota. Its mean, nggak personal lagi, ataupun berpotensi untuk ditunggangi oleh unsur unsur atau kepentingan sekelompok orang atau individu saja, itu katanya dink...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi KPA kota lebih diperjelas pada fungsi koordinasinya, bukan implementatif. Artinya jika nanti ada pengebangan program misalnya RPA ( remaja peduli aids ) maka dana dan program yang telah design itu akan di limpahkan pada komunitas , or lembaga yang memayungi wilayah kerja daerah sasaran program  and ga tumpang tindih. Sehingga KPA tidak lagi berperan implemantatif lagi. Dengan mainstreming HIV/AIDS pada seluruh kedinasaan pemerintah maka penting banget untuk memberikan support pada lembaga lembaga tersebut untuk mengembangkan program program HIV nya, sehingga tidak lagi didominasi oleh dinas kesehatan saja, atau menjadi urusan dinas kesehatan tho thok menthok... he he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah legislatif tidak bisa menolak, jika ada anggaran yang diajukan oleh dinas lain ( selain dinas kesehatan ), jika mereka membuat program untuk issue isue HIV lagi, pertimbangan ini juga akan menjadi masukan anggota dewan dalam penentuan kebijakan,  ne salah satu peran KPA kota.. . asyik ga100X  ha? Ha? Ha? Ha?( mukhotib style ). Sebagi contoh, misalnya dinas pariwisata jogja, mau mengadakan sosialisasi hiv/aids bagi pengemudi becak wisata dan bus wisata maka DPR tidak boleh menolak anggaran yang diajukan dengan mengatakan “ ini posnya dinas kesehatan “&lt;br /&gt;Wah pasti seru ne..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaw dalah....pokoke agak agak seugerr de denger perubahan itu, setelah lama gw menjadi korban sistem, demi bela komunitas termarjinal, yah yah yah, seseger orange juice CNC cafe, Bayonet... he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________________________________________________________&lt;br /&gt;VCT : volountarie counselling and testing hiv&lt;br /&gt;KPA : Komisi penanggulangan aids&lt;br /&gt;PKBI; Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.&lt;br /&gt;Renstra : rencana strategis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-6217117623032571559?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/6217117623032571559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=6217117623032571559&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6217117623032571559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/6217117623032571559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/08/seuggerrrnya-orange-juice-ada-perubahan.html' title='Seuggerrrnya orange juice ...ada perubahan.'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2910580334157927364.post-2497482688207968798</id><published>2008-07-29T11:13:00.000+07:00</published><updated>2008-07-29T11:14:40.561+07:00</updated><title type='text'>Sabtu di Nusantara</title><content type='html'>Sabtu, yang dingin. ..&lt;br /&gt;Ditengah ramainya orang duduk didalm kafe, dengan bermacam tingkah dan laku. Ada yang bermain kartu sambil bercanda, ada yang bermain dengan rokok ditangan, asap mengepul. Teknologi kadang menjadi teman akrab buat beberapa orang yang yang menenteng notebooknya, tanpa mau peduli dengan hingar bingar orang disekitarnya.&lt;br /&gt;Sejumlah waitress lalu lalang menawarkan menu saji dan layanan pada konsumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusantara, kafe itu.&lt;br /&gt;Kafe unik, dengan bangunan dari tenda dan bambu. Letaknya yang ditengah kota akan tetapi tegak berdiri diarena persawahan yang segar. Susanana nyaman dikonstruksikan sebagai nilai jual yang mengundang banyak konsumen. Sebagian besar dari konsumen kafe ini adalah kelompok muda. Gaya hidup menjadi kata kunci untuk mengundang kelompok ini menjadi penikmat layanan kafe Nusantara. Dari menu tidaklah spesial dan malah terkesan biasa. Dibandingkan dengan kafe lain disekitarnya , memang tidaklah jauh berbeda. Lalu apa yang menarik?....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana yang friendly buat kawula muda, tempat yang bisa memberiakan prestige buat konsumennya, ditunjang dengan ramah tehnologi yang berkembang disana memberikan aura kemapanan dan dorongan menjadi penikmat gaya hidup yang “ ngenomi “. Tampak recehan uang tidaklah mempunyai peranan berarti. Semua mengalir dalam hitungan suka,senang, nikmat ataupun sebalikknya. Tetapi bukan rupiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses berjalannya waktu, seorang pelanggan mau menghabiskan weaktu berjam jam dalam beberapa hari yang dimilikinya untuk menjadi penikmat gaya hidup berkafe ini. Termasuk aku.  Akhirnya sederet teman  menjadi penikmat baru yang terseret oleh bualan yang bias dengan titik nyaman pelanggan kafe ini sebelumnya. Tidak heran jika hal ini mampu memutar roda kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Apakah ada yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata nilai yang berkembang dalam tatanan sosial masyarakat diakui merupakan bagian tradisi, budaya, sehingga berkembang menjadi fondasi yang kokoh dengan pembakuan yang dilanggengkan oleh sistem masyarakat itu sendiri. Munculnya kata “ baik dan tidak baik “ mulai lazim didengungkan oleh dasar dominasi asumsi yang terbentuk dari tata nilai yang dianutnya. Kemudian muncul kegelisahan yang tercetus dalam ungkapan “ memangnya salah, jika aturan yang dipandang membatasi itu justru akan menyelamatkan kawula muda dari pergaulan yang tidak benar? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penikmat kafe beranggapan berbeda.. tapi hampir senada, “ yo luweh, , lha sing ngomong ki sopo, opo yo  tak pikir, “&lt;br /&gt;Karena memang aku tidak menggangu orang lain, hidup menjadi bervariatif, penuh dengan dinamika modern yang jika dimanfaatkan akan memberikan dampak positif untuk membangun inovasi dalam kehidupan dan bermasyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijak sekali rasanya jika dua kubu pendapat ini, mampu memberikan jawaban yang mencerminkan keberagaman kehidupan sosial, dalam tatanan yang dibangun atas kesepakatan bersama dengan dasar toleransi untuk pandangan positif yang akan membawa pada perubahan kultur masyarakatnya. Saling menghormati pilihan dan membuka toleransi untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia menciptakan atmosfir yang damai, sebagai cita cita bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2910580334157927364-2497482688207968798?l=novanpkbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novanpkbi.blogspot.com/feeds/2497482688207968798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2910580334157927364&amp;postID=2497482688207968798&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2497482688207968798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2910580334157927364/posts/default/2497482688207968798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novanpkbi.blogspot.com/2008/07/sabtu-di-nusantara.html' title='Sabtu di Nusantara'/><author><name>Novan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12100980334700148869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/_F4ADmng7GDU/SaWAI2IOr3I/AAAAAAAAALU/CNTSaDKuLJ8/S220/DSC_0059.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
